<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899</id><updated>2012-01-17T02:37:18.206-08:00</updated><category term='Saatnya Bergerak'/><category term='beranda'/><category term='PB IKAPMII'/><category term='Tolak Pembangunan GOR'/><category term='Struktur Pengurus'/><category term='Ilusi Negara Islam'/><category term='Hari AIDS Sedunia'/><category term='Koleksi Buku'/><category term='Bung Karno mengaku PMII'/><category term='Puasa Dan Kesalehan Sosial'/><category term='Melawan Hukum Penindas Rakyat'/><category term='aswaja'/><category term='Lawan..Rezim Penguasa Penindas Rakyat'/><category term='KONFERCAB VI 2011'/><category term='Pramoedya Ananta Toer'/><category term='Hari Anti Korupsi Sedunia'/><category term='Home'/><category term='Pilkada Ngawi'/><category term='Galery'/><category term='Program Mega Proyek Ngawi Rawan Korupsi.'/><category term='Berita'/><category term='Data Base Kader'/><title type='text'>..::: PC PMII NGAWI:::..</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>52</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-3132095852920695622</id><published>2011-12-10T10:07:00.000-08:00</published><updated>2011-12-10T12:06:34.650-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari Anti Korupsi Sedunia'/><title type='text'>Peringatan Hari Anti Korupsi :Teatrikal Warnai Demo PMII Ngawi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-tVPqKgik4Eo/TuOfm0JCwDI/AAAAAAAAALc/5ybX0T0WQeY/s1600/DSC02900.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://3.bp.blogspot.com/-tVPqKgik4Eo/TuOfm0JCwDI/AAAAAAAAALc/5ybX0T0WQeY/s320/DSC02900.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Ngawi&lt;/a&gt; (beritajatim.com) - &lt;/b&gt;Puluhan mahasiswa  Kabupaten Ngawi yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam  Indonesia (&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;PMII&lt;/a&gt;) menggelar demo di depan kantor Pemkab dan kantor DPRD  setempat. Aksi tersebut dilakukan untuk memperingati &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;hari anti korupsi  sedunia&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam aksi tersebut, mahasiswa membentangkan poster yang  berisi tentang buruknya birokrasi yang ada di seluruh pemerintahan  mulai dari tingkat pusat hingga yang ada di daerah. Selain itu mereka  juga melakukan aksi treatrikal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam treatrikal yang diperankan  oleh empat orang ini, tiga orang berperan sebagai masyarakat miskin  korban korupsi yang meminta bantuan dari birokat. Sedang satu orang yang  berperan sebagai pejabat hanya berlenggang kangkung tak perduli dengan  keberadaan ke tiga orang miskin yang meminta bantuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kordinator  aksi, Kosin mengatakan, demo refleksi ini dilakukan untuk mengingatkan  kepada semua pejabat publik tetang bahaya dari korupsi yang memiliki dampak sangat  luas. Terutama untuk kelangsung hidup masyarakat miskin yang semakin  sengsara dengan adanya &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;tindak korupsi&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Korupsi hanya  menguntungkan sebagian orang, namun menyengsarakan seluruh masyarakat.  Seperti yang ada di sini kita banyak mengetahui adanya praktik jual beli  jabatan, terus yang nyogok itu pakai uang apa kalau tidak uang dari  hasil yang tidak benar," ucapnya, Jumat (9/12/2011).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu,  menurut &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;PMII&lt;/a&gt;, masih banyak praktik korupsi dan kecurangan-kecurangan  lain yang terjadi di Ngawi. Namun hal tersebut masih belum sampai di  ranah hukum. "Secara kasat mata banyak korupsi yang terjadi namun entah  kenapa mereka yang melakukan belum diadili," tandas Kosin. &lt;b&gt;[rdk/but]&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.beritajatim.com/"&gt;www.beritajatim.com&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-3132095852920695622?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/3132095852920695622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/12/peringatan-hari-anti-korupsi-teatrikal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3132095852920695622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3132095852920695622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/12/peringatan-hari-anti-korupsi-teatrikal.html' title='Peringatan Hari Anti Korupsi :Teatrikal Warnai Demo PMII Ngawi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-tVPqKgik4Eo/TuOfm0JCwDI/AAAAAAAAALc/5ybX0T0WQeY/s72-c/DSC02900.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-5653966675379148674</id><published>2011-12-10T10:00:00.000-08:00</published><updated>2011-12-10T12:03:36.433-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hari AIDS Sedunia'/><title type='text'>Hari AIDS Sedunia: PMII Ngawi Adakan Hearing Dengan DPRD Setempat</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/-TGYvhW8oQgA/TuObyS4rXpI/AAAAAAAAALU/5OSwReFNl3w/s1600/DSC02715.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://2.bp.blogspot.com/-TGYvhW8oQgA/TuObyS4rXpI/AAAAAAAAALU/5OSwReFNl3w/s320/DSC02715.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;Memperingati &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Hari HIV/AIDS Sedunia&lt;/a&gt; yang  jatuh setiap tanggal &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/2011/12/hari-aids-sedunia-pmii-ngawi-adakan.html"&gt;1 Desember&lt;/a&gt;, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  (PMII) cabang Ngawi gelar aksi bagi-bagi seribu bunga kepada para  pengendara yang melintas di kawasan  perempatan Kartonyono Ngawi.  Rangkaian kegiatan tersebut dilanjutkan dengan long march menuju gedung  &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;DPRD Ngawi&lt;/a&gt;, Kamis (01/12).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-AEP9tuOdvMA/TuO45gzRQ8I/AAAAAAAAAMg/1G7ftbsOT0c/s1600/DSC_0067.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;“Sengaja  kita lakukan aksi ini untuk memperingati &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Hari HIV AIDS sedunia&lt;/a&gt;, dimana  mereka khususnya para penderita HIV AIDS di &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Ngawi&lt;/a&gt; kurang mendapatkan  perhatian dari pemerintah,” terang &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Agus Susanto&lt;/a&gt;,salah satu peserta aksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aksi  &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;PC PMII Ngawi&lt;/a&gt; sendiri mendapatkan pengawalan dari petugas kepolisian sampai  ke gedung wakil rakyat. Selama dalam perjalanan ratusan mahasiswa sambil  membentangkan poster dengan bertuliskan ‘Stop HIV AIDS’ dan ‘Hapuskan  Stigma dan Diskriminasi Penderita AIDS’. Kemudian tidak berselang lama  ratusan aktivis PMII sampai di gedung DPRD Ngawi untuk mengadakan  hearing yang diambut ketua Ketua Komisi II DPRD Ngawi, Slamet  Riyanto.S.sos. Tepatnya dilantai dua gedung dewan, &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;PMII&lt;/a&gt; mengikuti  hearing bersama para anggota &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Komisi II DPRD Ngawi&lt;/a&gt; yang membidangi  pendidikan dan kesehatan, Dinas Kesehatan Ngawi dan pihak dari &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;RSUD dr  Soeroto Ngawi&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-AEP9tuOdvMA/TuO45gzRQ8I/AAAAAAAAAMg/1G7ftbsOT0c/s1600/DSC_0067.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="212" src="http://3.bp.blogspot.com/-AEP9tuOdvMA/TuO45gzRQ8I/AAAAAAAAAMg/1G7ftbsOT0c/s320/DSC_0067.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;br /&gt;“Mereka sebagai stake holder harus bisa berperan  bagaimana HIV AIDS ini menjadikan momentum tersendiri agar penyebaran  penyakit yang paling mematikan dapat ditekan,” tambah Agus Susanto.  Dalam rapat hearing &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;PC PMII Ngawi&lt;/a&gt; menilai Komisi Penanggulangan AIDS  Daerah (KPAD) masih lemah sesuai fungsinya, minimnya anggaran untuk  menanggulangi HIV AIDS dan pelayanan Jamkesmas  bagi penderita HIV AIDS  tidak seuai dengan prakteknya. Selain itu &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;PC PMII Ngawi&lt;/a&gt; menyampaikan beberapa temua-temuan terkait angka penyebaran &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;HIV  AIDS&lt;/a&gt; diwilayah Ngawi cukup memprihatinkan, berdasarkan data dari Dinas  Kesehatan Ngawi pada tahun 2008 penderita lemahnya sistim kekebalan  tubuh ini mencapai 14 kasus. Setelah memasuki  tahun 2011 akhir justru  peningkatanya mencapai seratus persen dengan angka tidak kurang dari 27  penderita HIV AIDS yang 14 penderitanya sudah dilaporkan meninggal. (pr)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sumber: www.sinarngawi.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-5653966675379148674?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/5653966675379148674/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/12/hari-aids-sedunia-pmii-ngawi-adakan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5653966675379148674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5653966675379148674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/12/hari-aids-sedunia-pmii-ngawi-adakan.html' title='Hari AIDS Sedunia: PMII Ngawi Adakan Hearing Dengan DPRD Setempat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-TGYvhW8oQgA/TuObyS4rXpI/AAAAAAAAALU/5OSwReFNl3w/s72-c/DSC02715.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-6893259100476527000</id><published>2011-12-10T09:38:00.000-08:00</published><updated>2011-12-10T09:39:01.467-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tolak Pembangunan GOR'/><title type='text'>Puluhan Aktifis PMII Ngawi Demo Tolak Pembangunan GOR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ngawi (Suarakomunitas.net).&lt;/b&gt; Puluhan aktifis  mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia  (PMII) Ngawi, Komisariat STITI KP dan STAI Ngawi , menggelar aksi  menolak pembangunan GOR, Kamis (8/082011).&amp;nbsp;&lt;img align="left" alt="" height="192" hspace="6" src="http://suarakomunitas.net/content/images/1313787252-m.jpg" vspace="6" width="250" /&gt;Sambil  membawa poster dan spanduk ,mereka berorasi menolak kebijakan pemeritah  tentang pembangunan GOR yang menelan dana milyaran rupiah itu.&amp;nbsp; aksi  demo yang di gelar di depan lahan yang akan di bangun GOR eks-terminal  lama Kabupaten Ngawi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami mengutuk keras rencana pembangunan GOR ini, Pemkab Ngawi  seharusnya malu karena masih banyak warganya yang perlu perhatian  ketimbang pembangunan GOR yang menghabiskan dana milyaran rupiah itu,"  ujar Koordinator Aksi, Wakid. Menurut dia, aksi ini juga memprotes  kebijakan&amp;nbsp; dan program-program pemerintah Ngawi yang belum maksimal.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain berorasi, puluhan kader PMII Ngawi dalam aksinya juga menyanyikan lagu Mars PMII. &lt;img align="right" alt="" height="235" hspace="6" src="http://suarakomunitas.net/content/users/aksi____1-m.jpg" vspace="6" width="300" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Mereka  juga membagikan selebaran berisi kritikan rencana pembangunan GOR  kepada para pengguna jalan dan masyarakat yang melintasi di jalan  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sementara salah seorang warga Klitik dekat dengan eks-terminal lama,  Wagiran mengaku keberatan jika pembangunan GOR itu dilakukan. Menurut  dia, pembangunan GOR itu akan mematikan mata pencaharian mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami khawatir jika GOR jadi dibangun, nasib pedagang kaki lima dan  tukang becak akan digusur.&amp;nbsp; Karenanya, kami mengimbau kepada pihak  berwenang untuk membatalkan rencana itu," kata Wagiran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selesai menggelar aksi, puluhan aktifis PMII Ngawi membagi-bagikan  ta’jil gratis kepada tukang becak, pengemis dan anak-anak jalanan untuk  santapan berbuka puasa.(ags)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber: www.suarakomunitas.net&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-6893259100476527000?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/6893259100476527000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/12/puluhan-aktifis-pmii-ngawi-demo-tolak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/6893259100476527000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/6893259100476527000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/12/puluhan-aktifis-pmii-ngawi-demo-tolak.html' title='Puluhan Aktifis PMII Ngawi Demo Tolak Pembangunan GOR'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-6982443696976497292</id><published>2011-05-30T08:36:00.000-07:00</published><updated>2011-07-01T05:02:23.235-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='KONFERCAB VI 2011'/><title type='text'>Selamat Atas Terlaksananya Dialog Publik  dan Konfercab VI PC PMII Ngawi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-cwIc72al3Ok/TeO12UsNKzI/AAAAAAAAAKU/QnRdQBO0QBM/s1600/DSC01046.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Diantara rangkaian acara Konfercab VI PC PMII Ngawi yaitu Dialog Publik bertemakan “ Membedah Tindak Kekerasan Atas Nama Agama” dengan menghadirkan KH.Sholahudin Wahid (Pengasuh Ponpes Tebu Ireng Jombang), Kapolres Ngawi, Mustofa Bisri (Ketua PUBK). Beberapa Ormas, OKP, unsur Pemerintah serta puluhan kader PMII Ngawi&amp;nbsp; turut menyemarakkan acara dialog publik ini. dialog publik ini dimulai pukul 13:30 – 16:30 wib. Pembukaan oleh MC Sahabati Lililk Nur Cholidah setelah itu dilanjutkan sambutan-sambutan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sambutan pertama oleh ketua panitia sahabat Agus Susanto, dia menyampaikan beberapa hal penting terkait rangkaian acara ini yaitu mengenai pengambilan tema dialog publik “ Membedah Tindak Kekerasan Atas Nama Agama” yang melatar belakangi dialog ini adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Maraknya tindak kekerasan akhir-akhir ini membuat banyak pihak mengaku prihatin. Celakanya, kekerasan yang sering tampil di publik di Indonesia diberi label sentuhan SARA (Suku-Agama-Ras-Antargolongan) sebagai contoh yang terjadi di Pandeglang dan Temanggung. Kemudian Agus melaporkan kepada peserta tentang siapa saja yang terlibat dalam dialog publik ini dan jumlah peserta undangan. Sambutan kedua yaitu Keynote Speaker oleh Wakil Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, ST. sekaligus pembuka acara dialog publik ini. selanjutnya langsung ke inti yaitu dialog publik yang di moderatori oleh Sahabat Husaini Amar. &lt;span style="color: black;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-Z6OjWKpz_Ec/TeO4X88c3nI/AAAAAAAAAKY/BQrjVuDIMSo/s1600/DSC01041.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="180" src="http://1.bp.blogspot.com/-Z6OjWKpz_Ec/TeO4X88c3nI/AAAAAAAAAKY/BQrjVuDIMSo/s320/DSC01041.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;Konferensi Cabang (Konfercab) ke-VI Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Ngawi kembali di gelar di Aula Desa Klitik.21-22 Mei 2011.&amp;nbsp; Berbeda dengan konfercab sebelumnya, peserta Konfercab kali ini lebih banyak dari Konfercab sebelumnya. acara ini berlangsung sangat demokratis dan "mengharukan". Konfercab dimulai oelh Panitia Stering Comitte (SC) dengan pembacaan berita acara Konfercab VI PC PMII Ngawi&amp;nbsp; yaitu Sahabat Agus Susanto, Sahabat Husaini Amar dan Sahabat Imam Munasir.&amp;nbsp; Acara dilanjutkan dengan sidang Pleno I untuk membahas tata tertib sidang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Setelah keseluruhan agenda acara dan tata tertib ditetapkan, maka menginjak ke Sidang Pleno II yang mempunyai agenda Pembagian Sidang Komisi-komisi. Dalam pembagian sidang ini peserta kelompokkan menjadi empat kelompok kemudian dilanjutkan dengan sidang pleno komisi. pembahasan sidang ini antara lain adalah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Paradigma, Strategi Pengembangan, Dan Pola Kaderisasi Pmii Cabang Ngawi Periode 2011-2012, Tata Laksana Dan Garis Besar Anggaran Organisasi Pmii Cabang Ngawi Periode 2011-2012 dan Pokok - Pokok Pikiran, Rekomendasi Dan Pernyataan Politik Pmii Cabang Ngawi Periode 2011-2012. &lt;span style="color: black;"&gt;Dalam sidang pleno komisi ini peserta sangan serius sekali, mulai dari presentasi hasil komisi masing dan sesi pertanyaan dari peserta lainya. setelah membacakan hasil pleono komisi dari masing kelompok selanjutnya ke agenda acara berikutnya yaitu penyampaian LPJ periode kepengurusan 2009-2010. sebelum agenda acara ini disepakati peserta meminta acara ini dilanjutkan esok hari karena karena kebanyakan peserta sudah mulai lelah. akhirnya peserta lewat panitia SC menyepakati acara ini dilanjutkan esok hari sesuai kesepakat acara akan dimulai pukul 09:00.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;memasuki hari berikutnya acara dilanjutkan pagi hari sesuai kesepakatan peserta dan panitia acara dimulai pukul 09:00 tepat. Selanjutnya sidang plenio III yaitu penyampaian laporan pertanggungjawaban kepengurusan periode 2009-2010, pandangan umum, dan jawaban atas pandangan khusus. Proses penyampaian pertanggungjawaban oleh Ketua Umum periode 2009-2010, Husaini Amar berlangsung cukup serius. Dengan LPJ yang disusun dengan tebal, Husaini Amar &amp;nbsp;berusaha menyakinkan kepada seluruh peserta Konfercab bahwa kepengurusan yang ia pimpin cukup berhasil walaupun masih ada kekurangan yang patut dievaluasi. Sidang Pleno II mulai serius saat peserta mempunyai kesempatan untuk berkomentar. Peserta mengkritik maupun memuji dalam susasana yang serius. Perdebatan pun tidak dapat dielakkan. Dari seluruh pandangan umum yang dikemukakan, akhirnya disimpulkan bahwa Pertanggungjawaban kepengurusan periode 2009-2010 cukup baik dan bisa diterima. Suasana menjadi semakin sejuk menjelang pengesahan pertanggungjawaban yang dilaksanakan saat itu juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya agenda puncak konfercab dilaksanakan pada siang hari dalam Sidang Pleno IV. Sidang ini adalah sidang yang paling ditunggu oleh seluruh peserta karena ada pemilihan Ketua Umum dan Tim Formatur baru periode 2011-2012. Pemilihan dimulai dengan peserta mencalonkan nama-nama yang pantas untuk mengemban amanat sebagai Ketua Umum PMII Cabang Ngawi secara tertutup (tertulis). Pemilihan Ketua Umum pun berlangsung. Peserta menggunakan hak pilihnya melalui kertas yang telah disediakan oleh panitia. Setelah melalui penghitungan suara, Ketua Umum pun terpilih.Dari nama-nama yang diusulkan, dipilih 6 orang yang masuk pada putaran pertama. pada putaran pertama ini Aris Trisilo Wibowo terpilih menjadi Ketua Umum Periode 2011-2011. Aris Trisislo W ketika dimintai kesediaannya, respon masing-masing beragam. Aris mengawali mengeluarkan pernyataan bahwa ia bersedia untuk dipilih menjadi Ketua Umum dengan berbagai pertimbangan dan alasan.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Goodness! It's Aris TW !&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Untuk menentukan kepengurusan periode 2011-2012, maka dilaksanakanlah penetapan tim formatur yang terdiri Ketua Umum baru, mantan Ketua Umum sebelumnya, dan 4 orang yang dipilih oleh peserta. Pemilihan untuk kedua kalinya pun dilaksanakan pada siang yang semakin terasa panas di ruang sidang. Kertas pemilihan diedarkan lagi untuk menentukan 4 nama yang layak menentukan formasi kepengurusan baru PMII Cabang Ngawi. Dari beberapa nama yang diusulkan, 4 orang yang memperoleh suara terbanyak menurut abjad adalah Agus Susanto, Sudarsono, Iswatul Hasanah, Sya’roni. Mereka berempat bersama mantan dan Ketua Umum baru bertugas untuk membentuk kepengurusan baru periode 2011-20&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;12.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-6982443696976497292?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/6982443696976497292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/05/selamat-dan-sukses-dialog-publik-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/6982443696976497292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/6982443696976497292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/05/selamat-dan-sukses-dialog-publik-dan.html' title='Selamat Atas Terlaksananya Dialog Publik  dan Konfercab VI PC PMII Ngawi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-Z6OjWKpz_Ec/TeO4X88c3nI/AAAAAAAAAKY/BQrjVuDIMSo/s72-c/DSC01041.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-4665861035411857930</id><published>2011-04-05T21:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-05T22:10:01.233-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pramoedya Ananta Toer'/><title type='text'>Pram, Buku dan Sastra Rasa Penjara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-LCHLdCN9HVY/TZvvWoeM9-I/AAAAAAAAAKQ/CW-_F_nkxMU/s1600/0252594p.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="164" src="http://1.bp.blogspot.com/-LCHLdCN9HVY/TZvvWoeM9-I/AAAAAAAAAKQ/CW-_F_nkxMU/s320/0252594p.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Membincangkan Pramoedya Ananta Toer atau lebih dikenal Pram memang  tak ada habis-habisnya, terbukti Pram, Buku dan Sastra Rasa Penjara  satu lagi buku biografi menambah  khasanah dalam hal itu. Pram memang menarik untuk dibahas, dari sudut  manapun terlebih jalan hidupnya yang berliku tak sewajarnya sebagai  seorang tokoh perjuangan yang pada akhirnya lebih memainkan penanya dari  pada terjun langsung dalam kancah politik nasional. Tapi jangan dikira,  menjadi pengarang, menjadi sastrawan justru Pram telah membuat jalur  sendiri dan menarik lawan politiknya untuk ikut dalam konsep permainan  tinta hitamnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Buku Muhammad Rifai, dengan judul Pramoedya Ananta  Toer ini memang tidak menghadirkan kebaruan baik data maupun  fakta-fakta sejarah, dia hanya merangkumnya, meramunya serta menghimpun  cerita-cerita yang berserakan disekitar Pram. Tapi ini patut diapresiasi  khususnya bagi mereka yang hendak melakukan penelitian mengenai sosok  pram maupun bagi Pramis sendiri. Ada beberapa yang menarik perhatian,  selain sejumlah karya baik yang dapat terselamatkan ataupun karya-karya  yang dihilangkan penguasa sampai cerita dinominasikannya Pram untuk  hadiah Nobel Sastra, hal itu pertama, ada dua periode yang menjadi  pertentangan besar kalangan sastrawan sebut saja Kelompok Manikebu  dengan Lekra (Lembaga Kebudayaan Rakyat) yang didalamnya ada Pram, yaitu  ketika Lekra memenangkan pertaruangan politik dengan ujung dilarangnya  kelompok Manikebu oleh Soekarno karena menghalangi cita-cita Revolusi,  satu kemenangan Pram secara nyata dengan realisme sosialisnya; dan  kelompok Manikebu juga kemudian bersitegang kembali dengan Pram ketika  Pram akan dianugerani hadiah Magsaysay Award, tokoh sastra seperti  Muchtar Lubis, H.B. Jassin, Asrul Sani, Rendra, Taufik Ismail,  Ikranagara da 26 pengarang lainnya melakukan protes terhadap keputusan  Yayasan dan mendesaknya membatalkan keputusan tersebut. Alasan mereka  peran terkemuka yang selama bertahun-tahun dimainkan Pram sebagai pemuka  lekra dalam penindasan terhadap seniman yang tidak sepaham dengan dia,  mereka juga berkata “dia memimpin penindasan kreativitas penulis,  dramawan, sineas, pelukis dan musikus non komunis, melecehkan kebebasan  ekpresi, menyambut pelarangan buku dan piringan hitam dan mengelu-elukan  pembakaran buku besar-besaran di Jakarta dan Surabaya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Disebut  juga sebagai faktor pemberat bahwa ‘sebegitu jauh Pramoedya tidak pernah  menyesalkan peran yang dilakukannya dahulu, tidak pernah mengakui  seluruh sepak-terjangnya dimasa itu sebagai tindakan pemberangusan  kemerdekaan kreatif yang dilakukan secara sistematik’, saya menyangkan  pendapat Rifai dalam hal ini, dia seolah memberikan simpulan dari  kejadian masa lalu yang masih abu-abu itu. Rifai berkata “Pram tetap  keras kepala menolak bertobat dan meminta maaf atas kelakuannya sebagai  pemuka Lekra. Ia tetap penuh amarah terhadap perlakuan yang ia derita  selama 20 tahun lebih.” Pernyataan ini dapat disimpulkan oleh pembaca  bahwa Pram benar melakukan apa seperti yang dituduhkan kelompok Manikebu  yang minus Goenawan Mohamad, Arif Budiman dan Ajip Rosidi karena mereka  justru berada pada kelompok yang kembali memberikan ruang bagi  pencarian jalan tengah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Saya tertarik dengan pernyataan Arif  Budiman yang bijaksana “kita menciptakan budaya baru di mana kita saling  menghormati martabat orang lain, meskipun dia berlainan pendapat dengan  kita. Saya terntu berharap bahwa karena sikap saya ini, Pram akan  menjadi setuju dengan saya, bahwa bagi seorang intelektual, kebebasan  manusia lebih bernilai&amp;nbsp; ketimbang kekuasaan”, bahkan Goenawan Muhamad  sendiri mempunyai alasan dan tidak menandatangani nota protes tersebut  yaitu bahwa Pram masih belum bebas, belum dipulihkan hak-hak sipilnya,  masih ada pelarangan terhadap bukunya, pelarangan bepergian ke luar  negeri, dan lain-lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jadi simpulan yang masih wilayah  kontroversi itu malah akan membuat kontoversi lain lagi. Kedua, pelakuan  penindasan, penyiksaan dan tahanan tanpa proses pengadilan yang  diterima Pram baik pada masa Orde Soekarno maupun Orde Soeharto oleh  Pram tidak dibalas dengan menjelek-jelekan Indonesia begitu bahasa  penulis buku tersebut, dalam karya-karyanya Pram mengajak seluruh rakyat  dan penguasa Indonesia untuk tidak melupakan para pahlawan yang  memberikan sumbangan tenaga, pikiran, harta dan nyawanya untuk  kemerdekaan dan kemajuan bangsa Indonesia. Dengan Pram-lah nama  Indonesia menjadi terkenal di dunia Internasional lewat buku-buku yang  humanisnya serta sarat dengan ajaran-ajaran kemanusiaan, keadilan dan  perjuangan HAM-nya. Pertanyaannya, selain Pram pada kedua era tersebut  siapa lagi Sastrawan yang dapat kita banggakan, mengharumkan nama  bangsanya, kelompok Manikebu yang tetap menghirup udara bebas pun tak  mampu melakukannya!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Itu fakta sejarah yang harus dicatat dengan  tinta emas, bahwa bangsa Indonesia bangga pernah memiliki seorang  sastrawan yang mencapai tingkatan paripurna.&amp;nbsp; Dan bagi saya, bintang  mahaputra itu harus segera disematkan pada dada kirinya walau beliau  kini telah tiada, penghargaan terbaik dari bangsa untuk sastrawan yang  jadi pahlawan. Jadi, gelar pahlawan itu tak hanya kita berikan pada  mereka yang pernah mengangkat senjata bertempur walau jadi tukang bawa  peluru tapi bagi sastrawan yang benar-benar telah berjasa memberikan  pencerahan dan petunjuk jalan, jadi lentera bagi bangsanya, dalam hal  ini saya setuju dengan yang dikemukakan penulis dalam hal nasionalisme  Pram yaitu Pram tidak menyetujui penjajahan karena penjajahan telah  merusak sendi kehidupan masyarakat, berbangsa termasuk sendi kehidupan  keluarga dan menyengsarakan kehidupan manusia, konsepsi nasionalisme  Pram dipengaruhi oleh pemikiran revolusi sosialis atau nasionalisme  kiri, hal tersebut terlihat dari aspek humanisme, sosialisme, kebencian  terhadap barat-asing nasionalisme dari spirit rakyat yang minoritas dan  tertindas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dan perkembangan konsepsi nasionalisme Pram di era Orba  bagaimana nasionalisme keindonesiaan dikontektualkan dengan perlawanan  atau penentangan adanya kekuasaan yang absolut, tiran, korup, formalis,  dan administratif, dimana Pram berkeinginan kekuasaan yang memberikan  kebebasan berekspresi dan berkreasi dan terutama memikirkan kemiskinan  warganya; ketiga, berkaitan dengan pelarangan buku yang pernah diderita  Pram selama perode kepengaranganya, yang dalam hal ini dimulai semenjak  penyerbuan rumah yang sekaligus perpustakaannya pada medio Oktober 1965  dan beberapa buku yang dilarang pihak Kejaksaan, dalam buku ini masih  ditulis adanya pelarangan buku tetapi semenjak diumumkan oleh Ketua  Mahkamah Konstitusi Mahfud MD pada 13 Oktober lalu, pelarangan barang  cetakan, termasuk buku, kini hanya dapat dilakukan melalui proses hukum  dan diputuskan oleh pengadilan. Putusan ini merupakan tanggapan Mahkamah  Konstitusi atas permintaan uji materi terhadap UU No 4/PNPS/1963 yang  diajukan oleh sejumlah penulis, penerbit, dan peminat bahan bacaan sejak  akhir tahun lalu sampai awal tahun ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menanggapi hal tersbeut,  saya sependapat dengan Atmakusumah (Kompas, 18 Oktober 2010) bahwa  larangan peredaran buku tidak pernah efektif dalam situasi politik apa  pun. Termasuk pada 30 tahun masa pemerintahan otoriter Orde Baru dan  dalam suasana yang sama selama 10 tahun terakhir masa Orde Lama.  Buku-buku karya sastrawan Pramoedya Ananta Toer, misalnya, beredar luas  di negeri kita pada masa Orde Baru walaupun dilarang oleh Kejaksaan  Agung. Meski seorang penjual eceran buku Pramoedya di Yogyakarta  ditangkap dan dijatuhi hukuman penjara oleh pengadilan negeri, ada  keluarga pembaca yang memiliki tiga sampai empat eksemplar dari setiap  karya Pramoedya. Ini karena semua anggota keluarga berminat membaca  buku—yang terbit selama masa pelarangan—pada waktu bersamaan tanpa harus  bergiliran. Kita lihat saja faktanya, buku-buku Pramoedya yang dilarang  beredar di Indonesia pada masa Orde Baru menjadi bacaan wajib bagi para  mahasiswa jurusan sastra di Malaysia. Salah satu novelnya, yang  diterbitkan di Malaysia, memasang foto Wakil Presiden Adam Malik di  halaman kulit belakang dan komentarnya yang memuji karya sastra  Pramoedya. Jadi seperti dikatakan Dr. Yudi Latif yang tampil sebagai  ahli dalam persidangan putusan tentang nasib buku, beliau mengatakan  “[Hari ini kita menarik] garis batas antara masa lalu dan masa depan,  antara otoritarianisme dan demokrasi, antara masyarakat beradab dan  masyarakat biadab.” Dan kini saatnya buku-buku Pram menjadi bacaan wajib  juga anak-anak negeri ini, tentunya dengan satu tujuan agar jika kelak  jadi penguasa tak berlaku keliru bahkan salah seperti yang pernah  dilakukan masa Orde Lama maupun Orde Baru dan terakhir Orde Reformasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-4665861035411857930?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/4665861035411857930/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/04/pram-buku-dan-sastra-rasa-penjara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4665861035411857930'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4665861035411857930'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/04/pram-buku-dan-sastra-rasa-penjara.html' title='Pram, Buku dan Sastra Rasa Penjara'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-LCHLdCN9HVY/TZvvWoeM9-I/AAAAAAAAAKQ/CW-_F_nkxMU/s72-c/0252594p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-7444689282005390024</id><published>2011-03-30T03:41:00.000-07:00</published><updated>2011-03-30T03:41:08.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='PB IKAPMII'/><title type='text'>Gus Choi: PMII Sebaiknya Tetap Independen</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #ff9900; font-size: small;"&gt;Rabu, 30 Maret 2011 11:29&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://www.pmiingawi.blogspot.com/" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/-sGUY_1c2uMk/TZMIF_hHIyI/AAAAAAAAAKM/gjq2LGWirSc/s200/104747_effendy-choirie_300_225.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Menanggapi munculnya pernyataan dan desakan Pengurus Besar Nahdlatul  Ulama (PBNU) dalam Rapat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pleno PBNU di Pesantren Krapyak, Yogyakarta,  Senin (28/3) lalu, yang meminta agar organisasi kemahasiswaan Pergerakan  Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali menjadi badan otonom NU,  mantan Ketua PB PMII A Effendy Choirie menegaskan jika PMII sebaiknya  tetap independen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Secara organisasi PMII harus tetap independen, tapi secara program  kegiatan bisa interdependen dengan NU. Hal itu penting karena banyak  kader PMII justru bukan berasal dari kalangan santri atau kalangan  nanhdliyyin, melainkan banyak dari luar kalangan NU,” tandas Gus Choi  sapaan akrab Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Alumni PMII ini di  Jakarta, Rabu (30/3).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Diakui, jika fakta sejarahnya PMII dilahirkan oleh NU, sebagaimana  Partai Kebangkitan Bangsa, yang dibidani oleh mantan Ketua Umum PBNU KH  Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rais Aam KH Ilyas Ruchiyat, KH Mustofa  Bisri, KH Muhitz Muzadi dan KH Munasir Ali.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Namun demikian lanjut Gus Choi, kalau PBNU mau bikin organisasi  mahasiswa sendiri karena PMII tidak mau menjadi Badan Otonom (Banom) NU,  itu tidak masalah. Hanya saja Effendy Choirie khawatir, nasibnya akan  sama seperti Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), yaitu eksklusif,  tertutup dan tidak bisa berkembang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Oleh sebab itu pihak tetap berharap, PMII harus sama seperti Himpunan  Mahasiswa Islam Indonesia (HMI). Hanya saja PMII tetap memiliki  sepesialisasi program kegiatannya yaitu Islam Ahslussunnah wal jamaah  (Aswaja). Sebagaimana juga visi dan misi serta ideologi keislaman yang  dikembangkan oleh NU. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Kalau PBNU mau mendirikan organisasi mahasiswa baru, maka akan menjadi  eksklusif dan tidak akan berkembang luas. Seperti halnya IMM, yang hanya  diikuti oleh mahasiswa Muhammadiyah. Toh, dengan tetap seperti sekarang  ini PMII tetap komitmen untuk memperjuangankan nilai-nilai dan  prinsip-prinsip NU dan Aswaja,” ujar Gus Choi. (amf)&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-sGUY_1c2uMk/TZMIF_hHIyI/AAAAAAAAAKM/gjq2LGWirSc/s1600/104747_effendy-choirie_300_225.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;NU Online.com &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-7444689282005390024?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/7444689282005390024/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/03/gus-choi-pmii-sebaiknya-tetap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/7444689282005390024'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/7444689282005390024'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/03/gus-choi-pmii-sebaiknya-tetap.html' title='Gus Choi: PMII Sebaiknya Tetap Independen'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-sGUY_1c2uMk/TZMIF_hHIyI/AAAAAAAAAKM/gjq2LGWirSc/s72-c/104747_effendy-choirie_300_225.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-5356355657990063004</id><published>2011-03-25T04:46:00.000-07:00</published><updated>2011-03-25T04:48:39.303-07:00</updated><title type='text'>Sisi Lain Kongres PMII XVII: Lain Pedagang, Lain Sopir Angkot</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh6.googleusercontent.com/-RjWdexjtiSc/TYyAe8jueyI/AAAAAAAAAKI/A6QuYHVhWXI/s1600/gambar_berita_5.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="https://lh6.googleusercontent.com/-RjWdexjtiSc/TYyAe8jueyI/AAAAAAAAAKI/A6QuYHVhWXI/s320/gambar_berita_5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BANJAR BARU-“Ini bukan momen lebaran apalagi tahun baru, tapi  harga-harga koq pada naik ya..”, kata seorang sahabat. Salah satu  fenomena yang menarik di kongres kali ini adalah kebijakan para pedagang  yang menaikkan harga Gila-gilaan. Pentol yang biasanya harganya  Rp.200,- naik menjadi Rp.500,- bahkan Rp.1000,-. Secangkir Kopi dihargai  Rp.4000,-. Mie Instan Rebus Rp.7000,-. Mie Ayam dihargai Rp.10.000,-  per mangkuk. Nasi bungkus Rp.11.000,-. Gorengan Rp.1500,-/buah. Kerupuk  Rp.1500,-/bungkus. Itu masih soal makanan dan minuman, lain lagi dengan  urusan pakaian,aksesoris dan pernak-pernik oleh-oleh. Harganya bisa naik  tiga kali lipat dari harga biasa. Kenaikan-kenaikan tersebut berlaku  dalam radius kurang lebih 50 m dari arena kongres&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya para pedagang sengaja memanfaatkan momen kongres untuk menaikkan  omset mereka. Namun, meski demikian jualan mereka yang harganya  berkali-kali lipat mahalnya tetap laris manis. Sahabat-sahabati  senusantara selalu memadati warung-warung yang ada. Pagi siang sore  hingga malam. Mungkin ini tanda bahwa urusan kantong tidak perlu  dipusingkan. Yang menjadi ikhwal untuk dipikirkan hanyalah urusan  KONGRES. Bagaimana membuat kongres ini menghasilkan produk-produk hukum,  gagasan, dan gerakan yang lebih baik, itulah yang harus dipikirkan. Mau  harga-harga naik berjuta kali lipat biarlah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain pedagang, lain cerita dengan sopir angkot. Di tengah hiruk-pikuknya  kongres, para sopir angkot mengambil sikap tidak menaikkan ongkos.  Tetap Rp. 3000,- sama dengan ongkos angkot di Surabaya. Entah apa  pertimbangan, alasan maupun tujuannya yang jelas ini merupakan sikap  yang luar biasa dari orang-orang sopir angkot. Duga menduga, mungkin  karena ke-angkot-an ada aturan UU-nya mengenai harga sementara urusan  jualan tidak ada. Sehingga wajar kalau ongkos tidak naik. Sementara itu,  mungkin para pedagang yang berjualan di sekitar kongres harus  mengahadapi kenyataan adanya pajak yang tinggi, sehingga harus menaikkan  harga. Dari itu semua yang jelas, [semoga] sahabat-sahabat tetap cinta  dan tidak lupa bahwa pedagang dan sopir angkot adalah bagian dari  masyarakat kecil yang wajib dibela kesejahteraannya. &lt;b&gt;(Ghof-1011/Liputan Kongres)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-5356355657990063004?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/5356355657990063004/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/03/sisi-lain-kongres-pmii-xvii-lain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5356355657990063004'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5356355657990063004'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/03/sisi-lain-kongres-pmii-xvii-lain.html' title='Sisi Lain Kongres PMII XVII: Lain Pedagang, Lain Sopir Angkot'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh6.googleusercontent.com/-RjWdexjtiSc/TYyAe8jueyI/AAAAAAAAAKI/A6QuYHVhWXI/s72-c/gambar_berita_5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-2368414513616612960</id><published>2011-03-01T20:29:00.000-08:00</published><updated>2011-03-01T20:49:00.431-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Ilusi Negara Islam'/><title type='text'>Buku Ilusi Negara Islam Diperbanyak di Empat Negara</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://lh3.googleusercontent.com/-BPqPUYg-87U/TW3GVHKxMbI/AAAAAAAAAKA/-0CrCDRaLoM/s1600/ilusi-negara-islam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://lh3.googleusercontent.com/-BPqPUYg-87U/TW3GVHKxMbI/AAAAAAAAAKA/-0CrCDRaLoM/s1600/ilusi-negara-islam.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;Buku yang berjudul Ilusi Negara  Islam yang menceritakan tentang ekspansi gerakan Islam transnasional di  Indonesia, akan diperbanyak di empat negara di dunia yakni Turki, Arab  Saudi, Inggris dan Amerika Serikat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt; "Saya menilai buku ini  sangat bagus karena menceritakan Islam yang sebenarnya," kata C Holland  Taylor, pendiri-bersama LibForAll Fundation, saat menghadiri peluncuran  buka hasil editorial mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid (&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Gus Dur&lt;/a&gt;)  bersama sejumlah pimpinan Nahdhatul Ulama (&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;NU&lt;/a&gt;) mantan pimpinan  Muhammadyah, di Jakarta, Sabtu malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt; Buku ilusi negara Islam  yang merupakan hasil penelitian selama lebih dari dua tahun, mengungkap  asal usul, ideologi, dana, agenda dan gerakan transnasional dan kaki  tangannya di Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;  Menurut Holland Taylor, buku Ilusi Negara Islam itu, adalah  suatu ediologi Islam yang membahas tentang kehidupan Islam melalui  perjuangan jihad yang diartikan bahwa Islam dengan jihad bukan merupakan  kekerasan tetapi Jihad itu adalah usaha yang dilaksanakan oleh kaum  muslim dengan cara yang benar tanpa melalui &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;kekerasan&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt; Buku  setebal 321 halaman diterbitkan PT Desantara Utama Media yang bekerja  sama dengan LibForAll Fundation, sebuah lembaga non-pemerintah yang  memperjuangkan terwujudnya kedamaian, &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/2011/03/buku-ilusi-negara-islam-diperbanyak-di.html"&gt;kebebasan&lt;/a&gt;, dan &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;toleransi&lt;/a&gt; di  seluruh dunia yang diilhami oleh warisan tradisi dan budaya bangsa  Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt; Holland Taylor mengatakan, masyarakat dunia, masih  banyak yang menganggap bahwa Islam itu penuh dengan kekerasan, padahal  setelah dirinya mempelajari lebih dalam tentang ajaran Islam ternyata  anggapan oleh sebagian orang Islam radikal maupun non Islam tidaklah  begitu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt; Ia mengatakan buku yang terbitkan dengan melibatkan  sejumlah ulama terkemuka di Indonesia seperti, KH Ahmad Safii Maarif  (mantan ketua Muhammadyah), KH Mustofa Bisri dan Azyumarrdi Azra dan  Romo Franz Magnis Suseno sebagai salah satu penasihat LibForAll.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;  Buku tersebut menceritakan bahwa Islam sebagai "Rahmatan Lil-Alamin"  itu maksudnya adalah siapa pun di seluruh dunia yang berhati baik,  berkemauan baik, dan punya perhatian kuat pada usaha-usaha mewujudkan  kedamaian, kebebasan dan toleransi secara kultur adalah keluarga Islam  yang bersaudara. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt; Holland yang merupakan orang Amerika Seikat  yang cukup mendalam mempelajari Islam di Tanah Air itu mengganggap bahwa  dengan hadirnya buku ini, akan membuka pikiran pemabacanya yang bukan  hanya umat Muslim yang beraliran keras tetapi juga bagi umat non Muslim  yang mau tahu tentang kehidupan Islam yang sebenarnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt; "Islam di  Indonesia, kami telah membentuk sebuah jejaring para pembuat pendapat  dalam bidang agama, pendidikan, budaya populer, pemerintah, bisnis, dan  media yang bekerja untuk mempertahankan budaya mereka yang mendorong  toleransi antar umat beragama dalam menghadapi gelombang baru  ekstremisme yang melanda seluruh dunia Muslim," katanya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt;  Disamping itu, dengan kerjasama usaha LibForAll di Indonesia untuk  mengekspor wajah Islam yang penuh senyum, dengan menghubungkan para  pemimpin Muslim "&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/2011/03/buku-ilusi-negara-islam-diperbanyak-di.html"&gt;moderat&lt;/a&gt;" "dalam sebuah jejaring mercu suar di dalam  dunia Muslim yang akan mendorong terciptanya toleransi dan kebebasan  berpikir dan beribadah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Times New Roman; font-size: medium;"&gt; Sebagai gambaran LibForAll Foundation, sebuah lembaga nirlaba bermarkas di Indonesia dan AS yang bekerja untuk melawan ekstremisme keagamaan dan menolak penggunaan terorisme.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Bagaimana sebenarnya isi buku ini, dapat anda download dari link-link berikut:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7944330/cover-buku_ilusi_negara_islam.pdf.html"&gt;cover download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7944332/preface-prolog_ilusi_negara_islam.pdf.html"&gt;preface download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7944338/pengantar-editor_ilusi_negara_islam.pdf.html"&gt;pengantar editor download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7944350/bab-2_ILUSI_NEGARA_ISLAM.pdf.html"&gt;bab II download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7944363/bab-3_ILUSI_NEGARA_ISLAM.pdf.html"&gt;bab III download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7944372/bab-5_ILUSI_NEGARA_ISLAM.pdf.html"&gt;bab V download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7944396/epilog_ILUSI_NEGARA-ISLAM.pdf.html"&gt;Epilog download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7944409/lampiran-1_ILUSI_NEGARA_ISLAM.pdf.html"&gt;Lampiran I download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7944408/lampiran-2_ILUSI_NEGARA_ISLAM.pdf.html"&gt;Lampiran II download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7944414/daftar-bibliografi_ILUSI_NEGARA_ISLAM.pdf.html"&gt;Daftar Bobliografi download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/7944473/GAMBAR_KAOS_ILUSI_NEGARA_ISLAM_1.jpg.html"&gt;Kaos Ilusi Negara Islam download&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-2368414513616612960?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/2368414513616612960/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/03/buku-ilusi-negara-islam-diperbanyak-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/2368414513616612960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/2368414513616612960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/03/buku-ilusi-negara-islam-diperbanyak-di.html' title='Buku Ilusi Negara Islam Diperbanyak di Empat Negara'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='https://lh3.googleusercontent.com/-BPqPUYg-87U/TW3GVHKxMbI/AAAAAAAAAKA/-0CrCDRaLoM/s72-c/ilusi-negara-islam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-2197769560372934047</id><published>2011-02-11T08:23:00.000-08:00</published><updated>2011-02-11T08:23:42.198-08:00</updated><title type='text'>Penyerahan hasil penggalangan dana ditolak Menakertrans</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/-_KAs64W3dBQ/TVVhyN9nhEI/AAAAAAAAAJk/HMbmgF_-f6s/s1600/kriminal_20110207-153122.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="181" src="http://4.bp.blogspot.com/-_KAs64W3dBQ/TVVhyN9nhEI/AAAAAAAAAJk/HMbmgF_-f6s/s200/kriminal_20110207-153122.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Komhukum (Jakarta) – &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Siang  ini, tepat pukul 12.00 wib, Migrant Care sebagai jaringan pemulangan  TKI, mendatangi kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, di  Jalan Gatot Subroto Jakarta. Mereka menemui Menakertrans Muhaimin  Iskandar di ruang kerjanya, untuk menyerahkan hasil penggalangan dana Rp  1000 untuk pemulangan TKI. Pertemuan antara Migrant Care dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menakertrans &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;dilakukan secara tertutup, Senin (7/2/11).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;enyerahan secara simbolik hasil penggalangan dana tersebut &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;ditolak oleh &lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Muhaimin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; Iskandar&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menurut menteri, p&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;ihak yang seharusnya menerima adalah Kemenlu. "Salah alamat kalau ke sini," ujar Muhaimin di ruang kerjanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Begitu  Menakertrans tidak menerima, pihak Migrant Care mengatakan akan  memberikan hasil penggalangan dana kepada Kemenlu. "Dari pihak  Menakertrans tidak menerima dana ini, dan sebaiknya diserahkan ke  Kemenlu, karena sebagai lead dari proses pemulangan TKI di Arab adalah  Kemenlu," kata Anis Hidayah, aktifis Migrant Care.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Penggalangan  dilakukan selama satu bulan, 12 Januari-7 Februari 2011. Selama  penggalangan dana tersebut, Migrant Care telah berhasil mengumpulkan  dana sebesar Rp 113.400.430,22. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dana  cash yang diberikan kepada Muhaimin sebesar Rp 15.576.900. Sedangkan  dana yang terkumpul dalam rekening sebesar Rp 97.823.530,22.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Penggalangan  dana dilakukan di dalam dan luar negeri. Tercatat 20 kota yang  melakukan penggalangan dana, sedangkan penggalangan dana di luar negeri  dilakukan di 8 negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ini  merupakan bentuk kritik yang disampaikan kelompok masyarakat sipil  kepada pemerintah. Hingga kini, pemerintah belum merealisasikan janjinya  untuk memulangkan TKI yang terlantar di kolong jembatan Kandara, Saudi  Arabia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;"Ini bagian dari tanggung jawab negara, konstitusi kita juga bilang begitu," kata Anis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Di  lain pihak, Muhaimin mengatakan bahwa kesulitan yang dialami pemerintah  dalam pemulangan TKI adalah pada perizinan keluar dari pemerintah Saudi  Arabia. "Kesulitannya adalah izin keluar dari negara Saudi," ujar  Muhaimin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Aksi  ini telah membuktikan kekuatan masyarakat sipil lebih besar  dibandingkan peran negara, dalam perlindungan warganya. Pemerintah  dianggap lemah dalam melindungi warga negaranya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menyikapi  penolakan yang dilakukan Menakertrans, Anis mengatakan akan tetap  menyampaikan aspirasi masyarakat. "Tidak jadi persoalan kalau  partisipasi masyarakat tidak diteri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;ma&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; oleh pemerintah, tetapi kami akan tetap menyampaikan ini," jelas Anis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; (K-2/&lt;/span&gt;&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Prima Gumilang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Verdana&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;http://www.komhukum.com/kriminal-feed-1175&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;http://rp1000untuktki.net/2011/02/08/penyerahan-hasil-penggalangan-dana-ke-menaker-tapi-ditolak/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-2197769560372934047?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/2197769560372934047/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/02/penyerahan-hasil-penggalangan-dana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/2197769560372934047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/2197769560372934047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/02/penyerahan-hasil-penggalangan-dana.html' title='Penyerahan hasil penggalangan dana ditolak Menakertrans'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/-_KAs64W3dBQ/TVVhyN9nhEI/AAAAAAAAAJk/HMbmgF_-f6s/s72-c/kriminal_20110207-153122.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-2241764876879855305</id><published>2011-01-22T02:39:00.000-08:00</published><updated>2011-01-22T02:39:11.937-08:00</updated><title type='text'>Karya Pramoedya, Bacaan Wajib Para Aktivis</title><content type='html'>&lt;h5 style="text-align: justify;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TTqzZWpqrRI/AAAAAAAAAIw/lSh-GF-qL9E/s1600/2gEVDBupEQ.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="http://2.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TTqzZWpqrRI/AAAAAAAAAIw/lSh-GF-qL9E/s320/2gEVDBupEQ.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;BOGOR &lt;/strong&gt;-  Banyak orang bilang, seseorang belum resmi menjadi aktivis jika belum  mengenal sastrawan Pramoedya Ananta Toer, serta melahap habis  karya-karyanya. Tulisan-tulisan Pram memang menggugah semangat, meski  tidak ditulis dengan gaya provokatif dan menghakimi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku-buku  Pram juga menjadi pemompa semangat para aktivis mahasiswa di awal dekade  1998, untuk mengobarkan semangat reformasi serta menggulingkan rezim  Orde Baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kata Bapak kepada mahasiswa, sebelum reformasi baca  buku saya dulu. Hal itu diakui oleh para mahasiswa yang memang mengaku  tergerak dengan buku-buku Pak Pram," tutur Astuti, puteri keempat  Pramoedya saat ditemui okezone, di kediamannya yang asri di Kawasan  Bojong Gede,  Bogor, Jawa Barat, Selasa (15/06/2010).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan,  kata Astuti, semangat perjuangan ayahnya masih terpancar dari mukanya  sesaat sebelum pria kelahiran Bolra Jawa Tengah 6 Februari 1925 ini  menghembuskan nafas terakhirnya. Pramudya sempat mengepalkan tangan  kirinya sambil terbaring lemah untuk menyemangati para pemuda. Pesan itu  bahkan sengaja diukir pada nisan makam ayahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pesannya pemuda  harus lahirkan pemimpin. Menurut Bapak, mengapa pada zaman Soekarno  yang dalam keadaan dijajah bisa menghasilkan pemimpin dan kenapa  sekarang sulit?" katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan perjuangan memang kental dalam  torehan-torehan pena Pramoedya. Sebut saja dalam tetratrologi Bumi  Manusia (Bumi Manusia, Jejak Langkah, Anak Semua Bangsa dan Rumah Kaca),   Gadis Pantai, Nyanyian seorang bisu I, dan II, Di Tepi Kali Bekasi,  Jalan Raya Pos Jalan Daendels. Atau Arok-Dedes, yang alur ceritanya  dibuat seperti menyimpang dari sejarah yang biasanya dibaca di buku-buku  sejarah atau dikisahkan oleh orang tua kepada anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti  kritis sosial yang Pram sampaikan dalam Bumi manusia yang menggambarkan  perjuangan RM Tirto Adisuryo, seorang tokoh pergerakan pada zaman  kolonial yang mendirikan Sarekat Priyayi (organisasi nasional pertama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Latar  sosial yang mencakup penggambaran kondisi masyarakat, kelompok-kelompok  sosial, adat kebiasaan, cara hidup, bahasa, Pram ramu sedemikian apik  dalam novel sebagai sarana dia berjuang.&lt;b&gt;(ded)&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;b&gt;www.okezone.com &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-2241764876879855305?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/2241764876879855305/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/01/karya-pramoedya-bacaan-wajib-para.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/2241764876879855305'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/2241764876879855305'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/01/karya-pramoedya-bacaan-wajib-para.html' title='Karya Pramoedya, Bacaan Wajib Para Aktivis'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TTqzZWpqrRI/AAAAAAAAAIw/lSh-GF-qL9E/s72-c/2gEVDBupEQ.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-966835385292072064</id><published>2011-01-05T11:46:00.000-08:00</published><updated>2011-01-05T11:46:34.355-08:00</updated><title type='text'>Korp PMII Putri (KOPRI)  PMII Ajak Perempuan Tingkatkan Peran Bangun Bangsa</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TSTKfgH1UsI/AAAAAAAAAIs/t5AUdi1b1Q4/s1600/kopri-pmii.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TSTKfgH1UsI/AAAAAAAAAIs/t5AUdi1b1Q4/s320/kopri-pmii.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Padang Pariaman.&lt;br /&gt;Kopri Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII)  mengajak semua elemen bangsa untuk terus bekerja keras membenahi kondisi  bangsa Indonesia yang semakin mengkuatirkan. PMII juga terus berupaya  mendorong perempuan untuk mampu berperan lebih baik dalam kehidupan  berbangsa dan bernegara.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Wakil Ketua Kopri PB PMII Irma Muthoharoh  mengungkapkan hal itu dalam seminar gender bertemakan, Perempuan Sebagai  Sumberdaya Manusia Penting Dalam Pembangunan, di Pariaman, Rabu  (29/12/2010), aula SMKN 2 Pariaman. Seminar diselenggarakan Kopri PMII  Cabang Pariaman menampilkan pemateri Irma Muthoharo, Ketua TP PKK Kota  Pariaman diwakili Ketua Pokja II Hj. Martini Mahyuddin, Ketua Bundo  Kanduang Pariaman Dra. Arrahmi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Menurut Irma, diakui cukup banyak tokoh-tokoh  perempuan lokal yang sudah memberikan kontribusi dalam sejarah dan  pembangunan bangsa Indonesia. Baik mereka yang bergerak di bidang  pendidikan, pejuang kemerdekaan maupun di sector lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;“Kopri sendiri merupakan wadah perempuan PMII  untuk meningkatkan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.  Penguatan Kopri PMII merupakan bagian dari penguatan perempuan  Indonesia,” kata Irma.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Ketua Bundo Kanduang Pariaman Arrahmi  menambahkan, bundo kanduang yang merupakan ibu sejati dalam kehidupan  adat Minangkabau merupakan kunci sukses pembangunan. “Kunci sukses  perempuan&amp;nbsp; tersebut harus dibarengi dengan wawasan intelektual,  emosional dan spiritual. Perempuan sukses harus memiliki kecakapan  sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan zaman,” kata Arrahmi yang juga  Wakil Kepala SMKN 2 Pariaman.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Arrahmi menyebutkan, banyak kaum ibu yang tidak  lagi paham dengan adapt dan nilai-nilai agamanya. Sehingga tidak mampu  memberikan pengajaran dan pendidikan kepada anaknya. Padahal,  keberhasilan dan sukses seorang anak bermula dari kesuksesan dalam  pembinaan di rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;"&gt;Martini Mahyuddin yang akrab disapa Elok Tini  menambahkan keberhasilan seorang perempuan dalam kehidupan karir,  masyarakat dan keluarganya sangat ditentukan oleh disiplin dirinya.  Tanpa disiplin sulit bagi seorang perempuan akan berhasil. “Perempuan  yang berkarir di luar rumah tangganya, sebagai isteri dan ibu di rumah  tangganya, haruslah berbuatg baik pada suami dan anak. Buat apa berhasil  di luar rumah, sementara keluarga berantakan,” kata Elok Tini pensiun  PNS di Pariaman. (arm)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-966835385292072064?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/966835385292072064/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/01/korp-pmii-putri-kopri-pmii-ajak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/966835385292072064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/966835385292072064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2011/01/korp-pmii-putri-kopri-pmii-ajak.html' title='Korp PMII Putri (KOPRI)  PMII Ajak Perempuan Tingkatkan Peran Bangun Bangsa'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TSTKfgH1UsI/AAAAAAAAAIs/t5AUdi1b1Q4/s72-c/kopri-pmii.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-3953359340516423141</id><published>2010-12-11T11:06:00.000-08:00</published><updated>2010-12-11T11:06:15.270-08:00</updated><title type='text'>SOE HOK GIE, Siapakah dia sebenarnya?</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TQPKd1Ow8JI/AAAAAAAAAIg/rFMa8QLce1c/s1600/soe.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TQPKd1Ow8JI/AAAAAAAAAIg/rFMa8QLce1c/s200/soe.jpg" width="156" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sumber:&lt;/b&gt; JawaPos,7 Maret 2010&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Judul buku:&lt;/b&gt; Soe Hok-gie …Sekali Lagi: Buku Pesta dan Cinta di Alam Bangsanya&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Peresensi: &lt;/b&gt;M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Editor:&lt;/b&gt; Rudy Badil, Luki Sutrisno Bekti, dan Nessy Luntungan R.&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penerbit:&lt;/b&gt; Kepustakaan Populer Gramedia, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Tebal: &lt;/b&gt;xl + 512 halaman&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;APA yang masih mungkin dihikmahkan dari sebuah buku tentang Soe  Hok-gie selang 40 tahun setelah kematiannya? Pada posisi kita yang  memang sudah sedemikian meneladani Hok-gie sebagai sosok yang idealis,  humanis, dan moralis; tentulah tidak cukup memeriksa buku ini sebagai  ikhtiar untuk semata mengingat nama Hok-gie.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tidak cukup bila diniatkan sebagai resepsi mengekalkan memori belaka.  Lebih dari itu, kehendak macam apa sejatinya yang kini mendorong kita  untuk menampilkan figur Hok-gie sekali lagi? Ya, tidakkah buku Catatan  Seorang Demonstran (1983) tersiar masyhur buat meneladani Hok-gie  sebagai ”intelektual muda yang berani, lantang, dan sekaligus romantis”?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, lewat penerbitan buku yang penggarapannya dikerubut sejumlah  kawan dekat dan pengagum Hok-gie ini memang tebersit suatu kehendak  membikin sekaligus menegaskan sekian definisi atas Hok-gie. Setidaknya  setelah sejarawan Australia John Maxwell melalui disertasi Soe Hok-gie: A  Biography of Young Indonesian Intellectual (1997) mendefinisikan  Hok-gie sebagai intelektual. Satu karakter yang begitu kuat dan mengakar  dengan didukung pemeriksaan atas pemikiran akademik dan artikel-artikel  Hok-gie. Ada skripsi sarjana muda Di Bawah Lentera Merah: Riwayat  Sarekat Islam Semarang 1917-1920 (1964), ada skripsi Simpang Kiri dari  Sebuah Jalan: Kisah Pemberontakan Madiun September 1948 (1969), termasuk  kumpulan artikel Hok-gie yang tersusun dalam buku Zaman Peralihan  (1995).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Satu lagi, buku Catatan Seorang Demonstran terbitan LP3ES -kali  pertama dipublikasikan Yayasan Mandalawangi dengan judul Catatan Seorang  Pemuda Indonesia (1972)- yang tampak menonjolkan kesan progresif  Hok-gie yang aktivis. Maka, kalau mau berceletuk sebentar, kira-kira  seperti apa ungkapan Hok-gie melihat energi masyarakat dan mahasiswa  yang belakangan hari kerap diwarnai aksi protes? Sebagaimana dituliskan  Rudy Badil (hlm. 266), mungkin sekali beginilah pernyataan pesan Hok-gie  yang tertuju kepada pemangku kekuasaan, ”Jangan memancing perasaan  anak-anak muda itu. Mereka anak-anak zaman sekarang yang pemarah. Mereka  itu angkatan the angry young men, bukan crossboys lagi, bukan hippies  juga.”&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;***Hok-gie -dalam konteks pembahasan aktivisme gerakan mahasiswa-  memang merupakan ”tipe langka” di tengah periode kontestasi politik  ideologi masa itu, persisnya pada senjakala pemerintahan Soekarno dan  awal menyingsingnya kekuasaan rezim Orde Baru. Tipe langka, demikian Rum  Aly dalam Titik Silang Jalan Kekuasaan Tahun 1966 (2006:84) mencermati  aktivisme Hok-gie. Tipe langka dari eksponen gerakan mahasiswa ”Angkatan  ’66” -yang sepanjang kurun sejarah pascaproklamasi sohor diidentikkan  sebagai tonggak pertama ”gerakan mahasiswa sebagai gerakan (moral)  politik”.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tipikal Hok-gie itu merujuk pada rekam jejaknya yang tak menjadi  bagian organisasi politik dan partai ideologis apa pun, bahkan sampai  batas akhir hidupnya. Padahal, menurut Rum, masa itu ”mahasiswa Jakarta  pada umumnya jauh lebih lebur sebagai bagian atau bahkan perpanjangan  tangan dari kelompok-kelompok politik ideologis yang ada dalam struktur  Nasakom”. Yang perlu dicatat di sini, aktivitas gerakan di era  kontestasi politik ideologi tak mungkin dilepaskan dari aspek pergaulan  dan kesesuaian pemikirannya. Untuk kasus Hok-gie, dia dekat dengan  aktivis Gemsos (Gerakan Mahasiswa Sosialis) dan sempat menaruh simpati  ke PSI (Partai Sosialis Indonesia).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Meski demikian, Hok-gie yang nonpartisan tak larut tercemari. Contoh  soal, ketika awal 1969, KAMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia) mulai  ditinggal ranjang organisasi-organisasi mahasiswa. Sejak itu, KAMI pun  secara de facto telah bubar. Padahal, dua tahun sebelumnya (1967),  Hok-gie sudah mengkritik virus pengaruh partai politik di tubuh KAMI  yang tersuntikkan di bawah selubung ideologi. Maka, Hok-gie menyerukan  supaya ”bagaimana mengurangi dan akhirnya menghapuskan pengaruh-pengaruh  partai politik dalam tubuh organisasi-organisasi mahasiswa”. Wajar  sajalah, bagaimana mungkin sikap moral organisasi mahasiswa mampu  konsekuen. Sebab kalau konsekuen, ”semang” bakal menyerang ”induk”-nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang tak kalah krusial untuk disimak agar jadi bahan teladan pada  masa gawat kini ialah pandangan Hok-gie terhadap sistem demokrasi  terpimpin. Secara normatif, Hok-gie tidak menyenangi pemimpin yang  justru menjadikan sistem demokrasi sebagai instrumen untuk menindas  partai politik lain. Tidak juga terhadap sistem demokrasi yang  direkayasa untuk memperluas ranjang kekuasaan dan otoritas politik  segelintir elite. Tak ayal, Hok-gie pun lebih bersimpati kepada Sutan  Sjahrir karena figurnya tulus dan jujur sehingga jarang ditemukan dalam  diri pemimpin politik lain kala itu. Tidakkah ludesnya rasa tulus dan  sikap jujur pemimpin begitu mencemaskan kehidupan negara-bangsa kita  sekarang?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku yang digadang-gadang untuk menampilkan (sekali lagi) kesosokan  Hok-gie ini paling cocok dicerna sebagaimana tuturan Jakob Oetama -yang  mengenal Hok-gie antara 1965-1969 bersamaan dengan seringnya Hok-gie  memasukkan artikel ke kantor Kompas. ”Di tengah krisis rasa keadilan,  hilangnya rasa malu, dan gencarnya semangat menggugat hukum saat ini,  sosok Soe Hok-gie pantas ditampilkan,” tulisnya (hlm. xiv).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pantas dengan cara bagaimana? Jakob menganjurkan dengan jernih akal,  ”Dilakukan tidak dengan maksud mengultusindividukan, …melainkan  menawarkan nilai-nilai keteladanan, utamanya integritas dan kebersihan  hati.” Pembaca, kita ditantang untuk itu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;*) M. Lubabun Ni’am Asshibbamal S., aktivis pers mahasiswa, kuliah di Jogjakarta&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-3953359340516423141?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/3953359340516423141/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/12/soe-hok-gie-siapakah-dia-sebenarnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3953359340516423141'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3953359340516423141'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/12/soe-hok-gie-siapakah-dia-sebenarnya.html' title='SOE HOK GIE, Siapakah dia sebenarnya?'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TQPKd1Ow8JI/AAAAAAAAAIg/rFMa8QLce1c/s72-c/soe.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-5579394146271625490</id><published>2010-12-09T07:48:00.000-08:00</published><updated>2010-12-09T07:48:13.571-08:00</updated><title type='text'>Nilai Dasar Pergerakan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;Nilai Dasar Pergerakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;A. PENDAHULUAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rumusan ini dibutuhkan untuk memberi kerangka, arti, serta motivasi gerakan sekaligus memberikan legitimasi dan memperjelas apa yang harus dilakukan dalam rangka mencapai cita-cita perjuangan sesuai dengan maksud didirikannya organisasi PMII.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nilai Dasar Pergerakan (NDP) adalah tali pengikat (kalimatun sawa’) yang mempertemukan warga pergerakan dalam satu cita-cita perjuangan sesuai tujuan organisasi. NDP menjadi sandaran organisasi dalam menegakkan Tauhid di kehidupan sehari-hari, sebagai panduan nilai dalam berhubungan dengan Allah, dalam berhubungan dengan sesama manusia dan dalam berhubungan dengan alam. Oleh sebab itu, seluruh warga PMII harus memahami dan menginternalisasikan NDP baik secara personal maupun secara bersama-sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;B.    ARTI NDP&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nilai Dasar Pergerakan  (NDP) adalah rumusan nilai nilai yang diturunkan secara langsung dari ajaran Islam serta kenyataan masyarakat dan negeri Indonesia, dengan menggunakan kerangka ahlussunnah wal jama’ah. NDP harus senantiasa menjiwai seluruh aturan organisasi, memberi arah dan mendorong gerak organisasi serta menjadi penggerak setiap kegiatan organisasi dan kegiatan masing-masing anggota.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai ajaran yang sempurna, Islam harus harus dihayati dan diamalkan secara kaffah atau menyeluruh oleh seluruh anggota dengan mencapai dan mengamalkan iman (aspek aqidah), Islam (aspek syari’ah) dan Ihsan (aspek etika, akhlaq dan tasawuf) untuk memohon ridho Allah serta memohon keselamatan hidup di dunia dan akhirat (sa’adah ad-durain).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai tempat hidup dan mati, negeri maritim Indonesia merupakan rumah dan medan gerakan organisasi. Di Indonesia organisasi hidup, demi bangsa Indonesia organisasi berjuang. Sebagai tempat semai dan tumbuh, negeri Indonesia telah memberi banyak kepada organisasi, oleh sebab itu, organisasi dan setiap anggotanya wajib memegang teguh komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia. NDP adalah penegasan nilai atas watak keindonesiaan organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Organisasi menggunakan ahlussunnah wal jama’ah sebagai pendekatan berpikir (manhaj al-fikr) untuk memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam. Memilih ahlussunnah wal jama’ah sebagai pendekatan berpikir dalam memahami, menghayati dan mengamalkan ajaran Islam merupakan keniscayaan di tengah kenyataan masyarakat Indonesia yang serba majemuk. Dengan ahlussunnah wal jama’ah yang mengenal nilai kemerdekaan (al-hurriyah), persamaan (al-musawah), keadilan (al-‘adalah), toleransi (tasamuh), dan nilai perdamaian (al-shulh), maka kemajemukan etnis, budaya dan agama menjadi potensi penting bangsa yang harus dijaga dan dikembangkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;C.    FUNGSI&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;NDP berfungsi sebagai:&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;a. Kerangka Refleksi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai kerangka refleksi, NDP merupakan ruang untuk melihat dan merenungkan kembali secara jernih setiap gerakan dan tindakan organisasi. Di dalam refleksi, gerakan dan tindakan organisasi dihadapkan untuk berdialog dengan rumusan-rumusan Nilai Dasar Pergerakan. Dialog ini sejatinya harus berlangsung terus menerus, sehingga butiran-butiran Nilai Dasar Pergerakan menjadi hidup dan menjiwai setiap gerak dan kegiatan organisasi. Merupakan kewajiban setiap anggota untuk senantiasa melakukan perenungan dan refleksi apakah tindakan dan kegiatannya telah mendekati Nilai Dasar Pergerakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;b. Kerangka Aksi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai kerangka aksi, NDP merupakan landasan etos gerak organisasi dan setiap anggota. Sebagai kerangka aksi, etos akan muncul dari proses aksi-refleksi yang dilakukan secara terus menerus. Tahap memahami Nilai Dasar harus segera diikuti dengan ikhtiar untuk mewujudkan Nilai itu dalam gerak dan tindakan, kemudian setelah bergerak dan bertindak harus pula segera ditinjau apakah tindakan dan gerakan itu telah memenuhi atau mendekati Nilai Dasar Pergerakan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;c. Kerangka Ideologis&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;1. Menjadi peneguh tekad dan keyakinan anggota untuk bergerak dan berjuang mewujudkan cita-cita dan tujuan organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;2. Menjadi landasan berpikir dan etos gerak anggota untuk mencapai tujuan organisasi melalui cara dan jalan yang sesuai dengan minat dan keahlian masing-masing.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;D.    KEDUDUKAN&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* NDP menjadi rujukan utama setiap produk hukum dan kegiatan organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* NDP menjadi sumber kekuatan ideal setiap kegiatan organisasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* NDP menjadi pijakan argumentasi dan pengikat kebebasan berpikir, berbicara dan bertindak setiap anggota.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-5579394146271625490?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/5579394146271625490/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/12/nilai-dasar-pergerakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5579394146271625490'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5579394146271625490'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/12/nilai-dasar-pergerakan.html' title='Nilai Dasar Pergerakan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-1446469930173645396</id><published>2010-12-09T07:36:00.001-08:00</published><updated>2010-12-11T11:20:32.601-08:00</updated><title type='text'>ASWAJA Sebagai Manhajul Al-Fikr dan Manhajul Al-Harakah</title><content type='html'>&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CWAHYUS%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_editdata.mso" rel="Edit-Time-Data"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CWAHYUS%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5CWAHYUS%7E1%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:Wingdings;	panose-1:5 0 0 0 0 0 0 0 0 0;	mso-font-charset:2;	mso-generic-font-family:auto;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 268435456 0 0 -2147483648 0;}@font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;}@font-face	{font-family:"Bell MT";	panose-1:2 2 5 3 6 3 5 2 3 3;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-hansi-font-family:Calibri;}@page WordSection1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.WordSection1	{page:WordSection1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;br /&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ASWAJA ETHIC&lt;a href="http://draft.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref1"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.pmiijakarta.com/dokumen/produk/aswaja-ethic.html#_ftn1" title="_ftnref1"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ahlul Sunnah Wal Jama’ah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TQPOU7QugYI/AAAAAAAAAIk/C_vV7UG4a_Y/s1600/aswaja.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="103" src="http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TQPOU7QugYI/AAAAAAAAAIk/C_vV7UG4a_Y/s200/aswaja.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Usaha Merumuskan “Aswaja Ethic” PMII &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Gagasan mengenai Ahlussunnah wal Jama’ah (selanjutnya disebut Aswaja) sebagai etik sebetulnya bukan sesuatu hal yang baru. Elemen-elemennya diartikulasikan secara beragam. Misalnya dalam dimensi tasawuf dipahami sebagai “kritik sosial” (Kiai Said Aqil Siraj), dalam dimensi fiqih disebut “fiqih sosial” (Kiai Sahal Mahfudz), dan lain sebagainya. Sebutan yang berbeda ini sama sekali tidak menunjukkan substansi yang bertentangan satu sama lain, tetapi memperlihatkan betapa nilai dan keyakinan itu diartikulasikan oleh penganutnya secara khas. Meskipun dalam suatu komunitas ideologis sering dijumpai bentuk artikulasi ini tidak terlalu berbeda, namun setiap artikulasi individu tentulah mengandung suatu karaktekstik yang menjadi tekanan akibat perbedaan pengalaman, bacaan terhadap kondisi sosial dan konsep yang diinspirasikan oleh konsern pelakunya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Usaha untuk memikirkan kembali Aswaja sebagai etik di kalangan PMII, menurut kami, adalah suatu upaya perenungan kembali yang lahir dari suatu kesadaran iman yang menginspirasikan tindakan, konsern terhadap kondisi- sosial kontemporer yang menuntut respon yang tak spontan serta kesadaran komunitas sebagai basis sosial dan nilai dimana konsern itu berasal dan mau diabdikan. Karena itu perumusannya tidak semata eklektik yakni dengan tanpa rasa enggan mengambil kebaikan dari pikiran-pikiran dalam peradaban dunia. Tetapi terutama dilandasi oleh kekaguman besar terhadap warisan tradisi keulamaan nusantara dan upaya pencarian yang sungguh-sungguh terhadap kemungkinan-kemungkinan baru, dalam suatu dunia yang baru.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 10pt 40.5pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Apa “Etik Aswaja” bagi PMII?&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;“Etik Aswaja” bukanlah adaptasi terhadap apa yang ditemukan Max Weber dalam nilai-nilai sekte Kalvinis dan Lutheran dalam agama Protestan yang menjadi landasan kultural bagi berkembangnya etos kapitalisme di Barat. Bukan pula ia mengemban semangat “Protestantisme Islam” yang didengungkan kalangan modernis Islam beberapa tahun lalu untuk mendorong dan melegitimasi semangat kapitalisme dalam Islam. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Namun demikian kami meyakini bahwa “Etik Aswaja” yang mau kita gali sungguh-sungguh dari gugusan nilai-nilai dalam tradisi Islam Aswaja dan kita hayati, kita pedomani serta lalu kita amalkan secara sungguh-sungguh dalam kehidupan sehari-hari akan menghasilkan tuntunan kemaslahatan dalam semua bidang kehidupan. Bidang-bidang ini bukan hanya meliputi kehidupan ekonomi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;an sich&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, tetapi juga kemasyarakatan, kepolitikan, kebudayaan, kebangsaan, kenegaraan dan keagamaan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Nilai-nilai ini kita gali dari “Qanun Asasy”-nya Syekh Hasyim Asy’ari, “Khittah Nahdliyah”-nya Kiai Ahmad Siddiq, “Fiqih sebagai Etika Sosial”-nya Kiai Sahal Mahfudz, “Tasawuf sebagai Kritik Sosial”-nya Pak Said Aqil Siraj, pesan kemandirian “Pesantren sebagai Subkultur” dan “Republik Bumi di Surga”-nya Kiai Abdurrahman Wahid, “Agama Keadilan”-nya Pak Masdar F Mas’udi, “Arus Balik Kaum Pinggiran”-nya Muhaimin Iskandar hingga “NU Studies”-nya Ahmad Baso. Nilai-nilai itu juga kita gali dari sikap dan tindakan para kiai dan cendekiawan umat, komitmen kemanusiaan dan pengabdian para pekerja sosial, hingga sikap konsistensi birokrat dan para politisi yang jujur. Tak lupa nilai-nilai itu kita timba dari semangat demonstrasi mahasiswa anti-kedzaliman, teriakan pengunjuk rasa antiglobalisasi neoliberal hingga suara kaum subaltern yang tak pernah didengarkan dan pengalaman hidup para korban yang dipinggirkan. Inilah sumber refleksi tak terbatas dari “Etik Aswaja” dalam PMII yang hendak dirumuskan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ibarat “Islam Indonesia” sebagai perwujudan partikular Islam universal, “Etik Aswaja” dalam PMII adalah perwujudan partikular dari pandangan dunia universalisme Aswaja. Oleh karena itu bisa dinyatakan bahwa “Etik Aswaja” adalah pandangan dunia warga PMII dengan karakter dan warna khas yang dipengaruhi oleh spektrum historisitas pengalamannya sendiri. Ia merupakan artikulasi kultural warga PMII yang hendak diwujudkan secara kolektif sebagai panggilan profetik yang sah dan bisa dipertanggungjawabkan sebagai organisasi mahasiswa dan kaum muda progresif, selama itu tidak bertentangan dengan nilai-nilai universal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Refleksi atas “Etik Aswaja” bukanlah refleksi kosong tanpa metodologi. Kendati demikian metodologi (tidak melulu tunggal) dalam refleksi ini dimanfaatkan sebagai sebuah alat. Dasarnya yang paling fundamental adalah komitmen keimanan, keislaman, ke-PMII-an, dan kesungguhan hati dan tekad bersama warga yang mendalam untuk menghadapi tantangan sejarah yang memerlukan respon demi kemaslahatan warga, masyarakat dan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Setiap warga PMII adalah pribadi, agen dalam sejarah. Ia bukanlah pribadi yang pasif, dan sebagai agen ia mengkontruksi kenyataan dalam tindakannya. Tindakan pribadi yang menyejarah berarti tindakan itu bersifat intensional, sadar terhadap kebersituasian diri &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(situatedness)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, kontekstual dan berada dalam suatu &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;power relation&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;. Salam kemenyejarahan, dalam tindakan intensional itu, agen terlibat dalam mengkonstruksi makna dan menciptakan kenyataan baru. Dengan demikian kenyataan baru yang tercipta itu adalah konstruksi subjek. Tentu saja keberadaan subjek yang menyejarah tidak dipandang hanya membatasi peran dan imajinasinya, tetapi sekaligus memungkinkan imajinasi baru dan tindakan-tindakan baru pula. Agen adalah subjek kreatif sejarah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dengan menegaskan bahwa agen manusia adalah subjek kreatif sejarah, maka warga PMII lebih leluasa memaknai kaidah fiqh &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;“al-muhafadzatu alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah”.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Lebih-lebih pandangan yang pernah dilontarkan Pak Said Aqil Siraj telah memberikan landasan kultural yang kuat lewat ungkapannya &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;“... wal &lt;b&gt;ijaadu&lt;/b&gt; bil jadidil ashlah”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;. Ini berarti Pak Said memberi tekanan baru pada “kreativitas mencipta” &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(al-ijaadu)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; dalam upaya mewujudkan kemaslahatan umat manusia –suatu nilai yang kini sudah menjadi panggilan bagi kader muda bangsa, kader PMII, dewasa ini. Tentu saja, boleh-boleh saja kalau “nilai kreativitas” ini dipandang sebagai &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;elective affinity, &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;suatu pertemuan dalam kekerabatan dari dua sikap penting yang saling memperkuat dan amat berguna bagi kehidupan kini dan mendatang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dunia Kehidupan PMII dan Tantangan Masa Kini&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bagaimanapun setiap warga PMII memiliki suatu citra diri unggul dalam memandang hidupnya, yakni perannya sebagai pengemban &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;khalifah fil ardh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;. Konsep ini adalah ontologi diri PMII sebagai komunitas muslim. Berbekal karunia hati dan akal budi, ia diberikan tanggung jawab primordial oleh Allah untuk memimpin umat manusia, mengatur dan mengembangkan kehidupan di bumi ini untuk mencapai taraf yang lebih baik. Singkatnya, kader PMII hidup dalam sebuah misi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam menjalankan misi ini PMII tidak bisa tidak dihadapkan pada kesiapan kondisi internalnya di satu pihak dan di pihak lain ruang lingkup historisnya yang terus-menerus berubah dan memberikan tantangan-tantangan baru yang harus dijawab. Tantangan itu misalnya globalisasi teknologi dan informasi, globalisasi budaya dan politik dan globalisasi pasar neoliberal berikut seluruh implikasinya dalam kehidupan masyarakat. Tantangan-tantangan semacam ini menuntut respons yang tidak semata-mata berupa respons “reaktif”, tetapi juga respons “kreatif” yang memerlukan kesiapan dan kematangan internal.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sudah banyak literatur penelitian yang akhir-akhir ini memperlihatkan bahwa cara kerja globalisasi, misalnya, tidaklah selalu bersifat linear. Demikian pula implikasinya tidak bisa dibaca dalam dimensi yang bersifat tunggal. Juga sering kita jumpai tipe-tipe “local responses” (biasanya artikulasi literatur tersebut berbunyi: “local responses to globalized capital” atau “local responses to global capitalism”, atau “global challenges and local responses”, dan semacamnya) terhadap gejala itu baik pada level negara, institusi ekonomi domestik, maupun masyarakat lokal. Literatur ini bisa disebut diantaranya: “Friction: An Ethnography of Global Connection” (Anna Tsing), “The Chinese response to globalization” (Ding Lu), “Reassesing Japanese response to globalization” (Masao Ishikura), “Global challenges and local responses” (Jang-Sup Shin), “Negotiating African Culture” (Ioan Davies), “Global Fragments: A Second Latinamericanism” (Alberto Moreiras) dan lain-lainnya. Literatur ini menunjukkan bahwa globalisasi bukan hanya dilihat sebagai masalah semata, tetapi menuntut respons kreatif dalam seluruh segi kehidupan baik untuk mengantisipasi, melawan, maupun bersiasat dan mencuri peluang di dalamnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;3.&amp;nbsp; Penutup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;“Etik Aswaja PMII”, demikian bila rumusan yang mau dibahas bersama dalam Lokakarya Aswaja ini boleh disebut, adalah nilai dan semangat yang berasal dari produk perjumpaan antara unsur teologis dalam Aswaja dan suatu analisis terhadap perkembangan sosial masa kini dan mendatang, untuk tujuan kemaslahatan bersama dalam jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam sejarah, setidaknya sejarah NU, konsep sejenis yang menyerupai “Etik Aswaja” ini sebenarnya bisa ditemukan presedennya dalam perumusan “Kembali ke Khittah”, meskipun orientasinya terbatas pada kehidupan politik saja. Karakternya sebagai etik terutama bisa dilihat manakala ketetapan “Kembali ke Kittah” seolah-olah menjadi pandangan dunia orang NU dalam kehidupan politik (selain konsep &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;tawassuth, tawazun, i’tidal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, dan lain-lain di dalamnya) dan ini terbukti ketika ia selalu menjadi diskursus yang tak ada habis-habisnya untuk selalu dipertahankan, dihayati dan dibela sebagai suatu dignitas (martabat) NU.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Karakter “Etik Aswaja PMII” juga demikianlah adanya. Ia merasuk dalam pandangan dunia warga PMII, atau dalam apa yang diistilahkan oleh Ignas Kleden sebagai &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;methodische Lebensfuehrung&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; atau “cara hidup secara metodis”, yang dihidupkan dan dihidupi dalam kaderisasi, ceramah, perbincangan, pergaulan dan praktek sehari-hari. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Di dunia yang semakin menuntut peran dan kreativitas kaum muda, sebagaimana perubahan sosial dipicu oleh penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menuntut kreativitas, “Etika Aswaja” diupayakan menjadi habitus sosial warga pergerakan.[]&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;2&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Geneologi Sejarah Sosial PMII&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;A. Landasan Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ajaran Wali Sanga dibumi nusantara diterima karena mampu mengakomodir dan berakultuurasi dengan budaya setempat tanpa mengurangi substansi ajaran islam.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Karya-karya intelektual para ulama nusantara berkontribusi terhadap khazanah keilmuan di dunia islam diantaranya: Syekh Ihsan Jampes, Syekh Nawawi Al Bantani, dll.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Perlawanan terhadap kolonial rata-rata berasal dari basis pesantren diantaranya:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pangeran diponegoro yang&amp;nbsp; didukung oleh basis pesantren&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sultan Hasanuddin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pesantren di lembah solo yang merupakan jantung akumulasi modal kaum kolonial adalah basis perlawanan terhadap Kolonial.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pembelaan terhadap makam Nabi yang akan dihancurkan oleh gerakan wahabi melalui komite hijaz merupakan kontribusi besar ulama nusantara kepada dunia Islam &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Nahdlatuttujaar yang merupakan semangat membangun ekonomi juga didasari oleh kondisi pendidikan yang ada di Nusantara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;6. Resolusi Jihad Hasyim Asy’ari yang mendorong revolusi 10 November di Surabaya adalah kontribusi Ulama aswaja atas perjuangan mempertahankan kemerdekaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;7.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Kontribusi Ulama Nusantara dalam penyusunan Pancasila sebagai dasar Negara serta penghapusan beberapa kalimat dalam pancasila sila pertama merupakan bukti Ulama dalam menjaga keutuhan bangsa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;8.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Diperalatanya NU Dalam upaya menaikan kekuasaan kaum kapitalis Di Indonesia melalui tragedy 1965.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;9.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Konsolidasi masyarakat sipil dan&amp;nbsp; gerakan&amp;nbsp; oposisi NU terhadap Orba , yang dipimpin oleh Gus Dur adalah upaya ulama aswaja dalam menghadapi genosida politik,ekonomi, dll.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;MEMORIA PASSIONIS &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dipinggirkkanya Peran militer NU dalam Negara RI melalui Kebijakan RARERA Wapres Moh.Hata no 10 tahun 1948.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Di pinggirkannya peran poltik NU dalam kebijakan fusi Parpol 1973 oleh Orde baru.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Di serangnya tradisi-tradisi NU melalui gerakan anti TBC oleh kaum wahabi di Indonesia.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Konspirasi Militer untuk menghabisi&amp;nbsp; kyai&amp;nbsp; Wahid Hasyim tokoh muda NU Potensial (ayahnya GD)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kasus Pembunuhan Kyai –kyai melalui isu Ninja di tahun 1997 adalah upaya membumihanguskan Peran ulama Aswaja di nusantara.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Rekayasa Mukhtamar NU di Cipasung yang gagal menjegal kepemimpinan GD dalam tubuh NU&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ritus &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menguatkan kembali kegiatan –kegiatan ritus baik skala kecil atau besar dalam upaya merangkai ikatan solidaritas kolektif .Misal : Tahlilan,Barjani, Dibaan dll.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menjalankan amalan tertentu dalam setiap jenjang kaderisasi sebagai upaya membangun disiplin ruang batin kader .&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tanggapan :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pendetailan genosida politik&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mengumpulkan kitab-kitab karya Syeikh an Nawawi al Bantani.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menciptakan kreativitas ritus dalam PMII atau memodifikasi ritual yang lama salah satu contohnya memulai acara dengan shalawat badar dan menutup dengan membaca Wallahul Muwafieq Illa Aqwamith Tharieq&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Semangat Wali sanga dalam akulturasi penyebaran agama harus ditiru, diserap dan dikembangkan oleh PMII&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Adanya Do’a khusus pergerakan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kekalahan ekonomi tidak bersifat natural, melainkan akibat dari pemimggiran sejarah dan budaya masyarakat. Citra negatif yang direpoduksi lewat literatur, buku, teksbook, perbincangan informal. Citra ini diinternasilisasi. Warga membangun “double conciousne”: melihat diri sendiri dari mata orang lain dan menjadi karikatur dari karikatur yang dibuat orang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;inferior&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;rendahnya self-esteem&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;benci terhadap diri sendiri&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII sebagai Individu, Anggota Komunitas Sosio-Budaya dan Komunitas Global&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII sebagai Individu&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII adalah individu-individu. Sebagaimana individu manusia lainnya, ia tertanam di dalam suatu kebudayaan tertentu &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(a culturally embedded).&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Di dalam dunia kultural, individu-individu hidup, tumbuh dan mengembangkan potensi-potensi dirinya. Mereka menata hidup dan mengorganisasikan hubungan-hubungan sosialnya berdasarkan sistem nilai komunitasnya. Sistem nilai inilah yang membentuk identitas diri semua manusia di dunia.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Begitu juga halnya warga PMII. Mereka hidup dan tumbuh di dalam lingkungan budayanya sendiri yang sekaligus membentuk identitasnya. Identitas sosial dan kultural warga PMII ini dibentuk oleh berbagai hal, diantaranya: (1) lingkungan tradisional yang kental dengan nilai-nilai keagamaan Islam Ahlussunnah wal Jamaah, (2) ingatan-ingatan kolektif yang bersumber dari sejarah pendahulunya, tradisi budaya bersama komunitasnya, kenangan tentang suka, duka dan penderitaan masyarakatnya &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(memmoria passionis)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, perjuangan dan komitmen keislaman dan kebangsaan yang menjadi cita-citanya, serta (3) ikatan solidaritas yang dijunjung tinggi para anggota komunitasnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII bukanlah individu-individu yang terisolasi atau tercerabut dari akar kulturalnya. Ia juga tidak merasa terpenjara atau terbelenggu apalagi terhina atau terasing di dalam sistem budayanya sendiri. Melalui pengalaman-pengalaman baru, kemampuan reflektif yang dimilikinya dan persentuhannya dengan kebudayaan, nilai dan peradaban lain, ia mampu mengevaluasi diri secara kritis, mengoreksi sebagian keyakinan dan praktek budayanya, dan memperbaikinya “dari dalam”. Melalui tradisi, hati nurani dan akal budinya, warga PMII membangun apa yang didefinisikan sebagai &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;common-good&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; (kebaikan bersama) dari komunitas tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dengan kata lain, warga PMII sebagai individu-individu selalu terikat pada sistem nilai bersama, yang dalam arti tertentu setia pada nilai bersama itu yang diyakininya akan membawa kebaikan hidup semua anggota komunitas di dalamnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII sebagai Anggota Suatu Komunitas Budaya&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII pertama-tama menyadari dirinya sebagai suatu anggota komunitas sosial-budaya yang tertentu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Secara antropologis, setiap kebudayaan merepresentasikan sistem makna dan tujuan hidup baik tertentu &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(common-good)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; anggota komunitas budayanya yang dirumuskan bersama sebagai suatu kesadaran kolektif. Nilai-nilai bersama ini dipelihara dan dipertahankan di dalam ritual-ritual, baik ritual keagamaan maupun ritual organisasi, yang akhirnya membentuk suatu kolektivitas yang kohesif. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Namun demikian, warga PMII juga menyadari bahwa setiap kebudayaan hanya merealisasikan kemampuan-kemampuan (intelektual dan spiritual) dan emosi-emosi manusia secara terbatas. Oleh karena itulah mereka juga menyadari bahwa sistem budayanya tidak pernah cukup-diri, atau berupa suatu pandangan dunia yang menyeluruh dan komprehensif, sempurna dan tertutup. Maka warga PMII memandang penting perlunya berinteraksi dan berdialog dengan kebudayaan lain untuk memperkaya kebudayaannya, mengambil banyak pelajaran dari yang lain, memperluas horison moral dan intelektualnya serta menghindari keinginan untuk mengabsolutkan kebudayaannya sendiri. Dalam dialog kebudayaan itu perlu dilakukan secara sehat, fair, berkeadilan, partisipatoris, arif dan seimbang.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mengingat setiap kebudayaan pada dasarnya bukanlah sebuah totalitas yang tertutup, maka kita juga menyadari bahwa sistem budaya yang dihayati oleh warga PMII secara internal adalah plural dan merepresentasikan percakapan terus menerus antara diri dan tradisi yang dihidupinya di satu sisi, dan pemikiran-pemikiran atau pengalaman yang berbeda di sisi yang lain. Kendati identitas yang dimiliki oleh individu-individu dalam sebuah kebudayaan itu bersifat plural dan cair (ini terlihat dari keragaman orientasi pemikiran maupun ‘pandangan dunia’ berbasis gender, lokalitas, pangkal konsern, dan lainnya) ia kurang lebih tetaplah memiliki koherensi yang dibimbing oleh suatu tujuan bersama &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(common good)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; komunitasnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam pandangan dunia semacam ini, maka warga PMII: (1) menyadari bahwa dirinya memiliki &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;common-good&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; yang menjadi tujuan komunitas warga pergerakan; (2) mengakui bahwa ia perlu belajar pengetahuan dari manapun datangnya untuk memperkaya cakrawala dan horizon budayanya; dan (3) dalam merealisasikan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;common-good&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; itu, ia perlu membangun solidaritas, kerjasama, saling menghormati dan saling berta’awun antara anggota pergerakan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dengan demikian PMII sebagai komunitas sosial-budaya serentak menghargai kreativitas individu-individu sejauh diabdikan sepenuhnya untuk kebaikan bersama komunitasnya. Begitu pula individu-individu di dalam komunitas itu saling menghargai keanekaragaman penghayatan di dalam komunitas, sejauh tidak merugikan integritas budaya dan nilai komunitas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII sebagai Anggota Komunitas Global&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII baik sebagai individu maupun anggota sebuah komunitas budaya menyadari diri sepenuhnya berada di tengah-tengah komunitas global. Bahkan ia sendiri menyadari menjadi bagian dari “anak kandung” globalisasi dalam arti yang paling genuin dan netral. Yakni sebagai hasil dari pergulatan kebudayaan dan saling pengaruh-mempengaruhi dalam interaksinya dengan kemajuan teknologi transportasi, komunikasi dan informasi. Ini artinya ia sudah menjadi bagian dari suatu komunitas dunia yang sangat beragam dengan sistem nilai yang berbeda baik liberal maupun non-liberal, berideologi kiri maupun kanan, progresif maupun konservatif.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kendati warga PMII menjadi bagian dari komunitas global dan sedikit banyak telah belajar dan menyerap dari khazanah peradaban dunia, hal itu bukan berarti melenyapkan tradisi budayanya sendiri tempat dimana mereka berakar dan menyusun kepentingan bersamanya &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(common-good)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;. Menyadari bahwa umat manusia hidup dalam ruang sosial dan budaya yang sangat beragam serta sistem nilai dan pandangan hidup yang berbeda-beda, maka hidup dalam tata dunia global diperlukan sikap saling menghargai dan menghormati antar komunitas yang beragam tersebut. Memaksakan satu sistem nilai tertentu kepada masyarakat lain dalam pergaulan global berarti pula merusak perdamaian sosial, tidak manusiawi dan karenanya melawan peradaban&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(uncivilized)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII memandang bahwa setiap kebudayaan memiliki suatu &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;common good&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; bagi anggota komunitas kebudayaan itu, sehingga klaim validitas universal itu tidak bisa dipertanggungjawabkan baik secara moral maupun intelektual. Sebagian komunitas itu berorientasi komunal dan percaya bahwa “hak-hak” anggotanya mungkin sah untuk dibatasi demi kepentingan pandangan hidup tradisional yang lebih besar. Sebagian mereka menganut kebebasan berbicara dan berekspresi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(freedom of speech and of expression)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, tetapi tidak untuk suatu kebebasan memperolok atau menghina teks-teks Kitab Suci, keyakinan, atau ritual mereka. Komunitas itu mungkin saja membatasi hak milik, hak berdagang, atau hak memperjualbelikan tanah, yang dilakukan karena bisa merusak etos solidaritas sosial dan etos komunal yang menjadi basis pandangan dunianya. Karena itu dalam pergaulan global, prinsip tata dunia yang baik hanya bersifat &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;universal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;mengikat&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; dalam isi maupun cakupan, sejauh prinsip-prinsip itu dinegosiasikan secara bebas oleh semua komunitas yang terlibat dan didasarkan pada konsensus global yang lebih luas --tidak dipaksakan oleh negara-negara Barat semata atau institusi-institusi ekonomi global.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Atas dasar inilah warga PMII sebagai anggota komunitas global menganut demokrasi politik dan ekonomi yang menguntungkan bagi kebaikan bersama komunitasnya, yang dengan kata lain berbasis &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;common-good&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; para anggotanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII Sebagai Komunitas Hibrid &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII adalah komunitas hibrid. Sebagai suatu anggota komunitas global, ia berinteraksi dengan berbagai budaya global, menyerap dan menyaring aliran budaya-budaya lain. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Karena secara historis setiap komunitas budaya mengalami berbagai perjumpaan kompleks semacam itu, saling menjalin kontak satu sama lain, maka tidak ada budaya yang bersifat “murni”. Distingsi kultural yang bersifat murni &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(pure culture)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; dan bersifat antagonistik (saling berhadap-hadapan) adalah warisan kolonial yang harus ditolak. Seperti wacana Orientalisme yang membedakan Timur dengan Barat yang secara kultural dianggap sebagai superior, lebih beradab, lebih tinggi, dan seterusnya untuk mengabsahkan kolonialisasi terhadap Timur yang dianggap rendah, barbar, dan seterusnya. Reproduksi wacana kolonialis yang nampak dalam wacana “clash of civilization”, oposisi Islam dan Barat, “Jihad vs McWorld”, secara intelektual tidak bisa dipertanggungjawabkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sebagai komunitas hibrid, warga PMII adalah manusia tapal batas. Ia berada dalam ruang “di antara” &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(in-between space)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; yang melalui proses interaksi intelektual dan kontak historis dengan peradaban dunia melahirkan “budaya antara” &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(in-between culture)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;. “Budaya antara” yang dimaksud adalah kebudayaan hasil pergulatan warga PMII dalam&amp;nbsp; memaknai kenyataan baru yang diterangi oleh tradisinya sendiri. Ia sekaligus.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;4&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ahlussunnah Wal Jama’ah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Trilogi Aswaja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dalam pemahaman ideologis PMII adalah suatu konsep organis. Yang dimaksud ialah suatu pemahaman spiritual yang memandu totalitas hidup manusia muslim untuk membangun peradaban umat manusia. Pemahaman ini pada dasarnya bersumber pada trilogi Aswaja: Islam, Iman dan Ihsan, yang menjadi basis paradigma teologis Aswaja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Konsep Islam, dalam perkembangannya, terinstutusionalisasi dalam rumusan syariat. Syariat ini dalam Aswaja dimaksudkan sebagai jalan untuk menata kehidupan lahiriyah seorang muslim. Praktek penataan dalam Syari’at bernama ibadah. Guna memudahkan pemahaman dan pandangan, maka dalam peradaban umat Islam ulama merumuskan praktek ini dalam berbagai tradisi bernama fiqh. Apa yang dalam Aswaja dikenal sebagai tradisi bermadzhab yakni &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;madzhab Hanafi, Syafi’i, Maliki, dan Hambali adalah rumusan tradisi fiqh yang ditujukan pertama-pertama sebagai suatu usaha untuk menjalankan Syariat Allah, menata kehidupan lahiriyah manusia. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Paradigma teologis Aswaja yang kedua adalah Iman. Iman adalah paradigma agama untuk menata kehidupan batin umat muslim &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(ishlahul bawathin)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;. Pada dasarnya ruang lingkup iman adalah batiniy, bukan intelektualitas, bukan pula akal rasional. “Al-iman tasydiqun bil qalb”, iman itu pembenarannya dalam hati, bukan dalam pikiran. Bila yang lahiriyah ditata dengan pengamalan syariat, maka wilayah batin ditata oleh Iman. Lalu apa praktek iman untuk menata batiniah ini?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Praktek iman itu adalah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;‘ubudiyah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;. Prinsip ‘ubudiyah itu adalah “an-taqsyuda”, hendaknya seorang muslim menuju Allah. Berbeda dengan tekanan Islam yang terletak pada praktek “an-ta’buda” (menyembah Allah), maka panggilan iman adalah kehendak untuk menuju Allah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(an-taqsyuda)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;. Apa perbedaan antara praktek keduanya? &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam praktek syari’ah, manusia beribadah karena menyembah Allah; dan mengapa menyembah Allah, karena berharap masuk surga, ingin pahala, takut ancaman neraka, dan lainnya. Adapun dalam praktek iman atau batiniah, manusia menyembah Allah karena ingin menuju Allah semata, bukan karena surga atau menghindari neraka karena keduanya hanya mahluk Allah. Bila praktek dalam Islam dipandu oleh &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;‘ulumus-syari’ah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; (ilmu-ilmu syariat), maka dalam iman dipandu oleh ‘&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ulumut-thariqah wal haqiqah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; (ilmu tariqat dan hakikat). Dalam konteks ini maka dalam peradaban Islam Aswaja kemudian dikenal sejumlah praktek ber-thariqah diantaranya&amp;nbsp; sebagaimana dalam &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;thariqah mu’tabarah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; (seperti qadiriyah dan naqsabandiyah)&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; Dengan demikian sebagai totalitas organis, Aswaja sesungguhnya mencakup penataan kehidupan manusia baik lahiriyah maupun batiniah lewat pengamalan Islam dan Iman ini.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Paradigma teologis Aswaja yang ketiga adalah ihsan. Ihsan adalah jalan untuk menata kehidupan “rahasia batin” manusia, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;as-sirru&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; (ingat: bukan batin!). Bila dalam praktek islam terangkum dalam imperative “an-ta’buda”, sementara iman “an taqsyuda”, maka ihsan dinyatakan dalam “an-tasyhada” yakni hidup menyaksikan Allah. Wilayah as-&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;sirr&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; ini bukanlah kemampuan akal/intelektual untuk menyaksikannya, bukan pula hati. Ia adalah wilayah rahasia batin &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(ma’rifat)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; yang hanya bisa ditembus dengan praktek ilmu tasawuf. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dari pemahaman terhadap trilogi Aswaja tersebut di atas kemudian bisa ditarik benang inti bahwa Aswaja sebenarnya merupakah suatu konsep reformasi, perbaikan atau ishlah. Aswaja adalah sebuah totalitas perbaikan yang menyangkut tiga dunia sekaligus (sirr, batin dan lahiriyah) yang hanya bisa ditempuh dalam hidup tauhid (aqidah), hidup bersyariat (madzhab), dan hidup bertasawuf. Dengan sendirinya, Aswaja juga mencakup suatu disiplin diri, suatu disiplin laku yang menyangkut hati, pikiran dan tindakan yang diterangi oleh Cahaya Ilahi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hidup “Beraswaja” dengan demikian berketetapan hati hidup &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;dalam jalan Allah dan menuju pada Allah&lt;b&gt;, &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;sebagaimana nampak dalam skema berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Jati diri personal individu dalam Aswaja&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Masalah fundamental bagi warga PMII sebagai manusia adalah apa jati diri person individual dalam pandangan dunia Aswaja?&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mengacu pada pemahaman terhadap trilogi Aswaja di atas, maka kedirian warga PMII tidak dibentuk oleh individu-individu yang kosong dari spiritualitas, yang hidup di dalam rasionalitas akal belaka. Individu warga PMII adalah individu yang mampu menguasai “ke-AKU-an” dalam kerangka praktek ber-trilogi Aswaja yang mencakup&amp;nbsp; “al aql-al fikr”, “an nafs-al qolb”, “ar ruh-as sirr”, tanpa jatuh ke dalam posisi ekstrimisme. Yakni: mampu menempatkan dimensi “al aql-al fikr”, “an nafs-al qolb”, “ar ruh-as sirr” secara proporsional. Ini berarti:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(i)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tidak formalistik dan ektrimis: yakni secara tidak proporsional menempatkan hal ikhwal yang terkait dengan “ar ruuh” di dalam domain “al aql”. Misalnya, jihad dengan melakukan tindakan terorisme.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(ii)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Tidak fatalistik: yakni secara proporsional menempatkan hal ikhwal yang terkait dengan kerja “al ‘aql” di dalam domain “al ruuh”. Misalnya, tawakkal. Tempat tawakkal ada di dalam hati, bukan dalam pikiran, bukan pula di alam dzahir. Kalau tawakkal dipaksakan di alam dzahir, seperti tawakkal pikiran, maka kita tidak akan pernah belajar dan hanya melamun saja berharap dari Allah.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;KONSEP “ANTARA”: TITIK KESEIMBANGAN ANTARA “NAFS &amp;nbsp;DAN QOLB” DALAM DIMENSI KE-AKU-AN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 36pt; text-align: justify; text-indent: 9pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Selain itu, Individu warga PMII berkarakter: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(i)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Individu non-formalistik (=anti terhadap “Ana-nya Iblis” yakni &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;i’timad ‘alal amal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(ii)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Individu non-materialistik (=anti terhadap “Ana-nya Firaun” yakni &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ana rabbukumul a’la &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: Wingdings; font-size: 10pt;"&gt;à&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;i’timad ‘alal maal&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(iii)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Produk diri Individu INSAN KAMIL =&amp;gt; Ahlul -Dzikr&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dengan demikian, implikasi langsung dari jati diri individu ASWAJA dengan sendirinya sebetulnya berkarakter tawassuth, tawazun dan ta’adul.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pendekatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Trilogi Islam, Iman dan Ihsan pada hakikatnya adalah sumber ontologis Aswaja. Dalam kehidupan sehari-hari,&amp;nbsp; ketiganya menjadi pegangan dasar bagi setiap aktivitas dan tindakan berkomunitas dan bergaul semua anggota warga pergerakan. Baik dalam bidang agama, sosial kemasyarakatan, ekonomi, politik, maupun berkebudayaan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam rangka memberikan panduan praktis dalam bertindak dan bergaul ini terutama menyangkut hal-ikhwal kehidupan bermuamalah, warga PMII menggunakan sejumlah pendekatan keilmuan. Dalam kehidupan sosial, pendekatan itu meliputi dimensi syari’at (kaidah syari’at) dan dimensi sosial (kaidah sosial &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;waqi’i&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;), sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pendekatan berdimensi syari’at:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pendekatan ini bertumpu pada prinsip: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(1)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kaidah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;maqosidus syari’at&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kaidah ini meliputi prinsip-prinsip berikut ini:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 99pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hifdzun nafs&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, yakni segala tindakan dan perbuatan warga PMII harus diarahkan pada perlindungan terhadap eksistensi kehidupan manusia&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 99pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hifdzud din,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; yakni segala tindakan dan perbuatan warga PMII harus diarahkan untuk mempertahankan dan melindungi kebenaran keyakinan agamanya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 99pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hifdzul `aqli&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, yakni segala tindakan dan perbuatan warga PMII harus diarahkan untuk melindungi dan menjamin kreativitas berpikir manusia sejauh tidak merusak nilai-nilai &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;common good&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; komunitas yang disepakati di dalam masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 99pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hifdzul maal,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; yakni segala tindakan dan perbuatan warga PMII harus diarahkan untuk melindungi dan menjamin hak yang sama uuntuk mengakses dan memperoleh sumberdaya ekonomi, dan oleh karenanya melawan monopoli ekonomi.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 99pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Hifdzul nasab,&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; yakni segala tindakan dan perbuatan warga PMII harus diarahkan untuk melindungi dan menjamin regenerasi budaya, regenerasi keilmuan, bahkan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;regenerasi biologis&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; warga pergerakan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kaidah &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Al-muhafadhotu alal qadimis shalih, wal akhdzu bil jadidil ashlah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kaidah ini menjadi patokan bagi setiap warga PMII dalam merespon perkembangan zaman dan pertumbuhan pemikiran. Pemeliharaan terhadap “yang lama yang baik” di sini meliputi: (i) tradisi Islam yang bersumber pada trilogi Aswaja di atas; (ii) hidup berkelompok yang saling ber-&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ta’awun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, dalam arti hidup dalam komunitas basis; dan (iii) nilai-nilai budaya yang dianggap sebagai &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;common good&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; bagi kehidupan warga PMII. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Adapun “mengambil dan menciptakan yang baru yang lebih baik” meliputi: (i) produk pemikiran atau peradaban dunia yang bisa memperkaya kehidupan warga; dan (ii) perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat yang bisa mendukung kemajuan dan integritas komunitas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 81pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(3)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam berpikir dan bertindak, warga pergerakan berpegang pada karakteristik sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;‘Adamu ijabi birra’yi. (tidak merasa paling benar)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;‘Adamuttasyau’ (tidak terpecah belah).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;‘Adamulkhuruj (tidak keluar dari golongan)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Alwasatu (selalu berada di tengah-tengah)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Luzumuljamaah (selalu berjamaah)&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 94.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;f.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;‘Adamu itbailhawa (tidak mengikuti hawa nafsu)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify; text-indent: 18pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Pendekatan berdimensi sosial (waqi’iyah):&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Yang dimaksud adalah pendekatan yang berpijak pada “analisis sosial diri” dan “analisis sosial situasi”. Analisis sosial diri yang dimaksud adalah berkaitan dengan kenyataan diri warga PMII dan komunitasnya. Ini meliputi: potensi diri dan komunitas, capaian-capaian yang dihasilkan termasuk tradisi budaya para pendahulu, peluang yang mungkin diciptakan berdasarkan potensi dan capaian-capaian yang telah ada, dan lain sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dari analisis ini maka warga PMII menemukan di dalam dirinya diantaranya: bertradisi budaya komunitarian dengan mengambil tradisi libertarian terbatas (lihat Bagian 3: “Manusia dan Masyarakat dalam Dunia PMII), beridentitas Islam Aswaja, fleksibilitas, penghargaan terhadap lokalitas dan kekenyalan dalam menghadapi perubahan sebagaimana tradisi walisongo dan para ulama, gemar bersilaturahmi dan bekerjasama &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(ta’awun)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, dan seterusnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Adapun “analisis sosial situasi” yang dimaksud adalah berkaitan dengan pencermatan terhadap situasi sosial, ekonomi dan politik kontemporer yang berkembang dan berpeluang mempengaruhi eksistensi kehidupan warga PMII. Dari analisis ini, maka warga PMII menemukan pendekatan dan cara pandang yang khas terhadap realitas sosial, ekonomi dan politik di sekitarnya, diantaranya: pendekatan sosial kritis yang menyadari akan jaringan kekuasaan yang membentuk kenyataan, pendekatan poskolonial yang sadar akan kebersituasian diri warga dijajah secara kultural dan ekonomi serta pentingnya identitas dan integritas diri dan komunitas sosial, moral dan intelektual untuk menghadapi penyeragaman.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 63pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Racikan pendekatan ini ditujukan untuk merespon kenyataan sosial, menciptakan kesadaran diri yang kreatif, sekaligus mengambil posisi yang strategis dan cerdik di dalamnya. []&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;5&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Etik Aswaja PMII&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;“Etik Aswaja” pertama-tama merupakan pengejawantahan partikular dari pandangan dunia universalisme Aswaja. Ia berbicara pada taraf aksiologi Aswaja bagi PMII yang diharapkan menjadi panduan praktis bagi semua warga pergerakan. Oleh karena itu bisa dinyatakan bahwa Etika Aswaja adalah pandangan dunia warga PMII dengan karakter dan warna khas yang dipengaruhi oleh spektrum historisitas pengalamannya sendiri. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Etik Aswaja merupakan artikulasi kultural warga PMII yang hendak diwujudkan secara kolektif sebagai panggilan profetik yang sah dan bisa dipertanggungjawabkan secara intelektual dan diterima secara moral oleh semua warga dan penganut paham Islam Aswaja. Keyakinan ini dilandaskan pada pengejawantahannya yang progresif dan sama sekali tidak bertentangan dengan nilai-nilai universal pandangan dunia Aswaja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bidang Ekonomi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam bidang ekonomi, warga PMII membangun akses dan penguasaan ekonomi yang sebesar-besarnya ditujukan untuk pengembangan komunitas dan bangsa. Hal ini dimanifestasikan dalam tindakan:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Penguasaan akses sumberdaya ekonomi di dalam pemerintah (lokal dan nasional), hidup dalam etos kerja entrepeneurship dan mengembangkan potensi kreativitas warga pergerakan di segala bidang.&lt;a href="http://draft.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref2"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.pmiijakarta.com/dokumen/produk/aswaja-ethic.html#_ftn2" title="_ftnref2"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menumbuhsuburkan semangat tolong-menolong (ta’awun) sebagai jiwa dasar warga PMII dalam hidup berkooperasi dan tindakan berkorporasi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII melawan ketidakadilan tata penyelenggaraan ekonomi adalah sebagian dari iman (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;syu’bul iman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Setiap orag mempunyai kewajiban dalam bekerja (Imam An-Nawawi al-Bantani). Ikhtiar lebih utama daripada hasil&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bidang politik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam tindakan politik, semua warga pergerakan seyogyanya meletakkan secara proporsional antara ruang privat atau “ruang keintiman” sesama komunitas pergerakan dan ruang publik-politik atau “ruang kompetitif”. Ini berarti:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ruang politik-kompetitif tidak boleh merongrong “ruang keintiman” komunitas warga PMII yang berpotensi memecah belah komunitas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;“Ruang keintiman” pada hakikatnya adalah ruang komunitas yang dibangun dan dipertahankan melalui &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ta’awun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; (kooperasi), kepercayaan &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;(trust)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, dan kerjasama.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Warga PMII berperan sebagai kekuatan strategis yang bersinergi dengan penguasa (pemerintah), sekaligus juga menjadi alat kontrol yang bersikap kritis terhadap kebijakan pemerintah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bidang Sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam bidang sosial, warga pergerakan seyogyanya memiliki etika dalam segala tindakan, yang meliputi:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Peka terhadap realitas sosial, memiliki tanggung jawab sosial, dan tanggap terhadap berbagai problem sosial di dalam kehidupan masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bersikap &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;positive thinking&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;; yakni memandang setiap anggota pergerakan mempunyai potensi kebaikan masing-masing. Warga PMII juga memiliki kesadaran &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;self-criticism&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;nashoihul ‘ibadh&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga pergerakan bersikap saling menghormati baik secara internal maupun dengan komunitas eksternal lainnya, serta saling menasehati dan mengingatkan satu sama lain.&lt;a href="http://draft.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref3"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.pmiijakarta.com/dokumen/produk/aswaja-ethic.html#_ftn3" title="_ftnref3"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[3]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga PMII mengembangkan solidaritas sosial dan menjalankan mandat (peran) sosial dalam rangka mewujudkan common good komunitas dan bangsa.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;‘Adabu mu’asyarah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Sirajul Tholibin&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;, KH. Ihsan Al-Jampes)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bell MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;f.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Warga pergerakan berprinsip bahwa melawan ketidakadilan atau kesewenang-wenangan adalah bagian dari iman (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;syubul iman&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bidang Kebudayaan &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify; text-indent: 13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam bidang kebudayaan, warga PMII memiliki komitmen berpikir dan bertindak sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 58.5pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menyerap khasanah kebudayaan dan peradaban lain dari manapun datangnya untuk memperkaya dan memperkuat nilai dan kebudayaan komunitas.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 58.5pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mengembangkan kreativitas kebudayaan dalam rangka meng-counter ekspansi kebudayaan asing dan sekular.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 58.5pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mengembangkan budaya organisasi yang sehat atas dasar nilai &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ta’awun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 45pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;5.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Bidang Pergaulan Sehari-hari&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam pergaulan sehari-hari, warga PMII mengembangkan etika pergaulan sosial yang meliputi:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Yang tua (senior) membimbing dan memuliakan yang muda, dan sebaliknya yang muda hormat terhadap orang tua sebagai sesama pengemban etik aswaja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mengapresiasi setiap capaian, kesuksesan dan keberhasilan setiap kader yang berprestasi dan memberikan dukungan terhadapnya.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Mengucapkan “terimakasih”, “thanks”, “syukron” dan sejenisnya setiap menerima bantuan, nasehat, atau pemberian dari yang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berjabat tangan kepada setiap kader&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Berpandangan bahwa setiap kader adalah guru dan setiap tempat adalah sekolah pergerakan. Berprinsip bahwa setiap pembelajar adalah pengajar, dan setiap pengajar adalah pembelajar.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;6.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Kepemimpinan dalam organisasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 40.5pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Dalam rangka mengawal pelaksanaan Etik Aswaja, setiap warga PMII memilih seorang pemimpin yang berkarakter:&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 67.5pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Shiddiq (transparan)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 67.5pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Amanah (tanggung jawab, &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;trust&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;)&lt;a href="http://draft.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref4"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.pmiijakarta.com/dokumen/produk/aswaja-ethic.html#_ftn4" title="_ftnref4"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[4]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 67.5pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Fathonah&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 54pt; text-align: justify; text-indent: -13.5pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;d. Tabligh (komunikatif, menyerap aspirasi, dan mampu menyuarakan aspirasi)&amp;nbsp; yang bisa menjaga &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;common-good&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; komunitas&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 67.5pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;e.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Menjadi teladan&lt;a href="http://draft.blogger.com/post-create.do" name="_ftnref5"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.pmiijakarta.com/dokumen/produk/aswaja-ethic.html#_ftn5" title="_ftnref5"&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;[5]&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 67.5pt; text-align: justify; text-indent: -27pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;f.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 7pt;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Ta’at pada nilai bersama (&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;common good&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Penutup&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Demikianlah pokok-pokok Etika Aswaja PMII yang menjadi panduan bertindak dan berpikir dalam kehidupan sosial kontemporer. Pokok-pokok tersebut meliputi bidang ekonomi, politik, sosial, kebudayaan, pergaulan sehari-hari dan dalam kepemimpinan organisasional. Bila hendak dinyatakan dalam satu kalimat, maka Etika Aswaja berpusat pada semangat &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ta’awun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; dalam semua bidang kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;Secara internal komunitas warga, semangat &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt;ta’awun&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;"&gt; mendekontruksi kompetisi menjadi kooperasi; sementara dalam berhadapan dengan kekuatan eksternal, semangat ta’awun mendekontruksi dari kerumunan menjadi kekuatan berkompetisi. []&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 6pt 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0cm 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0cm 10.3pt 0.0001pt 27pt; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;  &lt;hr align="center" size="1" width="33%" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[1] Draft Aswaja ini merupakan rumusan dari Lokakarya Aswaja yang di selenggarakan oleh PKC PMII DKI Jakarta pada tanggal 27-30 Juli 2009 bertempat di Jakarta dan dihadiri oleh beberapa perwakilan PKC dan PC PMII se-Indonesia. Draft ini sangat terbuka untuk direspon melalui kritik atau tanggapan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[2] Karena sumberdaya ekonomi di negara-negara Asia Tenggara pada umumnya berpusat di &lt;i&gt;local government&lt;/i&gt;, maka membangun akses di dalamnya adalah suatu keniscayaan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[3] (An-Nawawi al-Bantani; &lt;i&gt;Qomiyut-Tughyan&lt;/i&gt;),&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[4] &lt;i&gt;Kullukum ro’in wa kullukum mas’uulun au ro’yatih &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt;"&gt;[5]&lt;i&gt; La tash hab man la yunhidluka ilaallahi haaluhu, wala yadulluka &amp;nbsp;maqooluhu&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-1446469930173645396?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/1446469930173645396/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/12/aswaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/1446469930173645396'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/1446469930173645396'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/12/aswaja.html' title='ASWAJA Sebagai Manhajul Al-Fikr dan Manhajul Al-Harakah'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TQPOU7QugYI/AAAAAAAAAIk/C_vV7UG4a_Y/s72-c/aswaja.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-722174677211284918</id><published>2010-11-27T01:13:00.000-08:00</published><updated>2010-11-27T01:21:46.587-08:00</updated><title type='text'>Resensi : Dominasi Penuh Muslihat, Akar Kekerasan dan Diskriminasi</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TPDD5z0bz3I/AAAAAAAAAIY/lkrWW1C5W0M/s1600/dominasi-penuh-muslihat.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TPDD5z0bz3I/AAAAAAAAAIY/lkrWW1C5W0M/s1600/dominasi-penuh-muslihat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Judul&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :Dominasi Penuh Muslihat, Akar Kekerasan dan Diskriminasi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Peresensi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :Nigar Pandrianto&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penulis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;  : Haryatmoko&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Penerbit&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Gramedia Pustaka Utama&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tebal &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; : xv + 294 halaman&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selalu ada kekuasaan di balik realitas yang melingkupi sebuah masyarakat. Sistem kemasyarakatan hingga keketatan sebuah ideologi, selalu dikonstruksi oleh “kekuasaan” tertentu. “Kekuasaan” itulah yang disebut sebagai dominasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bagian awal buku yang ditulis oleh Haryatmoko ini, disampaikan sejumlah gagasan yang dapat membantu pembaca untuk mulai menyadari bagaimana banyak segi dalam kehidupan telah dimistifikasi oleh kekuatan tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gagasan-gagasan tersebut berasal dari para pemikir seperti Pierre Bourdieu, Jean Baudrillard, Jurgen Habermas, Michel Foucault, hingga Jacques Derrida, yang terkenal selalu “menaruh curiga” atas kebenaran-kebenaran yang sudah terlanjur diterima secara umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Michel Foucault misalnya, mempertanyakan dominasi yang menciptakan makna tunggal atas seks. Foucault yang memunculkan gagasan arkeologi pengetahuan (the archeology of knowledge), yakin bahwa ada kepentingan di balik sebuah pengetahuan dalam masyarakat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hal yang sama juga terdapat dalam pemkiran Jurgen Habermas, salah seorang pemikiran aliran kritis Mazhab Frankfurt. Pemikiran Habermas, demikian ditulis Haryatmoko, ingin membebaskan manusia dari rasionalitas intrumental, yang kental dengan logika dan formalisme dalam menentukan kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, Haryatmoko juga melihat ada sejumlah dominasi utama yang kerap menjadi akar kekerasan dalam masyarakat, yakni dominasi agama, dominasi wacana, dan dominasi uang yang mengarah kepada konsumerisme.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menurut Haryatmoko, dengan mengutip Nelson Pallmeyer, dominasi agama kerap memicu kekerasan. Kekerasan relijius tidak hanya persoalan distorsi penafsiran teks, tetapi mengakar pada anggapan bahwa Tuhan pun berhak melakukan pembalasan ataupun kekerasan sebagai bagian dari kesucianNya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kemudian dominasi wacana. Menurut Haryatmoko, dominasi wacana adalah hal yang paling sulit diatasi, terutama menyangkut kekerasan simbolik. Dominasi ini beroperasi pada tataran bahasa, cara kerja, dan cara bertindak (hal. 128).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selain itu, dampak dominasi wacana cenderung halus dan tidak terasa. Parahnya, dominasi ini diakui dan diterima oleh si korban. Contoh jelas dominasi wacana adalah, posisi subordinasi perempuan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dominasi lain yang kental dalam masyarakat kontemporer adalah uang. Dalam masyarakat kontemporer, uang menjadi ukuran untuk menentukan berbagai hal. Lalu konsumsi tidak lagi berdasarkan kebutuhan, melainkan tanda. Di sini, konsumen membeli barang bukan karena manfaat, tetapi dalam kaitan pemaknaan seluruh obyek (hal. 227). Bahkan konsumsi bukan lagi untuk memenuhi kebutuhan dasar, tetapi karena tekanan psikologis dan sosial.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku ini menarik karena dengan memahami isinya, pembaca dapat menjadi lebih kritis untuk melihat dominasi di balik sistem tertentu, yang dengannya makna kebenaran tidak lagi tunggal. Seperti lazimnya membaca buku-buku beraroma filsafat yang kuat, untuk memahami buku ini, pembaca harus mau membuka cakrawala pemikiran secara lebih luas, dan memiliki usaha lebih untuk memahami setiap terminologi serta ide kunci yang dituangkan di dalamnya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber:www.gp-ansor.org&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-722174677211284918?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/722174677211284918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/11/judul-dominasi-penuh-muslihat-akar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/722174677211284918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/722174677211284918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/11/judul-dominasi-penuh-muslihat-akar.html' title='Resensi : Dominasi Penuh Muslihat, Akar Kekerasan dan Diskriminasi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TPDD5z0bz3I/AAAAAAAAAIY/lkrWW1C5W0M/s72-c/dominasi-penuh-muslihat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-3828630598257495321</id><published>2010-08-21T06:08:00.000-07:00</published><updated>2010-08-21T18:30:41.503-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Program Mega Proyek Ngawi Rawan Korupsi.'/><title type='text'>Program Mega Proyek Ngawi Rawan Korupsi.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Meski menuai pro kontra, eksekutif  terkesan ngotot merealisasikan mega  proyek gelanggang olah raga (GOR).  Rencananya, pengerjaan Mega proyek jilid  dua  yang bakal menempati areal eks  terminal lama tersebut dimulai awal  2011. Pembangunannya diperkirakan  memakan waktu minimal dua tahun.  ”Diperkirakan  2012 baru bisa terwujud  bangunan secara menyeluruh,”  kata Bupati Budi Sulistyono, kemarin  (20/8).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span id="more-1457"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dikatakannya,  pembangunan GOR merupakan salah satu program kerja di  bawah  kepemimpinannya lima tahun mendatang. Proyek yang buggetnya  bersumber  dari  APBN itu merupakan program lanjutan yang digulirkan   eksekutif sebelumnya. Di mana rintisan awal sudah dirumuskan sejak 2008   silam.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sayangnya, &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;setelah itu seakan  terkatung-katung imbas tarik  ulur legislative dengan pemerintah. ”Kami  pastikan untuk tahun depan  (2011, Red) sudah mulai pembangunan. Sebab  sudah ada kesepakatan dengan  pemerintah pusat,” ungkapnya. Pembangunan  proyek di atas lahan lima  hektar itu, lanjut dia, bakal dibagi  dalam  dua tahapan. Tahap awal,  fokus pada fisik bangunan dengan rancang  bangun berstandar nasional.  Sedangkan tahap kedua berupa pembenahan  fasilitas  pendukung dan  penataan kawasan sekitar demi kenyamanan atlet  yang bertanding maupun  masyarakat yang menonton secara langsung.  ”Harus dua tahapan, itu  kenapa kami prediksikan akan tuntas hingga 2012  mendatang,” papar pria  yang akrab dipanggil Kanang tersebut.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sementara, areal yang akan  dijadikan  lokasi pembangunan GOR yang menelan anggaran Rp 23 miliar itu,  sudah  mulai disiapkan. Bangunan shelter bus dan  ruko yang berjajar di   pinggir eks terminal lawas itu sudah dirobohkan. Tinggal gapura yang   berdiri di pintu masuk dan keluar yang masih tersisa. ”Tentu untuk    segera memulai pembangunan, terlebih dahulu membersihkan bangunan sisa   yang masih berdiri,” urainya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; Proyek GOR sempat mendapat  tentangan.  Siswanto, salah satu anggota Komisi I DPRD setempat menilai  pembangunan  sarana olah raga itu tidak multifungsi. Dikhawatirkan,  nantinya akan  dinikmati segelintir orang saja. ”Paling yang  memanfaatkan hanya  orang-orang tertentu saja. Jadi apa salahnya bila  dikaji ulang. Sebab,  infrastruktur yang lebih penting lainnya masih  banyak. Dan, itu  kondisinya sudah memprihatinkan. Jalan penghubung  antarkecamatan dan  desa misalnya,” tuturnya. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;(Radar Madiun)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-3828630598257495321?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/3828630598257495321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/08/program-mega-proyek-ngawi-rawan-korupsi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3828630598257495321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3828630598257495321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/08/program-mega-proyek-ngawi-rawan-korupsi.html' title='Program Mega Proyek Ngawi Rawan Korupsi.'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-4555272663707582577</id><published>2010-08-15T11:56:00.000-07:00</published><updated>2010-08-16T11:13:04.936-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Puasa Dan Kesalehan Sosial'/><title type='text'>PUASA ; DARI IBADAH INDIVIDUAL,  MENUJU IBADAH SOSIAL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Fenomena ritualistik di atas seringkali memberikan kesan umum bahwa Secara normative keadaan ini seharusnya melahirkan realitas-realitas social yang Kesimpulan yang mudah kita terima adalah bahwa prilaku masyarakat muslim Makna Ibadah   Ibadah dalam pengertian yang mudah ditangkap oleh masyarakat muslim&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Di negara ini terdapat lebih dari 700 ribu masjid dan jutaan mushalla (tempat shalat/masjid kecil) yang bertebaran di desa-desa bahkan di tempat-tempat pendidikan dan pusat-pusat perbelanjaan. Pada setiap bulan Ramadan, &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;tempat-tempat ibadah tersebut ramai dihadiri kaum muslimin untuk mengikuti salat tarawih. Mereka juga menyambut bulan ramadhan ini dengan berpuasa sebulan penuh. Sebagian mereka pada malam hari sesudah tarawih, mengadakan “tadarrus” (membaca al Qur-an) bersama-sama dan berbagai macam shalat sunnah qiyam al lail. Dan pada akhir ramadhan mereka berbondong-bondong dan serentak membayar kewajiban zakatnya. Pada musim haji, setiap tahun  jumlah kaum muslimin yang menunaikan ibadah haji lebih dari dua ratus ribu orang dan selalu menempati posisi terbesar di dunia bahkan sampai melebihi quota yang diberikan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;masyarakat muslim di Indonesia adalah masyarakat yang taat beragama sekaligus masyarakat dengan individu-individu yang saleh. Dalam banyak tradisi, kesalehan individual ini menjadi ukuran tingkat kwalitas keberagamaan seseorang. Dengan kata lain intensitas seseorang dalam menjalankan ritus-ritus agama menunjukkan tingginya nilai kesalehan atau kebaikan pribadinya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;saleh pula. Akan tetapi apa yang terjadi dalam realitas  Indonesia sampai hari ini adalah sebuah kondisi yang sungguh sangat menyedihkan. Praktek hidup dan berkehidupan masyarakat memperlihatkan kondisi yang berlawanan dengan norma-norma agama. Realitas Indonesia adalah bangsa dengan kemiskinan yang besar sekaligus dengan tingkat korupsi paling tinggi di dunia. KKN merajalela di mana-mana. Realitas social juga menunjukkan kondisi moralitas yang hancur. Kekerasan social dan keagamaan, kekerasan seksual, pembunuhan, konflik berdarah, narkoba dan sejumlah pelanggaran terhadap hak-hak asasi manusia semuanya terjadi hampir setiap hari dan di banyak tempat.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;memperlihatkan wajah-wajah yang paradoks. Ibadah individual seperti shalat, puasa, zakat, haji, membaca al Qur-an, berzikir, istighatsah dan sejenisnya yang bergemuruh itu ternyata tidak atau belum merefleksikan makna kesalehan sosial yang berarti dalam kehidupan masyarakat muslim.  Adakah yang salah dalam pemahaman masyarakat terhadap makna ibadah yang diajarkan agamanya?&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;seringkali mengambil pengertian yang lebih khusus : pengabdian kepada Tuhan dalam bentuknya yang paling pribadi yakni ritus-ritus sebagaimana di atas. Orang sering menyebutnya dengan istilah ibadah mahdhah. Ketika disebut ibadah maka yang tergambar adalah shalat, puasa, zakat, haji, zikir dan membaca al Qur-an. Pemahaman ini tentu saja mereduksi secara besar-besaran makna ibadah dalam pengertiannya yang genuine.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ketika Allah menyatakan bahwa “jin dan manusia diciptakan untuk beribadah kepadaNya” (Q.S. Al Dzaariyat, dan “semua utusan Tuhan diperintahkan untuk mengajak maniusia beribadah kepada Allah” (Q.S. Al Bayyinah, ), maka makna ibadah tersebut tidak mungkin hanya berarti  shalat, puasa, zakat, haji, berzikir, membaca al Qur-an dan sejenisnya. Ini karena kehidupan tidak mungkin hanya untuk berurusan dengan hal-hal tersebut, melainkan untuk hal-hal yang menyeluruh, mencakup seluruh aspek yang dibutuhkan manusia seperti berdagang, bertani dan bekerja, mencari ilmu dan sebagainya guna mempertahankan dan mengembangkan kehidupan itu sendiri. Jamal al Banna menyimpulkan bahwa ibadah adalah seluruh tindakan amal yang dicintai Tuhan. (Nahwa Fiqh Jadid, hlm. 64). Al Dailami, mengutip ucapan Hasan bin Ali bin Abi Thalib mengatakan : “Ada 70 pintu ibadah, dan yang paling utama adalah mencari kehidupan (rizki) yang halal”.(Kasyf al Khafa II/53).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Adalah juga niscaya bahwa orang  tidak bisa hidup sendiri dan tanpa orang lain yang membantu dan menolong. Karena itu tolong menolong dan kerjasama antara individu dan antar masyarakat, membantu orang-orang miskin dan orang-orang yang tertindas, menegakkan keadilan, mendirikan pemerintahan yang bersih dan sebagainya merupakan hal-hal yang niscaya dan menjadi missi keagamaan dalam Islam.  Ibadah adalah membebaskan manusia  Pada sisi lain sebagaimana diketahui bersama bahwa kehadiran agama yang dibawa para utusan Tuhan sejatinya dimaksudkan untuk membebaskan manusia dari system social yang menindas atas nama kekuatan maupun kekuasaan apapun yang biasanya dikonstruksi oleh kebudayaan masyarakat. Inti ajaran agama Islam adalah Tauhid.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ini berarti bahwa hanya Allah saja, Tuhan Yang Maha Besar, Maha Tinggi dan Maha Absolut. Dengan begitu maka hanya Allah juga satu-satunya yang patut disembah dan seluruh makhluk (ciptaan Tuhan) menyembah atau mengabdikan seluruh hidupnya kepada Tuhan. Tuhan sendiri menyatakan hal ini dalam Al Qur-an : “Katakanlah sesungguhnya shalatku, nusukku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah. Tidak ada sekutuk bagiNya dan karena itulah aku diperintahkan dan aku adalah orang yang pertama menyerahkan diri (kepada-Nya)”.(Q.S. Al An’am, 162-163).&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Atas dasar ini, maka substansi ibadah (pengabdian) kepada Tuhan seharusnya merefleksikan fungsi-fungsi pembebasan manusia atas manusia yang lain dari struktur social yang menindas dan menzalimi di satu sisi dan menegakkan kebenaran, keadilan dan kemakmuran manusia di sisi yang lain. Fungsi-fungsi ini disebut oleh al Qur-an dengan fungsi kekhalifahan manusia di muka bumi.(Q.S. Al Baqarah, ayat 30).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bentukbentuk pengabdian kepada Tuhan secara personal atau ibadah individual sesungguhnya merupakan cara menghadirkan Tuhan dalam diri masing-masing muslim dan menanamkan kesadaran kepada mereka akan fungsinya sebagai hamba Tuhan untuk pada gilirannya mampu merefleksikan dan mengaktualisasikan fungsi-fungsi tersebut di atas dalam kehidupan mereka sehari-hari. Ibadah personal dengan begitu sesungguhnya tidak dimaksudkan untuk dirinya sendiri melainkan untuk kepentingan social dan kemanusian yang lebih luas. Dalam bahasa al Qur-an, Islam dengan seluruh perangkat aturannya dihadirkan untuk manusia dan untuk mewujudkan kerahmatan dan kemaslahatan (kebaikan/kesalehan)  mereka. Inilah sejatinya makna ibadah dalam Islam.     &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Effek ganda Ibadah individual  Teks-teks agama yang berkaitan dengan urusan ibadah individual selalu memperlihatkan fungsi dan tugas ganda. Pada satu sisi ia merupakan cara manusia untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, membersihkan hati dan membebaskan diri dari ketergantungannya kepada selain Tuhan, tetapi pada saat yang sama ia menyatakan tuntutannya kepada  manusia untuk melakukan tanggungjawab social dan kemanusiaan.  Dalam hal shalat misalnya, al Qur-an menyatakan : “Dan dirikanlah shalat untuk mengingat-Ku”. Dengan kata lain shalat adalah sarana menghadirkan Tuhan dalam diri setiap individu. Kesadaran akan kehadiran Tuhan akan menjadikan manusia selalu menjalani hidupnya dengan kebaikan-kebaikan dan menjauhi keburukan-keburukan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hal ini ditegaskan pada ayat al Qur'an yang lain, yang menyatakan bahwa : “Sesunguhnya shalat mencegah manusia dari berbuat keburukan dan kemunkaran”. Pernyataan paling jelas diungkapkan dalam surah al Ma’un : “Apakah kamu mengetahui orang yang mendustakan agama?. Itulah orang yang tidak perduli terhadap anak yatim, tidak memberikan makan kepada orang miskin. Maka celakalah orang-orang yang shalat. Yaitu orang-orang yang lalai dari shalatnya, yakni orang yang riya dan orang yang tidak mau memberikan sesuatu yang berguna (bagi orang lain)”.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Puasa disamping merupakan proses menghadirkan Tuhan ke dalam diri, ia juga merupakan cara bagi diri manusia untuk dapat mengendalikan kecenderungankecenderungan egonya yang seringkali menuntut dan mendesakkan kehidupan hedonistic (inna al nafsa laammarah bi al suu). Al Qur-an sendiri menyatakan dengan sangat jelas bahwa puasa ramadhan diwajibkan kepada orang-orang yang percaya kepada Tuhan sebagai cara untuk membentuk dan melahirkan pribadi-pribadi yang bertaqwa.(Q.S. Al Baqarah 183). Pribadi yang bertaqwa adalah pribadi yang selalu menjaga diri dari menyakiti orang lain, menghalangi dan merampas hak-hak orang lain pada satu sisi, dan pribadi yang menyayangi, mengasihi dan menghormati hak-hak orang lain.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Zakat dinyatakan oleh Nabi sebagai cara membersihkan diri dari kesalahan dan dosa, tetapi juga aksi pemberian makan bagi orang-orang miskin dan orang-orang yang menanggung beban hidup yang berat, yang tertindas dan yang menderita lainnya. Nabi mengatakan : "Zakat fitrah diwajibkan guna membersihkan hati orang yang berpuasa dan memberi makan kepada orang-orang yang miskin". Dalam bahasa yang lebih umum zakat merupakan bentuk paling nyata pribadi-pribadi muslim untuk mewujudkan solidaritas social dan kemanusiaan.   Haji di samping dimaksudkan sebagai bentuk penyerahan diri secara total kepada Tuhan dan tanpa reserve, ia juga merupakan melambangkan kesatuan, kesetaraan dan persaudaraan umat manusia sedunia.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;  Dengan begitu menjadi jelas bahwa kesalehan individual selalu menuntut lahirnya efek-efek kesalehan social. Ketika ritus-ritus personal tersebut (ibadah individual) tidak melahirkan efek kesalehan social dan kemanusiaan, apalagi melahirkan sikap-sikap hidup negatif atau destruktif terhadap kepentingan sosial kemasyarakatan, maka untuk tidak mengatakan sebagai kesia-siaan, maka ia dapat dikatakan sebagai  sebuah kebangkrutan agama. Nabi saw pernah menyinggung persoalan ini :  &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;“Apakah anda tahu siapa orang yang bangkrut?. Para sahabat nabi mengatakan: orang yang bangkrut  di antara kami adalah orang yang tidak punya uang dan harta benda. Nabi bersabda : “Orang yang bangkrut dari kalangan umatku  adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa amalan-amalan ibadah shalat, puasa dan zakat. Tetapi pada saat yang sama ia juga datang sebagai orang yang pernah mencacimaki orang lain, menuduh orang lain, makan harta orang lain, mengalirkan darah orang lain, memukul orang lain. Maka orang-orang lain tersebut (korban) akan diberikan pahala kebaikan dia (pelaku/al muflis). Ketika seluruh kebaikannya habis sebelum dia dapat menebusnya, maka dosa-dosa mereka (para korban) akan ditimpakan kepadanya (pelaku), kemudian dia akan dilemparkan ke dalam api neraka”. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dan Tirmizi dari Abu Hurairah.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam banyak teks agama disebutkan bahwa ibadah individual seperti shalat dapat dipercepat ketika dia mengetahui ada makmum yang lemah, orang tuan atau sakit. Nabi saw pernah bersabda :  “Jika seseorang menjadi imam shalat bagi orang lain, maka hendaklah mempercepat shalatnya, karena di antara para makmum boleh jadi ada orang yang lemah, orang yang sakit dan orang tua. Jika dia shalat sendirian maka ia berhak berlamalama”.( Bukhari dan Muslim).(Nuzhah al Muttaqin, I/247). Nabi juga pernah bersabda : Aku betul-betul ingin shalat berlama-lama. Tetapi aku kemudian mendengar tangisan seorang bocah. Maka aku segerakan shalatku karena aku tidak ingin menyusahkan ibunya”. (H. Bukhari).    Menegakkan keadilan lebih utama dari ibadah individual  Menciptakan kehidupan yang rukun dan damai dalam masyarakat, menegakkan hukum dan berlaku adil, dalam banyak teks keagamaan Islam adalah jauh lebih baik daripada ibadah individual.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Nabi saw pernah menyampaikan : “Maukah kamu aku tunjukkan sesuatu yang lebih utama nilainya daripada nilai shalat puasa dan sedekah (zakat)?. Yaitu mendamaikan antar manusia, karena kerusakan yang ditimbulkan oleh konflik antar mereka adalah kebinasaan  agama”. (Al Munawi, Syarh Al Jami’ al Shaghir, I/197).  “Satu hari seorang pemimpin bertindak adil terhadap rakyatnya adalah lebih utama daripada orang yang beribadah selama 60 tahun”.(Hadits Abu Hurairah. Lihat : Al Sakhawi : Al Maqashid al Hasanah, hlm. 334).  Jihad (perjuangan) paling utama adalah menyampaikan pesan kebenaran kepada pemerintah yang zalim”.(Al Munawi, Syarh Al Jami’ al Shaghir, I/81). Dalam riwayat Thariq bin Syihab : “…. menyampaikan pesan keadilan di hadapan penguasa yang zalim”.(Kasyf al Khafa, I/154).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Dalam sebuah hadits disebutkan :  “Barangsiapa bangun di waktu pagi dan berniat menolong orang yang teraniaya dan memenuhi keperluan orang Islam baginya pahala yang sama dengan haji mabrur. Hamba Allah yang paling dicintai adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain (manusia) dan amal yang paling utama adalah memasukkan rasa bahagia pada hati orang yang beriman menutup rasa lapar orang lain, membebaskannya dari kesulitan hidup atau membayarkan utangnya”. (Nashaih al Ibad hlm. 4).       Ibadah Sosial lebih luas   Dari Sumber-sumber Islam baik al Qur-an maupun hadits nabi saw diketahui bahwa dimensi pengabdian atau ibadah social dan kemanusiaan dalam Islam sesungguhnya jauh lebih luas dan lebih utama dibandingkan dengan dimensi ibadah personal.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Dalam teks-teks fiqh klasik kita dapat melihat bahwa bidang Ibadat (ibadah personal) merupakan satu bagian dari banyak bidang keagamaan lain seperti mu’amalat madaniyah, Hukum Keluarga (al Ahwal al Syakhshiyyah), Jinayat (pidana), Qadha (peradilan) dan Imamah (politik). Dalam buku-buku hadits kita juga melihat bahwa bab ibadah personal jauh lebih sedikit dibanding bab-bab yang lain. Fath al Bari Syarh Shahih al Bukhari, sebuah kitab hadits paling populer, misalnya hanya mengupas persoalan ibadah dalam empat jilid dari dua puluh jilid yang menghimpun bab lainnya. Ini jelas menunjukkan bahwa perhatian Islam terhadap persoalan-persoalan publik jauh lebih besar dan lebih luas daripada perhatian terhadap persoalan-persoalan personal. Dalam sebuah kaedah fiqh disebutkan : “al Muta’addi afdhal min al Qashir”.(Amal ibadah yang membawa effek lebih luas lebih utama daripada amal ibadah yang membawa efek terbatas).&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Al Ghazali mengungkapkannya dengan bahasa : “al Naf’ al muta’addi a’zham min al naf’ al qashir”(ibadah yang memberi manfa’at yang menyebar lebih agung daripada ibadah yang membawa manfa’at kepada diri sendiri).(Bidayah al Hidayah, hlm. 34) Terhadap hal ini Abu Ishak al Syirazi dan Imam al Haramain mengatakan bahwa orang yang melaksanakan kewajiban kolektif (fardhu kifayah) acapkali memiliki nilai lebih ketimbang kewajiban individual (fardhu ‘ain) karena ia dapat membebaskan kesulitan banyak orang.(Al Suyuthi, Al Asybah wa al Nazhair, 99).   Akhirnya  Sesudah membaca meski serba sedikit keterangan di atas, maka ada tidak jalan lain bagi kaum muslimin terutama di Indonesia sekarang ini untuk melangkah lebih progresif  melakukan aktifitas-aktifitas sosial, ekonomi, politik dan kebudayaan sebagai bentuk perwujudan dari pengabdiannya kepada Tuhan.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kemiskinan, keterbelakangan, kebodohan dan sejumlah krisis lain yang tengah menghimpit bangsa  kita  tampaknya tidak cukup hanya diatasi dengan melakukan ibadah-ibadah individual, tetapi juga dengan perjuangan meningkatkan kecerdasan masyarakat, penegakan hukum dan keadilan, solidaritas sosial dan membebaskan penderitaan masyarakat.  Sejarah kehidupan kaum muslimin awal memperlihatkan kepada kita bahwa mereka tidak pernah melakukan dikotomisasi antara ibadah individual dan ibadah sosial. Malam-malam kaum muslimin generasi awal adalah malam-malam yang khusyuk dalam sujud dan membaca al Qur-an, sementara siang hari mereka adalah langkah-langkah gemuruh kaki kuda dan kerja-kerja kemanusiaan. Seluruh perjuangan untuk mewujudkan tatanan sosial yang adil dan menegakkan martabat kemanusiaan adalah ibadah, pengabdian kepada Tuhan.&amp;nbsp; (admin)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-4555272663707582577?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/4555272663707582577/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/08/dari-ibadah-individual-menuju-ibadah.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4555272663707582577'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4555272663707582577'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/08/dari-ibadah-individual-menuju-ibadah.html' title='PUASA ; DARI IBADAH INDIVIDUAL,  MENUJU IBADAH SOSIAL'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-7102894144913118622</id><published>2010-08-06T20:22:00.000-07:00</published><updated>2010-08-08T04:04:39.051-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Data Base Kader'/><title type='text'>Data Base Kader | Isilah Form dibawah ini</title><content type='html'>&lt;iframe src="http://spreadsheets.google.com/embeddedform?formkey=dEJkakY1cVM3TGVzTkRnZTVubnNGVWc6MQ" width="460" height="530" frameborder="0" marginheight="0" marginwidth="0"&gt;Loading...&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-7102894144913118622?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/7102894144913118622/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/08/isilah-form-dibawah-ini.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/7102894144913118622'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/7102894144913118622'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/08/isilah-form-dibawah-ini.html' title='Data Base Kader | Isilah Form dibawah ini'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-5510513968321715008</id><published>2010-07-23T02:15:00.000-07:00</published><updated>2010-07-23T02:16:46.611-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Saatnya Bergerak'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><title type='text'>Saatnya Bergerak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Pekerjaan tangan yang paling sederhana sekalipun,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Demi mempertahankan harga diri seseorang,&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Jauh lebih utama daripada kekayaan yang disertai penyelewengan.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Imam Ali)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kesedihan apa lagi yang harus kita tanggung setelah puluhan bencana memukul kita dengan hebat. Kecelekaan yang menewaskan nyawa ratusan orang bukan hanya membuat kita sedih tapi frustasi. Kita tidak saja kurang percaya dengan keselamatan angkutan tapi juga mulai bertanya, siapa yang kemudian patut dituntut tanggung jawab. Sedangkan banjir lumpur belum tuntas kita kemudian dihentakkan lagi dengan tenggelamnya kapal di perairan laut Jawa. Rasa kasihan maupun prihatin seperti kepalan tangan yang mulai tak punya tenaga dan kekuatan. Bencana yang datang beruntun bukan lagi dipahami sebagai ujian tapi kesalahan ulah tangan-tangan manusia. Tentu bukan sembarang manusia, tapi kumpulan makhluk yang punya kekuasaan dan menyelewengkannya dengan cara sewenang-wenang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itulah yang kita saksikan dengan sikap ‘tak tahu malu’ para pejabat! Seorang menteri di Jepang bersedia mundur ketika ada kecelakaan yang menewaskan puluhan orang.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Seorang petinggi-setingkat Perdana Menteri-di Korea bisa mundur hanya karena bermain golf ketika banjir melanda sebuah kecamatan. Mereka seakan tahu kalau tindakan, perangai serta tanggung-jawabnya membuat dirinya merasa ‘enggan’ untuk tetap bertahan di kursi kekuasaan. Bagi mereka kekuasaan itu amanat dan tanggung jawab. Kejadian sebaliknya terjadi disini! Jabatan seperti sebuah tongkat sihir yang harus dipegang erat-erat. Dengan tongkat itu maka semua keistimewaan, perlindungan dan kelimpahan material datang menyongsong. Kalau ada rakyat yang luka dan merupakan bagian tanggung jawabnya; cukup si menteri mengatakan itu sebagai ‘musibah’ dan mereka akan berusaha ‘seolah-olah’ menanganinya. Kekuasaan disini, dari dulu hingga sekarang, hanya berisi para badut yang bisa bermain ‘peran’ sesuai dengan situasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perangai ‘badut’ itu disuguhkan dengan antusias oleh media: saat ada bencana secara berbondong-bondong para penguasa datang untuk kemudian menyapa, bersalaman dan menebar janji. Mereka berkata dengan paras muka-seakan-akan-sedih sembari tetap meyakinkan pada korban kalau situasinya tak seburuk yang diduga. Dan janji seperti sebuah jabatan yang dengan gampang dikhianati. Katanya beri bantuan tetapi masih saja memakai persyaratan. Katanya memberi jaminan tapi masih menuntut prosedur. Kekuasaan kini bukan hanya gagal untuk menentramkan tapi juga berhasil membuat rakyat untuk putus asa dengan keadaan. Saksikan bagaimana nasib korban lumpur yang hingga saat ini belum ketahuan ujung pangkalnya. Walau semua orang tahu siapa pemilik pabrik yang ‘memproduksi lumpur’ tapi hukum sepertinya takut untuk menerkam dan memenjarakannya. Taring hukum hanya berani ‘menangkap’ mereka yang berjenggot dan tak punya kedudukan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Parlemen juga bersikap sama. Mereka masih saja sibuk menimbun tambahan gaji dan terus-menerus menambah bini. Seakan-akan urusan rakyat tak bisa dibereskan kalau uang untuk mereka tidak terus ditambah. Dalih kalau gaji naik maka akan terjadi peningkatan kinerja seperti bualan busuk yang bosan kita dengar! Kualitas parlemen yang semacam ini tentu tak akan mungkin memiliki nyali untuk berbuat banyak apalagi memikirkan kepentingan banyak rakyat. Tentu ada sedikit orang yang masih insaf untuk berpikir benar tapi kekuatan mereka tak memadai dibanding dengan komplotan bandit yang selalu sibuk studi banding kesana-kemari. Jika ada survai yang menyatakan, kalau korupsi parlemen tetap tertinggi, itu bukan berita tapi pengumuman ulang dari pandangan umum publik yang sudah lama tahu. Sebab bukan hanya miskin prestasi tapi parlemen juga krisis figur: mereka seakan hanya kumpulan manusia mujur yang mendapat keuntungan karena busuknya zaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Keadaan ini tak bisa lagi didiamkan. Kepercayaan kita pada hukum hanya jadi bualan ketika yang jahat dan kaya dapat lolos dari jerat keadilan. Keyakinan kita pada demokrasi hanya omong kosong ketika parlemen maupun kekuasaan hanya berisi para badut yang hanya bisa buat dalih serta kebohongan. Kita butuh cara pandang dan pemecahan baru yang lebih memberi ‘keyakinan dan harapan’ terhadap masa depan. Mungkin yang pertama perlu kita pikirkan adalah ‘cara dan mekanisme’ yang selama ini ada dalam memilih para penguasa. Mengapa berkali-kali pemilu kita salah memilih pemimpin maupun wakil rakyat. Begitu bodohkah rakyat hingga gampang sekali ditipu? Begitu naifkah publik hingga berulang kali salah dalam memilih penguasa dan wakilnya? Atau jangan-jangan kita dihukum oleh takdir sejarah untuk selalu mendapat penguasa yang lalim, bodoh dan mudah berkhianat? Pertanyaan-pertanyaan ini perlu dilontarkan karena kepercayaan kita terhadap mekanisme politik maupun pemilihan memang saatnya untuk digugat kembali!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemimpin sepatutnya bukan hanya kita kenal juga bisa dikritik dan diganti kalau menyeleweng. Kepemimpinan yang kini berjalan tidak lagi menjalankan fungsi ini: dikritik bisa tidak diindahkan, diganti menunggu pemilihan! Tak bisa lagi mekanisme kepemimpinan mengandalkan sistem yang naif seperti sekarang: kita bisa meniru Venezuela dimana pemimpin bisa direferendum oleh rakyatnya jika tak becus mengelola rakyat; kita bisa meniru Iran dimana calon pemimpin bisa muncul dari kalangan independen; kita bisa meniru India dimana pemimpin adalah orang yang bisa kita kenal dekat dan dapat kita sentuh. Kepemimpinan politik di negara-negara diatas memang tidak lagi mengandalkan kharisma tetapi bagaimana pemimpin bisa ‘berbuat dan bertindak’ sesuai dengan program rakyat. Pemimpin bukan jadi pelayan dari agen-agen uang tapi berpihak untuk kepentingan mayoritas rakyat yang miskin dan tersingkir.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sama halnya dengan parlemen dimana rakyat punya hak untuk ‘memecatnya’. Rakyat perlu tahu bahwa gaji, uang, mobil bahkan pakaian yang melekat di tubuh parlemen adalah milik rakyat. Jadi alangkah bodoh jika ada anggota Parlemen yang selalu sulit ditemui oleh rakyat. Parlemen-kasarnya-adalah budak rakyat! Kita waktunya untuk membuat sistem yang membuat si ‘budak’ ini tak terlampau jauh dari kebutuhan dan kepentingan rakyat. Parlemen sebaiknya memiliki kewajiban sebagai pelayan rakyat: melaporkan kekayaan rutinya pada rakyat, memberitahukan pekerjaanya pada rakyat dan bersedia untuk dipecat oleh rakyat jika pekerjaanya tidak menguntungkan rakyat! Bukan orang yang selalu berjanji untuk kemudian berkhianat pada rakyat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Waktunya kita memikirkan sistem alternatif untuk menghindarkan rakyat dari penipuan para politisi zalim. Sistem alternatif ini berangkat dari kegagalan atas mekanisme politik yang selama ini ada. Kegagalan, keluhan, keraguan itu penting untuk dijawab dalam konteks gerakan: kita tak akan pernah bisa memahami kegagalan dari sistem politik sekarang tanpa menjadi korban dan bagian dari kekuatan yang melawan penindasan. Maka menjadi kewajiban bagi kekuatan perubahan untuk tidak sekedar menumbangkan sistem politik ini secepatnya tapi juga membangun sistem politik alternatif yang bisa memberi rakyat ‘jaminan dan kepastian’ akan datangnya keadilan, pemerataan dan perubahan nasib yang nyata. Rakyat bosan dengan ulasan, janji atau harapan: rakyat membutuhkan tindakan nyata yang berdampak pada perubahan. Hanya dengan tindakan malapetaka bisa dihindarkan dan nasib perubahan bisa dijemput secepatnya. Mari kita bergerak!!!&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-5510513968321715008?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/5510513968321715008/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/saatnya-bergerak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5510513968321715008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5510513968321715008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/saatnya-bergerak.html' title='Saatnya Bergerak'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-5008071687704947615</id><published>2010-07-20T12:14:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T12:15:52.068-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan..Rezim Penguasa Penindas Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Melawan Hukum Penindas Rakyat'/><title type='text'>Ajak Anak Berani Oposisi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bashori Muchsin&lt;br /&gt;Guru Besar dan Pembantu Rektor II Universitas Islam Malang&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika sejumlah lembaga pendidikan mapan melakukan reaksi keras terhadap pembatalan UU BHP, masihkah pengelola pendidikan menghidupkan pertanyaan benarkah pendidikan yang sedang dibangun masih menjadi penjamin moral masa depan anak-anak?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika 300 lebih kantin kejujuran didirikan di sejumlah sekolah oleh Pemprov Jatim misalnya, saat itu muncul pertanyaan, mengapa kantin kejujuran saja perlu didirikan? Sudah demikian frustrasikah kalangan penyelenggara pendidikan di negeri ini? Tidak cukupkah anak-anak didik menerima doktrin kejujuran sebagai doktrin yang meregulasi sikap dan perilakunya di masyarakat, khususnya membentuk mental militan sebagai pejuang?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekolah sekarang perlu memasuki ranah das sollen, bahwa idealnya pendidikan tidak mengabaikan pendidikan non-skill, atau tidak meminggirkan pola kependidikan yang berbasis pengutamaan dan penguatan sisi moralitas-humanitas. Di sisi inilah parameter keberhasilan tidaknya mendidik anak (SDM) bisa dinilai (dilihat), dan bukan semata-mata menekankan keterampilan atau model pembelajaran yang menghasilkan anak didik sebagai mesin memburu prestasi kerja.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Itu membenarkan tuduhan bahwa banyaknya virus yang melekat dalam diri masyarakat dan bangsa ini, tak lepas dari kesalahan penyelenggaraan pendidikannya. Ini sesuai adagium yang menyebut, maju tidaknya suatu bangsa ditentukan oleh model penyelenggaraan pendidikan kepada anak didiknya. Rapuh tidaknya suatu bangsa, ditentukan oleh kondisi pendidikan bangsa ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ketika banyak orang pinter keblinger, hobi menjual amanat, atau sibuk memanipulasi norma kebenaran, mengamputasi keadilan, menyelingkuhi kekuasaan dengan merapuhkan sendi-sendi perekonomian negara dan memiskinkan rakyat, maka penyelenggaraan pendidikan kalau pendidikan gagal melahirkan pejuang militan. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan divonis gagal menunaikan misi sucinya sebagai institusi pembebas dan pencerah, dan sebaliknya sekadar jadi pabrik yang melahirkan mesin yang menggerakkan praktik-praktik kotor, tak bermoral, atau suka memproduksi ketidakjujuran.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan yang sebatas memperlakukan manusia sebagai mesin, dapat berakibat fatal bagi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Pendidikan wajib menomorsatukan sisi moralitas-religiusitas dibandingkan kepentingan memburu kemampuan keterampilan. Kepintaran hanya sebagai bagian dari prestasi intelektualitas, yang tak bermakna apa-apa, jika dibiarkan berjalan tanpa prestasi moralitas dan spiritualitas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar Antikorupsi&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;M Quraish Shihab (1992) menunjukkan substansi model pendidikan yang menekankan keunggulan manusia. Manusia yang dibina adalah makhluk yang memiliki unsur-unsur material (jasmani) dan imaterial (akal dan jiwa). Pembinaan akalnya menghasilkan ilmu. Pembinaan jiwanya menghasilkan kesucian dan etika, sedangkan pembinaan jasmaninya menghasilkan keterampilan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belajar dari gagasan pakar ilmu tafsir itu, tampaknya model sekolah atau pendidikan unggulan, bertolok ukur standar nasional atau sekolah-sekolah bergaya internasional, bukan semata terletak pada keunggulan fasilitas atau pendidik bermerek luar negeri, tetapi juga sistem demokratisasi edukasinya yang implementasinya mampu menumbuhkembangkan (mengondusifkan) dan memprogresifkan pribadi anak didik menjadi manusia (pejuang) militan, yang sejak dini akrab dengan kebenaran, keadilan, dan perlindungan harkat kemanusiaan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Anak didik bukan hanya unggul dalam membangun skill, tetapi juga unggul dalam keberdayaan moral (moral empowering) dan spiritualnya, khususnya dalam membangun kesalehan sosial, edukasi, dan kulturalnya. Apa gunanya memproduk anak-anak pintar, kalau dalam dirinya sarat penyakit seperti mengidap krisis komitmen moral, termasuk komitmen moral dalam membangun negara.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Komitmen membangun negara dapat dilakukan oleh manusia Indonesia yang sejak dini atau ketika mengikuti proses pembelajaran sudah dikenalkan dan diakrabkan dengan mentalitas mengutamakan kesehatan, keselamatan, dan kejayaan negara atau kepentingan publik (rakyat). Anak didik yang terlatih mengenal urgensinya sumberdaya negara dan perlindungannya, akan membuat pribadinya punya kepekaan untuk melindungi dan mengadvokasinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Praktik korupsi yang sedang marak di negeri ini, misalnya, harus dijadikan sebagai tema mata pelajaran substansial yang bisa dititipkan, diadopsi, dan diadaptasikan di berbagai sebaran mata pelajaran sebagai suatu das sollen yang secara moral bisa ditransformasi atau didiskursuskan sebagai suatu praktik yang bukan hanya menodai masyarakat dan bangsa, tetapi benar-benar potensial menghancurkan keberlangsungan hidup negara ini. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teten Masduki menyebut, bahwa penyakit korupsi di Indonesia ini makin sistemik, ibarat kanker sudah kronis, karena bukan hanya sudah demikian parah memasuki relung dan jaringan kekuasaan (eksekutif) mulai dari bawah hingga ke lingkaran elite, tetapi tingkat agregasi korupsinya juga semakin eskalatif ke lingkaran yang lebih sistemik dan profesional, termasuk ”menjamah dan menjarah” dunia pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau sudah begitu, yang perlu dikedepankan adalah membudayakan praksis pengajaran di sekolah yang bersubstansikan pendidikan mentalitas antikorupsi, antidusta, antianomali, antimalversasi, atau antiberbagai bentuk praktik kroni, supaya kelak kalau mereka (anak didik) sudah lulus dan dipercaya mengisi bursa kepemimpinan di berbagai lini kekuasaan, dalam dirinya sudah tertanam kuat mental pejuang militan, yang tak takut menghadapi berbagai bentuk godaan dan ancaman.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengenalan pada anak didik tentang bahaya korupsi juga wajib diikuti dengan beberapa teladan konkret di lingkaran lembaga pendidikan yang menumbuhkan budaya menjauhi dan memusuhi perilaku menyimpang seperti korupsi moral, korupsi jam pelajaran, korupsi dana BOS, dan berbagai praktik lainnya. Itu menyiapkan mereka menjadi pemimpin bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dikutip dari Surya Online &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-5008071687704947615?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/5008071687704947615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/ajak-anak-berani-oposisi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5008071687704947615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5008071687704947615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/ajak-anak-berani-oposisi.html' title='Ajak Anak Berani Oposisi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-3290787200614606927</id><published>2010-07-14T11:06:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T11:06:47.722-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><title type='text'>Kader PMII Harus Terus Bersikap Kritis pada Persoalan Daerah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Padangpariaman&lt;/b&gt; - Kader Pergerakan Mahasiswa Islam  Indonesia (PMII) diminta untuk tetap menjadi kader yang kritis terhadap  persoalan-persoalan pemerintahan&amp;nbsp; di daerah masing-masing. Sikap kritis  tersebut sesuai dengan posisi mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat  intelektual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Kabupaten Padangpariaman Afriendi  menegaskan hal itu pada pembukaan 'Saresahan Mahasiswa dan Pelatihan  Kader Dasar (PKD) PMII' Padangpariaman, Kamis (8/7) di Pondok Pesantren  Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Kecamatan VI Lingkungan Kabupaten  Padangpariaman.&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PKD yang berlangsung hingga Ahad (11/7/2010),  diikuti 30 peserta dari mahasiswa perguruan tinggi di Kabupaten  Padangpariaman dan Kota Pariaman. Demikian dilaporkan Kontributor NU  Online Bagindo Armaidi Tanjung di Padang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Afriendi, kader  PMII mau tidak mau harus siap menjadi kader pemimpin masa depan.  Apalagi dikaitkan dengan tema PKD, mewujudkan kader kritis,  organisatoris dan kader pemimpin. "Sejak mahasiswa mereka melalui PMII  harus dipersiapkan jadi pemimpin. Tanpa melalui pelatihan kepemimpinan,  mana mungkin siap jadi pemimpin," kata Afriendi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afriendi juga  minta elemen organisasi kemahasiswaan dan BEM perguruan tinggi di  Padangpariaman tidak hanya mementingkan kekuatan internal organisasi.  Seharusnya juga mementingkan masalah-masalah eksternal organisasi  sehingga mampu memberikan 'warna' di Kabupaten Padangpariaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampil  sebagai narasumber dari PB PMII Aidil Azhari, alumni PMII Ulil Amri dan  tokoh NU lainnya di Padangpariaman, kata Ketua Panitia Syafrizal  Chaniago.&lt;br /&gt;(sumber : NU Online, , arm)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-3290787200614606927?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/3290787200614606927/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/kader-pmii-harus-terus-bersikap-kritis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3290787200614606927'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3290787200614606927'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/kader-pmii-harus-terus-bersikap-kritis.html' title='Kader PMII Harus Terus Bersikap Kritis pada Persoalan Daerah'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-4692058936265173268</id><published>2010-07-14T11:03:00.000-07:00</published><updated>2010-07-14T11:08:31.485-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan..Rezim Penguasa Penindas Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Melawan Hukum Penindas Rakyat'/><title type='text'>PMII Jember Kampanyekan Keperawanan.</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jember. PMII mendesak kepada para orangtua agar lebih mengontrol putra-putri mereka dalam bergaul; ”Keep Your Virginity! Puluhan aktivis mahasiswa di Jember yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) menggelar unjuk rasa soal pentingnya menjaga keperawanan. Unjuk rasa dilakukan di depan gedung DPRD Jember saat para legislator menggelar sidang penyampaian visi dan misi calon kepala daerah, Ahad (20/6).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam aksi itu para aktivis membagi-bagikan selebaran dengan tulisan berjudul besar: Keep Your Virginity (jagalah keperawanan Anda).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Aksi ini dilakukan terkait merebaknya kasus pornografi di Indonesia akhir-akhir ini.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sugeng Wahyudi, koordinator aksi, dalam seruannya meminta kepada masyarakat dan pelajar tidak menyimpan video porno mirip artis yang merusak moral bangsa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Kami mengimbau agar masyarakat dan pelajar tidak meniru perilaku artis tersebut. Kami juga mengimbau agar pelajar dan masyarakat, khususnya pelajar wanita tidak terjerumus free sex dan menjaga keperawanannya," katanya, seperti dilansir situs beritajatim.com.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PMII mendesak kepada para orangtua agar lebih mengontrol putra-putri mereka dalam bergaul. PMII meminta agar hukum pemberantasan pornografi ditegakkan. Pelaku tindakan terkait pornografi perlu ditindak tegas.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Efek buruk dari pornografi ini tak hanya berdampak terhadap masyarakat nonpendidikan saja, tapi juga berefek terhadap siswa dan mahasiswa," kata Sugeng (***)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-4692058936265173268?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/4692058936265173268/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/pmii-jember-kampanyekan-keperawanan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4692058936265173268'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4692058936265173268'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/pmii-jember-kampanyekan-keperawanan.html' title='PMII Jember Kampanyekan Keperawanan.'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-3742583521761425870</id><published>2010-07-10T06:51:00.000-07:00</published><updated>2010-07-20T12:20:21.241-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bung Karno mengaku PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan..Rezim Penguasa Penindas Rakyat'/><title type='text'>Kaum Pergerakan, Lakukan Perlawanan !</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 14" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 14" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cwahyu%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cwahyu%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CUsers%5Cwahyu%5CAppData%5CLocal%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:1;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-format:other;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-520092929 1073786111 9 0 415 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-family:"Calibri","sans-serif";	mso-ascii-font-family:Calibri;	mso-ascii-theme-font:minor-latin;	mso-fareast-font-family:Calibri;	mso-fareast-theme-font:minor-latin;	mso-hansi-font-family:Calibri;	mso-hansi-theme-font:minor-latin;	mso-bidi-font-family:Arial;	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}.MsoPapDefault	{mso-style-type:export-only;	margin-bottom:10.0pt;	line-height:115%;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SwDTVJG_L7I/AAAAAAAAACo/bkf73XIlfAE/s1600/DSCN9400.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SwDTVJG_L7I/AAAAAAAAACo/bkf73XIlfAE/s200/DSCN9400.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bencana ternyata tak bisa dihentikan. Ribuan penduduk kini menetap di tenda-tenda. Ada beberapa orang yang memutuskan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Mereka tak lagi tahu harus bersikap seperti apa; ketika rumah roboh dan bantuan tak pernah jelas maka hidup bukan hal mudah untuk dilanjutkan. Beberapa aktivis hukum mulai melontarkan somasi pada pejabat yang berbohong. Jawaban si pejabat tak kurang tangkas: saya tak pernah bohong dan bantuan tetap diberikan walau jumlahnya lebih kecil. Alibi dan dalih mulai dikucurkan untuk menutupi semua kenyataan keji. Itulah nasib rakyat: dari dulu sampai kini hanya menjadi tumbal. Karena tumbal itulah maka musibah selalu dibaca sebagai bagian dari kehidupan yang membuat manusia tak bisa berkelit. Ketika sebuah musibah datang, yang dituntut bukan tanggung jawab melainkan sikap ikhlas dan lapang. Ini bukan hanya sikap naif tapi sesat.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kesesatan yang membuat pemerintah memutuskan untuk menaikkan upah parlemen. Sesat pulalah yang membuat pemerintah memutuskan untuk menambah gaji ke -13. Seolah-olah pemerintah bukan berdiri diatas kepentingan rakyat,&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;tapi kepentingan para pejabatnya. Makanya kita jadi terkejut ketika pemerintah bilang bahwa siswa yang tak lulus ujian adalah anak bodoh. Apakah siswa itu bodoh kalau bertahun-tahun sekolah tapi hanya tiga mata pelajaran yang diujikan? Dimana sebenarnya letak kebodohan tatkala dunia pendidikan tidak memahami dan menghargai proses. Tiba-tiba kurikulum diubah dan diputuskan tanpa memahami konsekuensi yang timbul. Pemerintah terlanjur untuk tidak menghiraukan beda tajam antara keputusan dengan konsekuensi. Akibatnya kemudian jadi tampak mengenaskan: kita diminta untuk mengulang-ulang musibah. Kita jadi seperti yang dikatakan oleh pejabat pemerintah, anak bodoh yang peluangnya hanya mengulang soal-soal ujian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Kita jadi putus harapan menyaksikan kenyataan suram ini. Ide-ide perubahan sosial yang muncul seolah jadi pidato membosankan. Demokrasi, tanggung jawab sosial, partisipasi hanya kutipan khutbah yang kering dari contoh-contoh konkrit. Ide itu bergulir hanya dari buku, ke seminar, lalu pada pelatihan dan tertinggal dalam teks proposal. Ide itu hanya jadi seruan para demonstran yang kini kehilanggan massa. Lebih-lebih kita menyaksikan keringnya tulisan-tulisan cerdas dan jitu dari para ilmuwan. Ide-ide sosial yang tenggelam ini telah membuat keputusan dan kebijakan pemerintah hanya memutar-mutar korban. Baik dalam pemotongan subsidi maupun penanganan bencana alam, pemerintah bersikap sama: prosedural, berbelit-belit dan memakan korban rakyat miskin. Rakyat memang dibiarkan sendirian: termangu di tenda dan menunggu-nunggu harapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sia-sia kita berusaha untuk mencari jalan keluar ketika lembaga hukum mengalami kematian fungsi. Jika hukum hanya menjadi debat antara ilmuwan, pekerja hukum dan para pengacara maka keadilan hanya jadi omong kosong. Kode etik Mahkamah Agung yang memperbolehkan hakim menerima hadiah seperti aturan keji yang melukai cita-cita keadilan. Apalagi kalau Mahkamah Agung menyatakan itu sebagai kesalahan ketik; lagi-lagi itu menjadi tanda bahwa di tubuh kekuasaan tertinggi peradilan hanya diisi oleh bangkai. Tidak hanya bau kebusukan, karena tiba-tiba sang Ketua dengan alasan otonomi memperpanjang masa pensiunan dirinya sendiri. Perangai sang ketua ini seperti menumpuk kotoran yang selama ini jadi sasaran kritik banyak orang. Tapi begitulah hukum kalau dijalankan oleh manusia-manusia yang tidak berakal, miskin nurani dan suka dengan kemegahan. Sinyal keadilan dalam lembaga hukum roboh dan peradilan hanya jadi ruang tempat harapan dan nurani dibuang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Berpaling kita pada gerakan sosial yang menyediakan stok aktivis. Mereka yang selama ini menjadi barisan kritis dan selalu peka pada derita dan cacat kekuasaan. Sebagian mereka memang telah mengusir ketergantungan dan memilih untuk bergerak dalam barisan massa yang padat. Di kalangan petani, buruh, kelompok miskin akan selalu ada pendamping yang setia dan gigih melakukan tuntutan. Anak-anak muda ini tidak hanya dibesarkan oleh pendidikan tapi juga kekecewaan publik. Mereka sebagian ada yang berlagak tapi sebagian besar ada pula yang dengan gigih melontarkan tuntutan-tuntutan pedas. Sandaran kepercayaan kalau bangsa ini bisa beres ada di pundak mereka. Mengikuti jalan para pejuang radikal kini anak-anak muda ini menyemut di gerakan-gerakan kritis. Pemukiman mereka di dunia LSM-semoga-hanya sementara, untuk memenuhi, kebutuhan yang mereka sebut logistik. Wajib bagi mereka untuk segera membasuh pengetahuan dan terjun di massa dengan agresivitas dan pemahaman yang lebih berani. Itulah yang menuntut mereka untuk tidak hanya duduk dan diam memandang perubahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sinyal yang patut mereka jadi sandaran adalah gagasan tentang perubahan. Teks-teks perubahan sosial tidak hanya perlu ditelan habis tapi juga memerlukan kerja-kerja konkrit. Kalau dibilang ekonomi kapitalis itu busuk maka wajib untuk mereka memberi tauladan pelembagaan ekonomi yang menjamin terwujudnya nilai keadilan. Jika dinyatakan bahwa militerisme itu kejam maka penting untuk merumuskan tatanan sosial dimana peran militer menjadi kekuatan pelindung masyarakat, bukan golongan penindas rakyat. Disini gerakan sosial memerlukan cermin nyata praktek pelembagaan sosial yang bisa memenuhi hajat hidup rakyat miskin. Dengan begitu gerakan sosial yang muncul bukan hanya meyentuh tapi juga menjaring dukungan semua lapisan karena kerja-kerja konkritnya yang bisa dirasakan. Kutukan kita pada partai politik yang ada memberi pelajaran penting bagaimana perubahan sosial tak hanya bisa mengandalkan kebodohan dan kenaifan masyarakat. Gerakan sosial yang sungguh-sungguh hendaknya menyuntikkan kesadaran kritis bukan kesadaran naif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Itu sebabnya bekal penting dan utama adalah kemandirian dan nyali. Kemandirian yang akan membuat gerakan sosial ini tidak terantuk dalam kubangan konspirasi institusi global yang selama ini jadi kritik kita pada dunia LSM. Kemandirian sekaligus akan membangkitkan nyali kita dari sikap reformis, penuh perhitungan dan hati-hati. Gerakan sosial bukan sebuah agen perjalanan yang meliput perkembangan masyarakat dengan gambaran yang datar dan dingin. Tiap perubahan yang berjalan hanya merupakan sinyal untuk menyalakan lampu peringatan akan konsep-konsep dasar yang hendak kita bangkitkan. Masyarakat yang marah, frustasi dan kalah memang perlu diungkit kembali potensi dan kekuatanya. Itu sebabnya mustahil lahir seorang aktivis sosial progresif jika beragam kepedihan masyarakat tidak dibaca sebagai potensi perlawanan. Pembangkangan dan pelucutan status-status sosial adalah alat ukur kita untuk melihat bagaimana masyarakat memerankan kemandirianya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Bangsa ini masih punya harapan selama kekuatan sosial berani melawan segala bentuk kezaliman publik. Kisah sang ketua mahkamah yang kotor itu membuat kita punya amsal yang baik tentang bagaimana busuknya hukum disini. Alibi, dalih dan alasan para anggota parlemen hanya menambah amunisi kebencian kita pada sistem demokrasi prosedural. Yang tinggal kini hanya sebuah gerakan sosial, yang meramu kekecewaan, frustasi dan kekalahan massa menjadi barisan gagah yang berani menentang pasukan keji. Harapan memang belum sepenuhnya terbuang, tapi bisa tenggelam kalau kita hanya menjejali rakyat kepasrahan, kenaifan dan cetusan sikap pengecut. Waktunya kita untuk menentang semua gejala-gejala busuk kekuasaan yang hanya membangkitkan kembali beragam bencana sosial. Kita menunggu bangkitnya gerakan sosial progresif! (san_**)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-3742583521761425870?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/3742583521761425870/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/kaum-pergerakan-lakukan-perlawanan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3742583521761425870'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3742583521761425870'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/kaum-pergerakan-lakukan-perlawanan.html' title='Kaum Pergerakan, Lakukan Perlawanan !'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SwDTVJG_L7I/AAAAAAAAACo/bkf73XIlfAE/s72-c/DSCN9400.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-395202147169805704</id><published>2010-07-02T20:35:00.000-07:00</published><updated>2010-07-02T20:38:04.539-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan..Rezim Penguasa Penindas Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Melawan Hukum Penindas Rakyat'/><title type='text'>Aktifis PMII Ngawi Tolak Kenaikan TDL (PLN)</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/S93s7cju22I/AAAAAAAAADY/W1VfrInJzSU/s1600/IMG_0362.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://2.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/S93s7cju22I/AAAAAAAAADY/W1VfrInJzSU/s200/IMG_0362.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: #666666;"&gt;&lt;b&gt;NGAWI&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; - Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Ngawi, Jawa Timur, Senin (28/6), menggelar unjuk rasa menolak kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL). Aksi dilakukan di kawasan perempatan Jalan Kartonyono yang merupakan jalur antar Provinsi Jawa Timur-Jawa Tengah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Para mahasiswa melakukan orasi sambil membentangkan poster berisi penolakan kenaikan TDL. Mereka juga membagikan selebaran kepada para pengguna jalan. “Meski kenaikan TDL hanya untuk pelanggan tertentu, tapi dampaknya juga dirasakan masyarakat kecil. Harga sembako dan lainnya akan naik seiring dengan kenaikan TDL,” tegas koordinator aksi, Husaini Amar.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aktivis PMII dari berbagai kampus di Ngawi &lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;ini juga menyorot pelayanan Perusahaan Listrik Negara (PLN). “Selama ini kami menilai pelayanan PLN belum maksimal. Kenaikan TDL terkesan dipaksakan,” ujar Husaini.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Aksi mahasiswa ini mendapatkan pengamanan ketat aparat Kepolisian Resor Ngawi. Polisi harus mengatur arus lalu lintas yang sempat macet akibat aksi mahasiswa yang digelar tepat di sebuah tugu di perempatan jalan tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang ibu rumah tangga, Dwi, mendukung aksi mahasiswa. Dia juga keberatan jika TDL dinaikkan. “Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sudah sulit, apalagi jika listrik nanti naik,” tuturnya. &lt;b&gt;ISHOMUDDIN&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sumber TEMPO.COM&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-395202147169805704?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/395202147169805704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/aktifis-pmii-ngawi-tolak-kenaikan-tdl.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/395202147169805704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/395202147169805704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/07/aktifis-pmii-ngawi-tolak-kenaikan-tdl.html' title='Aktifis PMII Ngawi Tolak Kenaikan TDL (PLN)'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/S93s7cju22I/AAAAAAAAADY/W1VfrInJzSU/s72-c/IMG_0362.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-4210642867060181961</id><published>2010-06-14T13:36:00.000-07:00</published><updated>2010-06-15T10:25:01.932-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bung Karno mengaku PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Lawan..Rezim Penguasa Penindas Rakyat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Melawan Hukum Penindas Rakyat'/><title type='text'>Lawan..! Rezim Penguasa Penindas Rakyat.</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img src="http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TBaSLFXOpLI/AAAAAAAAAGo/vrOTwxlLQag/s200/files..jpg" width="136" border="0" height="200" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="goog_1538399138"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1538399139"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Resensi Buku. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tulisan-tulisan filsafat penulis muncul ketika gerakan komunisme  internasional sedang mengalami perpecahan. Partai Komunis China sendiri  misalnya mengambil jalan sendiri dengan menuduh Moscow sebagai  revisionis. Tanggapan pemikir Marxis Perancis ini mengingatkan kembali  para aktifis buruh internasional terhadap warisan-warisan Marx dan  Lenin.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penulis adalah salah seorang pemikir Perancis yang cukup  otoritatif mengungkap filsafat kaum buruh. Sejak umur 30 teotnya tahun  1948, dia sudah menjadi anggota PCF hingga dia menguasai secara mendasar  filsafat Marxisme.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tulisan-tulisan penulis pada dasarnya ingin  mengungkap persoalan Marxisme yang telah diarahkan Stalin dengan  kekuasaannya menggunakan ideologi untuk menghantam kekuatan-kekuatan  pendukung Marxisme.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penulis ingin mengajak kepada kaum proletar  dan para intelektual untuk kembali ke jalan Marxisme-Leninisme. Dengan  metode itu pemikir Prancis ini mengungkapkan dasar-dasar fondasi dari  filsafat Karl Marx dan seluruh bangunan pemikirannya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tentu saja  pengembangan pemikiran penulis itu sendiri memang secara dialektis  bersentuhan dengan gerakan-gerakan sosial yang waktu itu berkembang luas  di eropa barat. Kaum muda dan mahasiswa tahun 1960-an sangat di  gandrungi dengan gerakan newleft termasuk di Amerika serikat.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Judul  buku ini diambil penerbit dari kutipan wawancara dengan Maria  Antonietta Macciochi, “Dalam peleburan teori Marxis dengan gerakan  buruh, filsafat seperti yang di katakan Marx, tak lagi  menginterpretasikan dunia’. Filsafat menjadi sebuah senjata untuk  mengubah dunia: menjadi revolusi” demikian kata penulis (hal.12)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Marxisme  sendiri memang sering terbalut oleh borjuisme yang menjadi musuhnya.  Terutama sekali rayuan borjuisme ini menghadapi para pemikirnya. Tentu  sikap ini berpengaruh kedalam gerakan politiknya, karena seorang pemikir  Marxisme selalu menyatu dalam gerakan politik.yaitu ketika filsafat  dipisahkan dari praksisnya, hingga filsafat menjadi akademis.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Padahal  filsafat akademis itu dapat menimbulkan borjuisme bagi gerakan  pemikiran Marxisme. Karena itu filsafat akademis tidak bisa menerima  keberadaan Lenin (atau Marx dalam hal ini) karena dua alasan yang  sesungguhnya satu atau tunggal. Di satu sisi filsafat tak bisa menerima  ide bahwa saya bisa belajar sesuatu dari dunia politik. Dan dari seorang  politisi. Dan di sisi lain filsafat akademis tak bisa menerima ide  bahwa filsafat mungkin bisa menjadi obyek dari sebuah teori, dari sebuah  pengetahuan obyektif. (Hal.30)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Oleh karena itu penulis belajar  dari pendahuluya, Lenin untuk menempatkan filsafat sebagai bagian dari  perjuangan politik. Oleh karena Marxisme telah dikotorkan oleh  subyektifisme para pemikirnya sendiri, penulis mengajak gerakan buruh  internasional untuk kembali menelaah kritis warisan-warisan Marx dan  Lenin.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dari penelaahan  kritis karya-karya klasik itu membuat  penulis berhasil mencari solusi kebekuan-kebekuan atas Marx dan Lenin.  Dia menelaah pengaruh Marx-Lenin dalam sains dan seni yang menjadi  bagian dari kebutuhan manusia modern. Kemudian ia juga menelaah  tentang  negara dan aparatus ideologis negara.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penemuan penulis tentang  aparatus negara ini merupakan pengembangan dari teori negara Marx dan  Lenin. Negara itu ditentukan oleh karakter aparatusnya. Aparatus  negaralah yang menentukan negara sebagai sebuah kekuatan pelaksana dan  intervensi yang besifat reprensif demi kepentingan kelas-kelas yang  berkuasa dalam proses perjuangan kelas yang dilakukan oleh kaum borjuis  dan sekutu-sekutunya melawan kaum proletariat-aparatus negara inilah  yang tak lain adalah negara itu sendiri dan tak lain dari penentu  “fungsi” dasar dari negara (Hal. 160).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Analisa penulis dalam buku &lt;i&gt;Filsafat  Sebagai Senjata Revolusi&lt;/i&gt; ini memang cukup menarik untuk di baca,  terutama bagi para peminat pemikiran Marxisme. Sebab penyajian penulis  yang lebih populer dengan pendekatan konprehensif baik pendekatan sains  maupun seni.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Bagi para pembaca buku terbitan Resist Book ini  merupakan alternatif bacaan, ketika wacana politik, ekonomi, kebudayaan  dan seni di pengaruhi oleh kekuatan neo-liberal. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;(yn)&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-4210642867060181961?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/4210642867060181961/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/mengkaji-warisan-gerakan-revolusi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4210642867060181961'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4210642867060181961'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/mengkaji-warisan-gerakan-revolusi.html' title='Lawan..! Rezim Penguasa Penindas Rakyat.'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TBaSLFXOpLI/AAAAAAAAAGo/vrOTwxlLQag/s72-c/files..jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-4555638923425176607</id><published>2010-06-14T11:44:00.000-07:00</published><updated>2010-06-14T11:44:47.713-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bung Karno mengaku PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Melawan Hukum Penindas Rakyat'/><title type='text'>Melawan Hukum Penindas Rakyat</title><content type='html'>&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TBZ4OFW2kwI/AAAAAAAAAGk/6BZlRszdngc/s1600/gambar2.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TBZ4OFW2kwI/AAAAAAAAAGk/6BZlRszdngc/s200/gambar2.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Reformasi telah berhasil mengecoh rakyat. Reformasi adalah sebuah agenda  kapitalisme internasional untuk menguasai kembali bekas negeri jajahan  dengan senjata Demokrasi. Demokrasi liberal adalah demokrasinya kaum  borjuis, yaitu demokrasi yang berlandaskan pada uang. Demokrasi dalam  hal ini hanya kedok maka sebenarnya yang berjalan adalah teknokrasi dan  econokrasi. Rakyat mengira dengan hak pilih yang dimiliki kedaulatan  dengan sendirinya bisa dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tindak demokrasi liberal adalah demokrasinya para Politikus dan pengusaha (pemilik modal),  rakyat hanyalah kuli tukang coblos.&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt; Bisa dilihat seluruh undang-undang  dan hukum serta peraturan yang lahir sejak zaman reformasi adalah hukum  yang menindas dan membelenggu rakyat. Semua penindasan dan penghisapan  atas rakyat dan negara ini dilindungi oleh Undang-undang dasar 2000 yang  merupakan hasil mengobrak-abrik UUD 1945, atas nama kehendak rakyat.  Padahal hanya kehendak kapitalis global. &lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat saat ini tidak hanya semakin kehilangan hak&amp;nbsp; dan kedaulatannya,  tetapi juga semakin ditindas oleh hukum. Bayangkan kasus yang menimpa  seorang nenek tua yang mencuri tiga biji coklat karena terpaksa harus  dimasukkan penjara. Demikian juga seorang miskin yang mencuri semangka  karena didera lapar dan haus dipenjara. Padahal negaralah yang mestinya  dipersalahkan bila terdapat rakyat yang&amp;nbsp; lapar. Demikian juga seorang  yang karena kebanjiran dan listrik mati kemudian menyalakan handphone  nya dengan menggunakan fasilitas milik super market dihukum&amp;nbsp; penjara.  Padahal di hanya ingin mengontak sanak saudaranya untuk mohon  pertolongan.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus terakhir yang menimpa Prita, seorang korban layanan rumah sakit  Omni Internasional yang mengeluh melalui surat yang dikirim melalui  internet, bukan ditanggapi keluhannya tetapi malah dilaporkan ke polisi,  sehingga ia ditangkap dan dipenjara dengan denda 240 juta rupiah.  Keputusan hakim yang dinilai gila itu langsung mendapatkan reaksi dari  rakyat yang selama ini merasa telah menjadi korban hukum. Rakyat mulai  dari pemulung, tukang sampah, pelajar, mahasiswa, ibu rumah tangga,  karyawan kantor dan pabrik mengumpulkan koin untuk Prita secara  demonstratif. Ini sebuah perlawanan terhadap hukum kolonial, di mana  semua koruptor besar yang megkorupsi triliunan uang negara tetapi dengan  enaknya dibebaskan. Ini bersamaan dengan korupsi 6 triliun rupiah uang  negara, tetapi hukum dengan keras berusaha menutup-nutupi karena para  koruptornya adalah pengusaha kaya dan pejabat tinggi negara.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan pun rakyat akan selalu menjadi mangsa hukum, karena dalam  sistem kolonial hukum memang hanyalah perangkap untuk menindas akyat dan  sebuah sarana untuk melindungi kaum elite penguasa dan pengusaha.  Sistem politik hanyalah sarana legitimasi untuk membuat berbagai  peraturan yang menguntungkan mereka. Maka kalau rakyat ingin kembali  berdaulat an mendapatkan perlindungan hukum maka rakyat harus disadarkan  bahwa reformasi itu merupakan barang haram dan merupakan pengkhianatan  dari cita-cita revolusi. Demokrasi, terutama demokrasi liberal adalah  alat kapitalis terutama kelompok elite untuk menguasasi rakyat.  Sementara hukum adalah rantai&amp;nbsp; untuk membelenggu kebebasan rakyat.  Karena hukum dan undang-undang yang ada ini ciptaan kolonial dan  kapitalisme global untuk menguasasi rekyat dan negara ini.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka yang harus dilakukan rakyat adalah menolak reformasi beserta  produknya, yaitu Demokrasi Liberal dengan muli partai, Desentralisasi  dan otonomi yang mengarah pad federasi, sebagaisarana untuk merongrong  NKRI. Harus menolak amandemen Undang-undang dasar yang dilakukan oleh  kapitalis asing. Maka perlu kembali ke UUD 1945 yang asli. Baru setelah  itu diamandemen sendiri oleh bangsa sendiri, sesuai dengan aspirasi dan  cita-cita bangsa dan rakyat Indonesia sendiri.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rakyat harus disadarkan bahwa negeri ini telah berada dalam penjajahan  kembali bukan dijajah Belanda atau Jepang, tetapi dijajah oleh sistem  kapitalisme&amp;nbsp; internasional, yang telah merampas kedaulatan bangsa ini,  sehingga bangsa dan rakyat ini tidak mampu merumuskan agendanya sendiri.  Semua agenda ditentukan oleh bangsa lain dan oleh kekuatan lain yang  berusaha terus menguasai negeri ini.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesadaran ini penting agar rakyat tidak terus terkecoh oleh janji  reformasi, karena reformasi serndiri adalah sebuah pengkhianatan  terhadap cita-cita revolusi. Dan demokrasi hanyalah kedok untuk  menjinakkan rakyat, agar mudah ditaklukkan, setelah hak bersuara mereka  diberikan, sehingga kedaulatan mereka dengan mudah bisa dirampas.  Demokrasi hanyalah sebuah jebakan agar rakyat menyerahkan suaranya.  Setelah suaranya diserahkan, dimasukkan dalam kotak maka kotak ada dalam  kekuasaan mereka. Suara rakyat akan digunakan untuk kepentingan  penjajahan mereka. Dengan demikian penjajahan dan penindasan yang mereka  lakukan telah berdasar suara rakyat. Sehingga rakyat tidak berkutik.  Suara keras, pembelaan terhadap Prita dan pencari keadilan lainnya akan  segera sirna. Karena hukum dan undang-undang memang untuk pengusaha dan  pengusaha untuk membelenggu rakyat.&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Korban lain akan segera menyusul, kalau hukum dan sistem politik yang  ada yang kapitalistik dan kolonialistik ini belum dibongkar. Rakyat  jangan hanya berhenti membela Prita dan korban kekejaman hukum lainnya.  Tetapi harus berjuang melawan sistem politik dan hukum yang kapitalistik  dan kolonialiastik ini, untuk menyelamatkan rakyat dan keutuhan negara  ini.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt; (&lt;/b&gt; &lt;b&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Abdul Mun’im DZ&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;). &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-4555638923425176607?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/4555638923425176607/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/melawan-hukum-penindas-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4555638923425176607'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4555638923425176607'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/melawan-hukum-penindas-rakyat.html' title='Melawan Hukum Penindas Rakyat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TBZ4OFW2kwI/AAAAAAAAAGk/6BZlRszdngc/s72-c/gambar2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-8139808105338124160</id><published>2010-06-08T12:41:00.000-07:00</published><updated>2010-06-08T12:42:11.728-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aswaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bung Karno mengaku PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Struktur Pengurus'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Koleksi Buku'/><title type='text'>Menuju Teologi yang Memihak Kaum Tertindas</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TA6cGGXdCBI/AAAAAAAAAGg/Q_XKhuN1dF0/s1600/news81240885764.jpg7.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TA6cGGXdCBI/AAAAAAAAAGg/Q_XKhuN1dF0/s200/news81240885764.jpg7.jpg" width="133" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;Judul Buku : &lt;b&gt;Dari Teologi Menuju Aksi; Membela yang Lemah,  Menggempur Kesenjangan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Penulis : Abad Barduzzaman&lt;br /&gt;Penerbit : Pustaka Pelajar, Yogyakarta&lt;br /&gt;Cetakan : I (Pertama), April 2009&lt;br /&gt;Tebal :&amp;nbsp; 304 halaman&lt;br /&gt;Peresensi : Humaidiy AS *)&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;Ketika Islam pertama kali turun, perkembangan teknologi, ilmu  pengetahuan, serta budaya mayarakat sangat jauh berbeda dengan masa  sekarang. Agar nilai-nilai Islam tetap hidup dan bermakna untuk  memayungi hidup manusia, upaya pemberian jawaban terhadap persoalan  kemanusiaan kontemporer mesti dilakukan. Gagasan-gagasan keadilan  sosial, HAM, demokrasi, gender, inklusivisme dan lain sebagainya yang  bisa menjawab persolalan itu, harus mendapatkan wadah dalam tradisi  Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;menempatkan agama dalam bentuknya yang kontekstual dalam  dinamika prubahan sosial adalah sesuatu yang harus dilakukan  terus-menerus. Sebab, agama pada dasarnya harus terus menemukan maknanya  sepanjang zaman. Dan untuk menemukan makna yang berguna bagi perubahan  sosial itu, maka penafsiran ulang dan penyegaran pemahaman keagamaan  mutlak dilakukan. Pencarian makna baru dari ajaran Islam, adalah sebuah  konsekuensi dari perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan. &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abad Badruzaman melalui buku berjudul &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;“Dari Teologi Menuju Aksi;  Membela yang Lemah, Menggempur Kesenjangan”&lt;/i&gt; mencoba untuk mengajak  pembaca melakukan&amp;nbsp; revitalisasai spirit ajaran Islam sebagai ‘mercusuar  utama” dalam pembelaan terhadap golongan lemah dan tertindasatau lebih&amp;nbsp;  dikenal dengan kaum mustadha’afin. Menurut penulisnya, itulah sebabnya  Musa, Isa dan Muhammad, misalnya, dicap sebagai pemberontak oleh  penguasa dimana mereka hidup. Dari berbagai kisah tentang mereka kita  dapat menyakiskan bagaimana Musa menjadi tokoh antagonis bagi Fir’aun  yang lalim, Isa menjadi oposan bagi imprealis Byzantium dan Muhammad  menjadi penghancur sendi-sendikesewenang-wenangan bangsawan Quraisy  Mekah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, kisah kaum mustadhafin dalam Al-Qur’an menghadirkan tiga  kutub: pertama, kekuatan penindas (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;mustadh’ifin&lt;/i&gt;), kedua,  kelompok yang tertindas dan lemah (&lt;i&gt;mustadh’afin&lt;/i&gt;), dan ketiga,  kekuatan pembebas dan pembela kaum penindas dalam membela kaum penindas.  Yang terakhir adalah kekuatan yang dipimpin dan dipelopori oleh para  nabi dan utusan Tuhan. Ini menunjukkan, sejak semula kehadirannya  agama-agama besar dunia memang berwatakk subversif terhadap kekuasan  yang ada disekitarnya. Karena memang demikianlah cita agama dirumuskan,  mengubah tata nilai lama yang bobrok dan menindas dengan tata nilai baru  yang humanis dan memihak kaum lemah. Dalam al-Qur’an, istilah  mustadh’afin sendiri tidak hanya terbatas pada golongan orang yang  tertindas dan lemah&amp;nbsp; secara ekonomi saja, tetapi juga sosial maupun  politik (hal. 105).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam memang dekat dengan keberpihakan terhadap kaum lemah dan  tertindas (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;mustadh’afin&lt;/i&gt;). Bahkan banyak ayat-ayat yang  berbicara tentang kaum mustadh’afin sekaligus berbicara dengan ibadah &lt;i&gt;mahdhah&lt;/i&gt;  (ibadah vertikal) semisal sholat, zakat, puasa, dan lain&amp;nbsp; sebagainya.  Ini menunjukkan betapa sama pentingnya memperhatikan kaum lemah dan  tertindas dengan kewajiban melaksanankan sholat, puasa, haji dan  sebagainya. Banyak nabi-nabi yang diutus pun berasal dari kalangan  rakyat jelata dan berkhotbah di kalangan rakyat jelata yang nota bene  adalah pengikut pertama para nabi. Pergulatan eksistensi manusia memang  sangat terkait dengan sesamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kontek Indonesia, implikasi dari makin buramnya perekonomian  bangsa ini jelas akan mempertajam kesenjangan sosial yang terjadi pada  masyarakat kita. Orang yang mempunyai status&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt; the have&lt;/i&gt; akan  semakin congkak dengan masyarakat yang statusnya the have not. Orang  miskin akan semakin termarginalkan dalam pergulatan dunia global  sekarang ini. Dengan kekuatan kapitalistiknya, sosok &lt;i&gt;the have &lt;/i&gt;akan  mengunci jalan-jalan pokok sistem perekonomian negeri ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, sosok &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;the have not &lt;/i&gt;hanya akan menjadi pekerja  murahan yang gajinya tidak dihargai secara layak atau bahkan mereka  disia-siakan dan dijadikan objek saja dalam mengeksploitasi negara. Dala  konteks para elite bangsa, orang miskin hanya dijadikan perbincangan  dalam rapat-rapat yang diselenggarakan, baik anggota eksekutif maupun  legislatif. Proyek untuk meninggalkan desa tertinggal dan mmberikan  kredit buat rakyat miskin hanya akan habis di pertengahan jalan. Rakyat  miskin selamanya akan berada di bawah hegemoni kaum elite dengan watak  kapitalistik, materialistik dan hegemonistiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam datang untuk membebaskan manusia dari belenggu-belenggu  ketidakadilan. Penyariatan zakat, anjuran infak dan sedekah misalnya,  terbukti telah menghancurkazn sistem kapitalistik-materialistik bangsa  Arab ketika itu. Islam tidaklah melarang orang menjadi kaya, karena  kekayaan merupakan karunia Allah (QS. 16: 71). Dengan kekayaan,  seseorang mempunyai kesempatan yang lebih luas untuk berbuat baik. Yang  menjadi persoalan adalah, bagaimana antara yang the have dan the have  not saling menolong (&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;ta’awun&lt;/i&gt;). Sebab, orang kaya tidak akan  mampu hidup tanpa adanya orang miskin. Maka hubungan keduanya adalah  simbiosis, t&lt;i&gt;ake and give&lt;/i&gt;. Spirit silam dengan demikian  membangun kembali tatanan hubungan di antara keduanya agar terjadi  keadilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun kaya-raya adalah &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;sunnatullah&lt;/i&gt;, Islam mengecam mereka  yang selalu menumpuk harta kekayaan, sedangkan disekelilingnya terhampar  pemandangan orang miskin, fakir dan anak yatim yang bergelimpangan.  Surat al-Ma’un merupakan contoh konkrit bahwa orang yang menolak ajaran  keharusan menegakkan keadilan sosial sebagai pendusta agama. Taruhan  yang sangat berani, karena Islam langsung menjustifikasi mereka sebagai  seorang pendusta yang secara etika tidak lagi dipandang sebagai orang  yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, tema-tema yang dibahas dalam buku ini sesungguhnya  bukanlah tema yang bernas dan samasekali baru. Tema-tema serupa dapat  kita temui dalam karya Asghar Ali Engineer yang lebih fenomenal dengan  mengajukan pencerahan pemaknaan teologi pembebasan dalam &lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;Islam and  Liberation Theology dan The Qur’an Women and Modern Sociaty&lt;/i&gt;. Hassan  Hanafi dalam &lt;i&gt;al-Yassar al-Islamy dan ats-Tsawrah &lt;/i&gt;yang  menyatakan bahwa semangat pembebasan yang didengungkannya muncul karena  modernisasi yang berjalan selama ini cenderung terkait dengan kekuasaan  yang mentransformasikan tak lebih sebatas ritus keagamaan yang  menekankan akhirat ataupun Farid Esack dalam al-Qur’an, Liberation abd  Pluralism.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dapat kita temui dalam buah pemikiran pemikir-pemikir  Indonesia semisal Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Nurcholis Madjid (cak  Nur), Jalaluddin Rahmad, Amin Rais dalam berbagai konteks pembahasan.  Namun, usaha penulis melalui buku ini setidaknya berupaya menegaskan  visi tradisi profetik nabi-nabi Ibrahimiyah, yakni visi keberpihakan dan  pembebasan mereka untuk kaum tertindas cukup berhasil dan layak untuk  diapresiasi oleh masyarakat pembaca dalam rangka menumbuhkan kepedulian  dan kesadaran kita atas nasib sesama.&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-8139808105338124160?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/8139808105338124160/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/judul-buku-dari-teologi-menuju-aksi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/8139808105338124160'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/8139808105338124160'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/judul-buku-dari-teologi-menuju-aksi.html' title='Menuju Teologi yang Memihak Kaum Tertindas'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/TA6cGGXdCBI/AAAAAAAAAGg/Q_XKhuN1dF0/s72-c/news81240885764.jpg7.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-7735308978462734813</id><published>2010-06-05T20:32:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T20:32:47.278-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home'/><title type='text'>Minta Rp 8,4 Triliun, DPR Sangat Rakus</title><content type='html'>&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;-  Usulan Fraksi Partai Golkar supaya setiap anggota DPR RI diberi dana Rp  15 miliar atau totalnya Rp 8,4 triliun per tahun, dikecam habis-habisan.&lt;br /&gt;Pengamat  hukum tata negara, Irmanputra Sidin, menilai, usulan itu hanya  digunakan untuk memenuhi janji-janji pribadi para anggota DPR kepada  konstituennya dan menggunakan dalih penyaluran aspirasi daerah pemilihan  para anggota DPR.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janji pribadi mereka tidak bisa dialihkan  menjadi beban negara. Ini tentunya sangat inkonstitusional," ujar Irman  kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (31/5/2010).&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irman  mengatakan, jika usulan Golkar itu lolos, sistem politik di Indonesia  memang tidak beres dan membuktikan bahwa memang ada politik uang dalam  proses pemilihan mereka.&lt;br /&gt;Irmanputra curiga anggaran itu kelak  tidak untuk menguatkan fungsi kedewanan mereka seperti legislasi,  anggaran dan pengawasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang ada budaya politik yang tidak  beres seperti &lt;em&gt;money politic&lt;/em&gt; dalam proses pemilihan mereka,  namun negara tidak bisa menalangi janji-janji mereka. Seperti janji  memberikan bantuan biaya khitanan kepada konstituen, masa hal itu  menjadi beban negara, ini kan tidak beres," jelasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penambahan  anggaran, menurut Irman hanya bisa diberikan kepada anggota DPR untuk  dapilnya jika hal itu berkaitan dengan tugas kedewanannya seperti pada  bidang legislasi, pengawasan dan anggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengamat kebijakan  publik dari Universitas Indonesia, Adrinof Chaniago, punya penilaian  senada. Menurutnya, jika kebijakan tersebut disetujui, sama saja  melegalkan perampasan uang negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, usulan  bagi-bagi duit itu mengesankan DPR sangat rakus dan memanfaatkan  kewenangannya untuk mendapatkan fasilitas bagi kepentingan politik dan  ekonomi masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini kebijakan yang tidak benar, saya  menolak adanya kebijakan semacam itu. Dalam konteks ini, jelas DPR  memanfaatkan keuangan negara untuk kepentingan politik dan ekonomi  masing-masing," tegas Adrinof.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Adrinof, kebijakan semacam  itu jelas bertentangan dengan amanat konstitusi. DPR hanya diamanatkan  oleh kontitusi dengan tiga kewenangan, legislasi, pengawasan dan  penganggaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak ada fungsi pelaksanaan kebijakan. Kalau  usulan itu (15 miliar) dilakukan, sama saja DPR melanggar konstitusi,"  tukasnya.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;               &lt;!-- s: prev url --&gt;               &lt;div class="left c_abu w125 font11"&gt;                                                &lt;/div&gt;&lt;!-- e: prev url --&gt;               &lt;!-- s: artikel paging --&gt;               &lt;div align="center" class="font12 left w320"&gt;                               &lt;/div&gt;&lt;!-- e: artikel paging --&gt;                 &lt;!-- s: next url --&gt;               &lt;div align="right" class="right c_abu w125 font11"&gt;                                                &lt;/div&gt;&lt;!-- e: next url --&gt;                            &lt;/div&gt;&lt;span class="left"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-7735308978462734813?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/7735308978462734813/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/minta-rp-84-triliun-dpr-sangat-rakus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/7735308978462734813'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/7735308978462734813'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/minta-rp-84-triliun-dpr-sangat-rakus.html' title='Minta Rp 8,4 Triliun, DPR Sangat Rakus'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-1138109733436870430</id><published>2010-06-05T19:51:00.000-07:00</published><updated>2010-06-05T19:51:08.961-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home'/><title type='text'>pernyataan sikap</title><content type='html'>PC PMII Ngawi turut prihatin dan ikut mengutuk keras kasus salah tangkap yang menimpa sahabat kami Cholil Bisri (Kader PMII Jogjakarta) yang dilakukan Polda DIY atas tuduhan kasus perkosaan. menuntut Polda DIY untuk segera membebaskan dan merehabilitasi nama baik yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Tangan terkepal maju kemuka....!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-1138109733436870430?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/1138109733436870430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/pernyataan-sikap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/1138109733436870430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/1138109733436870430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/pernyataan-sikap.html' title='pernyataan sikap'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-1553884333812210038</id><published>2010-06-02T03:15:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T03:15:39.835-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home'/><title type='text'>Israel dan Agenda Tersembunyi</title><content type='html'>Masyarakat  dunia marah, setelah menyaksikan kebiadaban pasukan Israel yang menyerang kapal Mavi Marmara yang mengangkut relawan dan bantuan untuk pengungsi Palestina. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Memang dilihat dari mereka yang  diserang Israel kali ini, tak bisa dikaitkan dengan perang bermotif  agama. Karena, relawan yang ada dalam kapal itu adalah aktivis dari  berbagai macam agama. Adapun kemarahan berbagai belahan masyarakat  global, itu juga karena motif kemanusiaan, bukan karena motif agama  tertentu. Seperti kasus-kasus sebelumnya, meski sudah dihujat berbagai  kalangan dari seluruh dunia, Israel seperti tak peduli dengan berbagai  kecaman tersebut. Bahkan, Menteri Pertahanan Israel Ehud Barak  menyalahkan penyelenggara misi kemanusiaan atas terbunuhnya sekitar 19  relawan. Barak menyebut kedatangan kapal itu sebagai provokasi dan  menuding penyelenggara misi terkait organisasi teroris. Demi melanjutkan  wilayah yang diklaim sebagai otonominya, Israel siap menerima sanksi  apa pun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konflik yang Disengaja &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak Israel menyatakan  kemerdekaannya tahun 1948,negara itu memang secara sengaja mendesain  konflik untuk tujuan-tujuan tersembunyi mereka. Jika konflik yang  didesain pada sebelum tahun 70-an adalah untuk memperoleh pengakuan  internasional atas pernyataan kemerdekaannya. Maka era tahun 80-an dan  seterusnya hingga kini targetnya adalah untuk mencapai posisi  koeksistensi, yaitu berusaha hidup secara aman dan damai dengan  negaranegara tetangganya di Timur Tengah. &lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini Israel  beranggapan ancaman nyata bagi koeksistensinya adalah Palestina,  terutama kalangan Hamas. Karena itulah Israel tak akan memberikan angin  sedikit pun kepada kaum Palestina, termasuk simpatisannya dari luar  untuk menguatkan posisi Palestina. Itulah yang dialami enam kapal  Freedom Flotilla, terutama kapal Mavi Marmara yang mengangkut 600  relawan. Karena dianggap “bagian dari musuh” yang harus ditumpas,  sejumlah kapal patroli Israel mengepung konvoi kapal kemanusiaan itu.  Drama penyerangan terekam jelas di televisi, di antaranya tampak satu  helikopter di atas Mavi Marmara yang menurunkan belasan tentara Israel  sembari menembakkan senjata dan melempar gas air mata ke arah relawan  yang sudah berkumpul di geladak Penembakan terus terjadi ketika tentara  Israel sudah berada di kapal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para relawan yang ketakutan memukul  tentara Israel agar menjauh dari kapal.Tapi, tentara Israel terus  merangsek masuk.Serangan tentara Israel itu sedikitnya menewaskan 19  orang dan belum diketahui secara pasti berapa angka korban karena Israel  disinyalir memutus aliran internet dan telepon satelit di seluruh  kapal. Deputi Perdana Menteri Israel Danny Ayalon mengatakan, serangan  tentara Israel itu dilakukan karena kapal misi bantuan itu mengangkut  senjata untuk Hamas dan Alqaidah. Israel terpaksa menembak karena para  relawan menyerang terlebih dulu dengan senjata tajam dan tongkat.  Pernyataan seperti ini sudah biasa dilakukan oleh Israel setiap kali  melakukan penyerbuan terhadap kaum Palestina dan simpatisannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak  Freedom Flotilla, Greta Berlin,membantah seluruh tuduhan tak berdasar  Israel itu.Pihaknya memastikan,tidak ada senjata api maupun senjata  tajam di atas kapal. Sebelum penyerangan, Angkatan Laut Israel mendesak  rombongan Freedom Flotilla untuk tidak masuk ke Pelabuhan Gaza tapi ke  Pelabuhan Ashdod yang berjarak 30 kilometer dari Gaza. Namun, kapten  kapal Mavi menolak. Setelah penyerangan, tentara Israel memerintahkan  seluruh penumpang masuk ke dalam kapal. Kapten kapal menaikkan bendera  putih. Angkatan Laut Israel menggiring kapal ke PelabuhanAshdod. Israel  membolehkan bongkar muat di pelabuhan ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahan bantuan seperti  semen, bahan makanan, pakaian, obatobatan, hingga kursi roda, akan  diperiksa dulu sebelum dibawa ke Jalur Gaza. Atas penyerangan  ini,Presiden Palestina Mahmoud Abbas meminta agar warga Palestina, baik  yang ada di wilayah Palestina sendiri maupun yang ada kamp-kamp  pengungsi Palestina di negaranegara Arab lainnya, agar selama tiga hari  menyatakan berkabung dengan bendera nasional diturunkan setengah tiang  untuk mengekspresikan kecaman dan kesedihan dari kejahatan yang  dilakukan Israel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menunggu Ketegasan AS &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israel sudah  tiga tahun ini memblokade Gaza,akibat blokade ini warga Palestina  menderita luar biasa.Penderitaan warga sipil Palestina itu mendatangkan  simpati kemanusiaan yang luar biasa dari berbagai belahan dunia. Sejak  Agustus 2008 aktivis pro-Palestina delapan kali melakukan pelayaran  kemanusiaan. Armada Freedom Flotilla (Armada Kebebasan) yang mengangkut  10 ribu ton bantuan kemanusiaan merupakan pelayaran kesembilan dan  sekaligus terbesar ke Gaza. Kapal penumpang terbesar,Mavi  Marmara,mengangkut 600 aktivis dari 50 negara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyerangan  terhadap konvoi misi kemanusiaan untuk Palestina ini bukan satu-satunya  yang dilakukan Israel. Selama ini Israel memang sudah tidak pernah  memperhatikan sama sekali etika kemanusiaan. Kepongahan Israel seperti  ini karena mereka berada “di atas angin”.Sebab,apapun yang dilakukan  Israel selalu mendapat beking dan dukungan penuh dari Amerika Serikat.  Terhadap kasus penyerangan kaum relawan internasional ini, Gedung Putih  memang memberikan reaksinya, menyesalkan terjadinya korban nyawa dalam  peristiwa tersebut. Tetapi, agar kepongahan Israel ini tidak  berlarutlarut, mestinya sudah waktunya AS mendorong PBB agar Israel  diberi sanksi berat dan mendesak Israel agar membuka blokade yang  dilakukan terhadap warga Palestina itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia Islam memang  banyak berharap pada AS pasca-terpilihnya Barack Obama menjadi presiden  AS. Obama memang sudah banyak mengumbar janji di manamana bahwa pihaknya  akan mengambil inisiatif untuk melakukan upaya perdamaian di Timur  Tengah, terutama konflik Palestina- Israel. Jika saja Obama tidak  memanfaatkan kesempatan baik ini untuk mewujudkan perdamaian di Timur  Tengah, tidak saja warga AS terutama pendukung Obama yang kecewa,  masyarakat dunia terutama kalangan dunia Islam bisa beranggapan tak ada  bedanya Obama dengan pemimpin AS sebelumnya. Sudah menjadi rahasia umum  bahwa disinyalir kepemimpinan AS sendiri selama ini dikendalikan oleh  kekuatan lobi Yahudi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, jika ada Presiden AS yang tidak  mendukung Israel dalam pentas internasional, kalau tidak diancam  dibunuh, biasanya masa kepemimpinannya tidak akan diperpanjang. Jika  kali ini Obama bisa menghapus kesan stereotip AS sebagai pelindung  Israel, dia akan tercatat sebagai presiden yang lain dan berbeda dari  Presiden AS sebelumnya. Dunia Islam juga akan mencatat bahwa Obama-lah  yang membuka pintu perdamaian sejati di Timur Tengah, terutama mengatasi  konflik Palestina-Israel. Wallahu a’lam bishshawab.(*) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DR KH A Hasyim Muzadi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekjen  International Conferences of Islamic Scholars (ICIS) &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="article_seperator"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-1553884333812210038?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/1553884333812210038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/israel-dan-agenda-tersembunyi.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/1553884333812210038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/1553884333812210038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/06/israel-dan-agenda-tersembunyi.html' title='Israel dan Agenda Tersembunyi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-5844795967979429491</id><published>2010-05-26T00:10:00.000-07:00</published><updated>2010-05-26T00:10:18.378-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home'/><title type='text'>Satu Pimpinan KPK Habiskan Rp 2,5 M</title><content type='html'>&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com&lt;/strong&gt; — Sekretaris Panitia Seleksi Calon Pimpinan KPK Ahmad Ubbe memperkirakan, biaya perekrutan satu orang pimpinan lembaga antikorupsi tersebut mencapai Rp 2,5 miliar. Namun, hingga kini, dana yang dibutuhkan belum cair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami masih menunggu penetapan soal itu," kata Ubbe kepada para wartawan, Rabu (26/5/2010) di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Jakarta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, secara terpisah, Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar membenarkan bahwa dana perekrutan belum cair. "Kami utang dulu. Yang penting jalan dulu," kata Patrialis. &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soal besar-kecil, Patrialis mengatakan bahwa hal ini relatif. Dia mengatakan, komponen dari biaya tersebut adalah pengumuman di media massa. Sisanya hanya berupa biaya transportasi, uang makan, dan biaya peralatan kantor.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-5844795967979429491?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/5844795967979429491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/satu-pimpinan-kpk-habiskan-rp-25-m.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5844795967979429491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/5844795967979429491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/satu-pimpinan-kpk-habiskan-rp-25-m.html' title='Satu Pimpinan KPK Habiskan Rp 2,5 M'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-945240310524857966</id><published>2010-05-25T23:34:00.000-07:00</published><updated>2010-05-25T23:34:29.901-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Home'/><title type='text'>Inilah Tahapan Menuju KPK 1</title><content type='html'>&lt;div class="isi_berita pt_5"&gt;&lt;strong&gt;JAKARTA, KOMPAS.com &lt;/strong&gt;- Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi harus menjalani serangkaian proses hingga ditetapkan sebagai pengganti Antasari Azhar. Calon ini akan menjabat sebagai pimpinan KPK selama empat tahun mendatang.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah tahapan menuju KPK 1:&lt;br /&gt;25 Mei - 14 Juni 2010: Pendaftaran calon pimpinan KPK&lt;br /&gt;15 Juni - 22 Juni 2010: Proses Seleksi Administratif, sesuai pasal 29 UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi.&lt;br /&gt;23 Juni 2010: Pengumuman Tahap 1&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;24 Juni - 4 Agustus 2010: Pansel meminta tanggapan masyarakat atas calon yang lulus.&lt;br /&gt;5 Agustus - 11 Agustus 2010: Calon diminta membuat makalah tentang pengalaman dan pencegahan dan pemberantasan korupsi.&lt;br /&gt;12 Agustus - 19 Agustus 2010 Pemeriksaan makalah oleh Pansel Calon Pimpinan KPK&lt;br /&gt;20 Agustus 2010: Pengumuman Tahap 2&lt;br /&gt;23 Agustus - 25 Agustus 2010: Profile Assessment&lt;br /&gt;26 Agustus - 30 Agustus 2010: Penilaian Akhir oleh Pansel Calon Pimpinan KPK&lt;br /&gt;31 Agustus 2010: Pengumuman Tahap 3&lt;br /&gt;1 September - 7 September 2010: Wawancara Materi Hukum KPK oleh Pansel Calon Pimpinan KPK&lt;br /&gt;8 September 2010: Penilaian Hasil Akhir&lt;br /&gt;15 September 2010: Pengumuman dua calon terpilih sekaligus laporan ke Presiden Susilo Bambang Yudhoyono&lt;br /&gt;1 September - 7 September 2010: Wawancara Setelah itu, dua orang calon tersebut akan menjalani uji kepatutan dan kelayakan oleh DPR.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-945240310524857966?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/945240310524857966/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/inilah-tahapan-menuju-kpk-1.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/945240310524857966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/945240310524857966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/inilah-tahapan-menuju-kpk-1.html' title='Inilah Tahapan Menuju KPK 1'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-3058929714164577278</id><published>2010-05-18T20:02:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T12:54:21.225-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bung Karno mengaku PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><title type='text'>Golput di Ngawi Naik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;NGAWI&lt;/a&gt;&lt;b&gt;, &lt;a href="http://kompas.com"&gt;KOMPAS.com&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;—&lt;b&gt; &lt;/b&gt;Jumlah golput  dalam pemilihan Bupati Ngawi tahun 2010 naik dibandingkan tahun 2005.  Namun, belum bisa dipastikan apa penyebab kenaikan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekretaris  Tim Dukungan Kelancaran Pemilu Pemda Ngawi, Sudarmadi, mengatakan, ada  738.970 pemilih masuk daftar pemilih tetap (DPT) pemilihan Bupati 2010.  Namun, tim mencatat hanya 476.738 pemilih atau sekitar 64.6 persen  menggunakan hak pilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sisanya tidak menggunakan hak pilih  karena berbagai alasan," katanya di Ngawi, Kamis (13/5/2010). Dengan  demikian, ada 35,4 persen pemilih tidak menggunakan haknya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  pemilihan bupati tahun 2005, golput berjumlah 23 persen. Pada Pemilu  2009, angka golput juga di bawah 25 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan, jumlah golput  lebih tinggi bila merujuk hasil perhitungan tim salah satu pasangan  calon, yakni Budi Sulistyono-Ony Anwar. Tim pasangan itu mencatat hanya  407.158 pemilih menggunakan hak suara. Sisanya, 331.812 orang atau 44,9  persen adalah golput&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-3058929714164577278?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/3058929714164577278/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/golput-di-ngawi-naik.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3058929714164577278'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3058929714164577278'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/golput-di-ngawi-naik.html' title='Golput di Ngawi Naik'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-6356736561921516181</id><published>2010-05-18T19:36:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T12:54:43.668-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><title type='text'>Calon Incumbent Menangi Pilbup Ngawi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;NGAWI&lt;/a&gt;(SI) – Jika tidak ada aral,pasangan incumbent Budi Sulistyono-Ony Anwar Harsono bakal melenggang menjadi orang nomor satu di &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Ngawi&lt;/a&gt;.Dari hasil rekapitulasi perolehan suara Pemilihan Bupati (Pilbup) &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Ngawi&lt;/a&gt; yang dilaksanakan KPU&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt; Ngawi&lt;/a&gt; diketahui,calon incumbentmeraih 222.588 suara atau 54,38%.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perolehan suara ini terpaut  jauh dengan empat pasang calon lainnya. Calon incumbentyang diusung  koalisi jumbo,yakni PDI Perjuangan, Partai Golkar,PKS,dan PAN ini menang  di 18 kecamatan dari 19 kecamatan di Ngawi.Pasangan ini hanya kalah di  Kecamatan Mantingan. Posisi kedua ditempati pasangan Maryudhi  Wahyono-Sunarto yang diusung koalisi Partai Demokrat dan 12 parpol  dengan 99.059 suara atau 24,20%.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi ketiga ditempati pasangan  Ratih Sanggarwati- Khoirul Anam yang diusung koalisi PPP dan PKB dengan  58.310 suara atau 14,24%. Posisi keempat ditempati pasangan Tri  Suyono-Suramto yang diusung koalisi Partai Hanura dan beberapa partai  kecil dengan 18.444 suara atau 4,51%. SementarapasanganMRosidi- Siti  Amsiyah dari jalur perseorangan hanya meraih 10.939 suara atau 2,67%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total  suara sah sebanyak 409.340 atau 84,21%, sedangkan suara tidak sah  sebanyak 76.740 atau 15,70%. Sementara total pemilih yang hadir di TPS  dan menggunakan hak pilih sebanyak 485.385 atau 65,68%. Rekapitulasi  suara hasil coblosan Pilbup &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Ngawi&lt;/a&gt; ini dihadiri seluruh anggota panitia  pemilihan kecamatan (PPK) dari 19 kecamatan, panitia pengawas  (Panwas),tim dukungan kelancaran pilkada (DKP), dan saksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun,saksi  yang hadir kemarin hanya dari pasangan Budi Sulistyono-Ony Anwar  Harsono. Sementara empat saksi lainnya tidak hadir. Menurut Ketua KPU  &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Ngawi&lt;/a&gt; Soenarto, ketidakhadiran empat saksi itu tidak mempengaruhi hasil  rekapitulasi suara.“Mereka sudah kami undang.Kalau tidak hadir,ya  berarti mereka menyetujui hasil rekapitulasi ini,” ujarnya pada Seputar  Indonesiakemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, dari hasil rekapitulasi itu  diketahui,pasangan Budi Sulistyono-Ony Anwar Harsono memenangi Pilbup  &lt;a href="htt://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Ngawi&lt;/a&gt;. Sesuai rencana, KPU &lt;a href="htt://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Ngawi&lt;/a&gt; akan menetapkan pasangan Budi  Sulistyono- Ony Anwar Harsono sebagai calon terpilih hari ini. Selain  itu,jika tidak ada gugatan dari calon lain,pelaksanaan Pilbup Ngawi  dipastikan berlangsung satu putaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, perolehan suara  pasangan Budi-Ony mencapai 30% lebih. Sementara itu, calon lain yang  mengajukan gugatan diberi waktu tiga hari sejak penetapan pasangan calon  terpilih. “Calon atau pasangan calon yang mengajukan gugatan ditujukan  ke Mahkamah Konstitusi.Namun,gugatan itu harus disertai bukti dan saksi  yang valid,” ujar Soenarto. Gabungan empat tim pasangan calon kemarin  menuturkan akan mengajukan gugatan hasil Pilbup &lt;a href="htt://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Ngawi&lt;/a&gt; ke Mahkamah  Konstitusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasalnya,mereka menilai Pemilihan Bupati &lt;a href="htt://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Ngawi&lt;/a&gt; kali  ini banyak terjadi pelanggaran dan kecurangan. Selain itu,mereka meminta  pula diadakan Pilbup ulang.“Kami akan segera mengajukan gugatan ke  MK,”ujar Budi Puryanto,koordinator gabungan empat tim pasangan  calon,kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya,tim gabungan empat calon yang terdiri  atas tim Maryudhi Wahyono-Sunarto, tim Ratih Sanggarwati-Khoirul  Anam,Tri Suyono- Suramto, dan M Rosidi-Siti Amsiyah ini mengaku sudah  mengantongi beberapa bukti pelanggaran di antaranya bukti pelanggaran  money politics,penghilangan hak suara,rekayasa daftar pemilih tetap  (DPT), penyalahgunaan wewenang oleh calon incumbent. (muhammad roqib)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-6356736561921516181?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/6356736561921516181/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/calon-incumbent-menangi-pilbup-ngawi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/6356736561921516181'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/6356736561921516181'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/calon-incumbent-menangi-pilbup-ngawi.html' title='Calon Incumbent Menangi Pilbup Ngawi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-3339121278138745935</id><published>2010-05-18T14:17:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T12:49:33.108-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Bung Karno mengaku PMII'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><title type='text'>Bung Karno Mengaku PMII</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/S_WQSWwU3pI/AAAAAAAAAGU/zd-ohc8sqp4/s1600/1ditodong3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 157px; height: 190px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/S_WQSWwU3pI/AAAAAAAAAGU/zd-ohc8sqp4/s320/1ditodong3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5473439567159025298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Presiden pertama RI, Soekarno atau lebih dikenal Bung Karno, ternyata  mengaku sebagai anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII).  Eit… Jangan buru-buru bangga dulu bagi Anda yang menjadi kader &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;PMII&lt;/a&gt;.  Bung Karno tentu tak mau sembarangan mengaku.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Bung Karno mengatakan hal itu jika &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;PMII&lt;/a&gt; merupakan organisasi pergerakan  yang terdapat nilai-nilai Islam di dalamnya. Bapak Bangsa itu mengaku  bangga bila &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;PMII&lt;/a&gt; yang merupakan organisasi berbasis mahasiswa Nahdlatul  Ulama (NU) tersebut dapat menjadikan Islam sebagai dasar pijakan dalam  pergerakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Setelah Bung Karno tahu visi dan misi &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;PMII&lt;/a&gt;, ia berkata, ‘Kalau &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;PMII&lt;/a&gt;  seperti ini (organisasi kemahasiswaan yang berlandaskan pada nilai-nilai  Islam), maka saya juga &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;PMII&lt;/a&gt;,” kata Ketua Umum Pengurus Besar NU KH  Hasyim Muzadi di hadapan para peserta Kongres ke-16 &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;PMII&lt;/a&gt; di Batam,  Kepulauan Riau, Selasa (18/3) kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasyim yang juga mantan ketua Pengurus Cabang &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;PMII &lt;/a&gt;Kota Malang, Jawa  Timur, itu, mengingatkan pada seluruh kader bahwa organisasi tersebut  pada awal berdirinya mendapat sambutan luar biasa dari segenap elemen  bangsa. Sebab, katanya, dalam &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;PMII&lt;/a&gt; ada konsep keagamaan atau ke-Islam-an  dan juga kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;PMII&lt;/a&gt; lahir bukan saja sebagai pergerakan, tapi juga ada nilai-nilai  Islam di dalamnya. Ia menjelaskan, organisasi bisa disebut pergerakan  jika mempunyai tata sistem yang bagus. ”Karena itu, ‘P’-nya (pergerakan)  harus dipertahankan. ‘M’-nya (mahasiswa) harus dipertahankan. ‘I’-nya  (Islam) harus dipertahankan dan ‘I’ lagi (Indonesia) juga harus  dipertahankan,” katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasyim juga memperingatkan kepada &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;PMII&lt;/a&gt; agar tetap menjadi organisasi  kader, bukan menjadi organisasi massa. “Cukup menjadi organisasi kader.  Pesan yang utama adalah meng-NU-kan &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com"&gt;kader PMII&lt;/a&gt;. Ini penting,” pintanya.  (rif/amh) sumber &lt;a href="http://nu.or.id"&gt;NU Online&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-3339121278138745935?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/3339121278138745935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/bung-karno-mengaku-pmii_18.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3339121278138745935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3339121278138745935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/bung-karno-mengaku-pmii_18.html' title='Bung Karno Mengaku PMII'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/S_WQSWwU3pI/AAAAAAAAAGU/zd-ohc8sqp4/s72-c/1ditodong3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-4548753038757831367</id><published>2010-05-16T23:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T01:36:02.201-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><title type='text'>Menjadi Beradab dalam Kebebasan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sebuah kemewahan ketika mahasiswa di Indonesia menemukan video kuliah  umum Richard Dawkins, Slavoj Zizek, Alain Badiou, Noam Chomsky melalui  situs Youtube, termasuk beberapa buku yang bisa diunduh dari situs  Rapidshare. Para mahasiswa lokal ini menghemat ribuan dollar untuk  mendapatkan pengetahuan yang sama dengan yang dicecap oleh para  mahasiswa universitas ternama di Amerika dan Eropa.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Maka, betapa  kaget dan mengecewakan ketika pemerintah melalui tangan Menteri  Komunikasi dan Informatika memblokir sejumlah situs agar masyarakat tak  melongok sebuah film yang kontroversial. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sungguh sangat disayangkan,  menjelang peringatan seratus tahun Hari Kebangkitan Nasional dan satu  dekade Gerakan Reformasi, justru aneka pelarangan dan pemasungan  kebebasan yang dipraktikkan oleh pejabat di republik ini.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penyanyi  Dewi Persik dicekal oleh Pemerintah Kota Tangerang karena performanya  di panggung dinilai merusak moral. Sekelompok massa memaksa agar melalui  tangan pemerintah kaum sebuah sekte keagamaan dihentikan peribadahannya  karena dianggap sesat. Puncak kualitas se- mua larangan ini adalah  penggembokan celana dalam perempuan pemijat. Para pejabat publik ini  mengkhianati kebebasan yang direguk dari perjuangan reformasi dan  menikam emansipasi Kartini.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Perjuangan kebebasan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pada  mulanya adalah kebebasan. Prinsip ini mengawali sejarah manusia, mulai  dari pandangan teologis hingga humanis. Dikisahkan bahwa Tuhan  memberikan kebebasan bagi manusia pertama untuk taat kepada perintah-Nya  atau menuruti kehendak hatinya sendiri. Simbolisasinya: jangan memakan  buah tentang pengetahuan yang baik-buruk yang ada di tengah Firdaus.  Ontologi kebebasan ini berlanjut hingga manusia terdepak ke Bumi.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Manusia  tetap memiliki kebebasan untuk percaya kepada Tuhan atau tidak. Ia  menyediakan air dan udara bagi kebaikan setiap manusia, yang percaya  ataupun ti- dak. Membingungkan jika kemudian ada ciptaan yang merampas  kebebasan ciptaan lainnya karena dianggap tidak beriman.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Para  humanis yang mengasah rasio kita sejak masa pencerahan memberi pemahaman  yang luar biasa mengenai kebebasan. Kebebasan bersifat hakiki dan awali  bagi setiap orang. Prinsip kebebasan merupakan jalan bagi kemajuan  peradaban kemanusiaan. Tidak ada emansipasi tanpa kedaulatan dan tidak  ada kedaulatan tanpa kebebasan. Deklarasi kemerdekaan adalah manifestasi  penolakan terhadap pengekangan diri. Sebab, penjajahan bukanlah  penguasaan wilayah geografis semata, tetapi belenggu terhadap kehendak.  Ia memasung otonomi diri, padahal tubuh dengan seluruh kesadarannya  butuh kebebasan untuk berkembang.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kesadaran inilah yang mendorong  kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Karena Orde Baru dengan  praktik totaliternya mengikat erat kebebasan, rasio serupa memunculkan  Gerakan Reformasi. Kebangkitan Nasional termasuk kisah tentang butuhnya  ruang kebebasan bagi setiap insan untuk menjadi lebih baik. Hampir semua  komponen bangsa meraih peluang untuk mengaktualisasikan potensinya  melalui pintu-pintu kebebasan yang terbuka dari kedua peristiwa politik  tersebut. Pada zaman Budi Utomo, tidak terbayangkan bahwa setiap orang  akan mendapat pendidikan yang layak. Jika pada masa itu pendidikan dasar  adalah sebuah kemewahan, sekarang jadi kewajiban. Sebelum Reformasi,  tidak terbayangkan bahwa setiap individu atau kelompok mendapat peluang  untuk mengorganisasikan diri dan mencapai tujuannya melalui partai  politik baru.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Makna kebebasan&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ada dua jenis  prinsip kebebasan: kebebasan negatif dan kebebasan positif. Jika Anda  bisa melakukan apa saja tanpa ada hambatan dari luar diri, ini yang  dimaksudkan sebagai kebebasan negatif. Restriksi terhadap kebebasan  diperlukan demi menjamin bahwa pelaksanaan kebebasan seseorang tidak  bertabrakan dengan kebebasan orang lain. Negara adalah institusi yang  mendapatkan hak secara alami untuk membatasi (bukan merampas) kebebasan  individu. Kebebasan positif berbicara mengenai kebebasan untuk mencapai  tujuan tertentu dan sifatnya intrapersonal, termasuk di dalamnya  pemberdayaan diri yang memungkinkan individu merealisasikan potensi  dirinya, mencapai otonomi dan penguasaan diri.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Individu yang bebas  adalah individu yang otonom secara moral dan rasio. Artinya, ia  menentukan sendiri nilai bagi dirinya, tujuan-tujuan hidup yang baik  bagi dirinya. Bagaimana jika negara yang menentukan apa yang seharusnya  dituju oleh individu? Inilah yang disebut penyelewengan kebebasan.  Isaiah Berlin sudah mewanti-wanti hal ini. Negara teokrasi dan  pemerintahan totaliter adalah contoh manipulasi kebebasan positif.  Negara mengatakan hendak membawa masyarakat kepada masyarakat tanpa  kelas yang berkeadilan bagi semua orang atau memastikan surga bagi semua  penduduknya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pada pelaksanaannya, negara menentukan apa yang  harus diterima dan dilakukan oleh warganya. Cara lain di luar cara  pemerintah berarti pembangkangan. Apakah dengan menonton goyangan  dangdut dan pergi pijat serta-merta moral menjadi runtuh; atau jika  tidak menontonnya dan menggembok celana dalam, kualitas moral meningkat?  Mengapa cara meningkatkan kualitas moral individu diatur oleh pejabat  publik dan dosa kemesuman selalu ditimpakan kepada perempuan? Bukankah  kebijakan semacam itu turut melecehkan kaum pria?&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Banyak lelaki  kini yang tidak lagi seperti Adam mula-mula, yang menimpakan kelemahan  dirinya kepada Hawa, si sumber dosa. Peradaban manusia sesungguhnya  diperbaiki dengan kesadaran dan pengetahuan, bukan dengan berbagai  larangan. Menentukan bagaimana caranya individu mendapatkan kebaikan  dalam hidupnya, tujuan mana yang seharusnya dicapai sama saja dengan  menyangkal esensi kemanusiaan. Individu diperlakukan layaknya obyek yang  tak memiliki kehendak dan ini mendegradasi harkat manusia.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Manusia  mencapai kematangan dirinya melalui proses belajar dalam sejarah  hidupnya. Perangkat utamanya adalah kebebasan dan rasio yang  dimilikinya. Dengan rasio manusia memaknai pengalaman hidupnya,  menyimpannya di dalam diri menjadi struktur pengetahuan, menghayatinya  sehingga menjadi sistem nilai. Semakin banyak pengalaman hidup semakin  kaya individu mengisi dirinya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pada proses atau fase inilah  kebebasan menjadi ruang pembelajaran. Pembelajaran bagi setiap individu  untuk menjadi warga yang beradab (civilized society). Sebab, ia akan  belajar memahami apa itu perbedaan, toleransi, hak mewujudkan  kesejahteraan, dan keberlangsungan ruang hidup bersama.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pemerintah  seharusnya fokus saja dengan penambahan dan peningkatan kualitas  layanan publik. Daripada menjadi penjaga moral, lebih baik membangun  mekanisme self-censorship dalam diri individu dan masyarakat agar  memiliki kematangan nilai dan pengetahuan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sesungguhnya dalam  kebebasanlah manusia menemukan ruang untuk belajar menjadi manusia  seutuhnya (emansipasi) karena di dalamnya potensi diri dapat  diaktualisasikan.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Chris Panggabean Aktif di Lingkar Muda  Indonesia; Peneliti di UI&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-4548753038757831367?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/4548753038757831367/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/menjadi-beradab-dalam-kebebasan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4548753038757831367'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4548753038757831367'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/menjadi-beradab-dalam-kebebasan.html' title='Menjadi Beradab dalam Kebebasan'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-2189386086255382833</id><published>2010-05-16T17:36:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T01:36:39.142-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><title type='text'>Panwas Abaikan Keterlibatan Camat</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;NGAWI (SI)– Panitia Pengawas (Panwas) terkesan tidak fairdalam mengawasi jalannya Pemilihan Bupati (Pilbup) Ngawi 2010.Buktinya,Panwas ternyata tidak memasukkan pelanggaran dugaan keterlibatan sejumlah camat dalam kegiatan kampanye calon incumbentBudi Sulistyono-Ony Anwar Harsono dalam rekomendasi ke KPU Ngawi.   &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;“Terkait dugaan keterlibatan  beberapa camat dalam kampanye calon incumbent tidak kami masukkan dalam  rekomendasi pelanggaran,” papar Ketua Panwas Pilbup Ngawi Sugiharto  kemarin. Ketiga camat itu adalah Camat Paron Suraji, Camat Jogorogo  Suhadi, dan Camat Sine Bambang Supriyanto diduga kuat terlibat tim  kampanye calon incumbent.Ketiganya juga sudah dimintai keterangan oleh  Panwas. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sugiharto beralasan Panwas tidak bisa memasukkan  pelanggaranitudalamrekomendasikarena beberapa camat membantah kehadiran  mereka dalam kampanye,bukan dalam rangka mendukung calon tertentu.  “Mereka sudah kami mintai keterangan dan beralasan hanya melakukan  monitoring selama Pilbup sesuai dengan perintah bupati yang dituangkan  dalam peraturan bupati,”ujarnya. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Panwas hanya merekomendasikan  beberapa jenis pelanggaran, misalnya, masih adanya warga yang belum  masuk daftar pemilih tetap (DPT),pemasangan atribut kampanye yang  menyalahi aturan, dan berbagai pelanggaran selama masa coblosan.  Sementara itu, hingga kini Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 19  kecamatan di Ngawi masih melakukan rekapitulasi perhitungan suara hasil  coblosan Pilbup pada 12 Mei 2010.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Selanjutnya,akan dilakukan  rekapitulasi hasil suara lagi di tingkat KPU Ngawi. Anggota KPU Ngawi  Syamsul Wathoni menuturkan, hasil resmi perhitungan suara hasil coblosan  Pilbup akan diumumkan pada 22 Mei 2010.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/"&gt;www.seputar-indonesia.com&lt;/a&gt; (muhammad roqib)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-2189386086255382833?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/2189386086255382833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/panwas-abaikan-keterlibatan-camat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/2189386086255382833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/2189386086255382833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/panwas-abaikan-keterlibatan-camat.html' title='Panwas Abaikan Keterlibatan Camat'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-6167062381616688356</id><published>2010-05-16T16:52:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T01:37:16.137-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><title type='text'>Sembako Gratis Untuk Seribu Janda</title><content type='html'>&lt;div class="isi_berita pt_5" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;MALANG, &lt;a href="http://www.kompas.com/"&gt;KOMPAS.com &lt;/a&gt;-  Seribu janda di Malang Raya, Minggu (16/5/2010) berkumpul di Gedung  Kartini Kota Malang, menghadiri acara bakti sosial 1000 janda dalam  peringatan Hari Kebangkitan Nasional.  Selain mendapatkan sembako  gratis, mereka juga mendapatkan layanan kesehatan gratis. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Dalam   kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Pemberdayaan Perempuan Kepala  Keluarga (Pekka) Malang Raya itu, janda diharapkan membuka diri dan mau  belajar keterampilan agar mandiri dan berhasil menyelamatkan kehidupan  keluarganya. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Demikian disampaikan Menteri Negara Pemberdayaan  Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar, Minggu di  Malang.  "Ibu-ibu kepala keluarga ini diharapkan agar bisa bergaul  dengan masyarakat. Jangan hanya mengurung diri  di rumah. Dengan  berkumpul, bergaul, dan belajar banyak keterampilan, maka akan membuat  ibu-ibu mandiri dan bermanfaat bagi keluarga, masyarakat dan bangsa  ini,"  ujar Linda. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Saat ini menurut Linda, ada 5,2 juta perempuan  kepala keluarga di Indonesia.  Mereka rata-rata berpenghasilan Rp 7000  per hari dan menanggung 2-5 anak. Hal ini dinilai cukup memprihatinkan.  Sehingga kalau janda bisa mandiri, akan meringankan kehidupannya dan  anak-anaknya. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Memang saat ini Linda mengakui, pengakuan resmi  terhadap perempuan kepala keluarga (Pekka) atau janda oleh masyarakat,  pengambil kebijakan (pemerintah), dan sistem hukum belum ada. Namun kini  kementriannya tengah memperjuangkan  kebijakan nasional perlindungan  terhadap Pekka. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Diharapkan tahun 2011 pemerintah sudah bisa  mengeluarkan peraturan perlindungan terhadap Pekka. Ini demi  kesejahteraan dan perlindungan terhadap perempuan kepala keluarga,"   ujar Linda. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Berdaya   &lt;/b&gt; &lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ketua Pekka Malang  Raya, Hardiastarti mengatakan  kegiatan bakti sosial terhadap 1000  janda itu untuk menyenangkan hati para janda. Janda harus berdaya secara  ekonomi. "Hal itu untuk menjadikan mereka bisa bertahan hidup dan  menyelamatkan masa depan anak-anaknya di tengah kerasnya zaman. Itu  sebabnya Pekka mengadakan se jumlah pelatihan baik makanan, kerajinan,  dan tanaman organik,"  ujar Hardiastarti.  &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Anggota Pekka adalah   janda, lajang yang menanggung anggota keluarga lain, perempuan tidak  menikah, istri sebagai pencari nafkah karena suami sakit menahun/cacat  tubuh, dan para istri yang ditinggal oleh suaminya. Pekka dibentuk tahun  2001.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-6167062381616688356?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/6167062381616688356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/sembako-gratis-untuk-seribu-janda.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/6167062381616688356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/6167062381616688356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/sembako-gratis-untuk-seribu-janda.html' title='Sembako Gratis Untuk Seribu Janda'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-3263315626251062480</id><published>2010-05-14T19:07:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T01:37:48.121-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><title type='text'>Bendera Filipina Dikibarkan di Sangihe</title><content type='html'>&lt;div class="isi_berita pt_5" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;MANADO, KOMPAS.com -  Perhatian pemerintah Indonesia yang lebih banyak tertuju pada  pembangunan Pulau Jawa dan wilayah barat Indonesia adalah fakta yang  memang usang. Itu sebabnya, dibutuhkan cara membetot perhatian Jakarta  supaya menoleh ke timur atau wilayah pinggiran yang lama terabaikan.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Pada  titik itulah, anggota Komisi I DPRD Sulawesi Utara Ben Alotia  menyodorkan seruan yang mengagetkan. Ia meminta warga Kepulauan Sangihe  dan Talaud mengibarkan bendera Filipina.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Penduduk di pulau paling  utara Indonesia yang dekat dengan Filipina itu memang sejak lama lebih  banyak diuntungkan oleh kebijakan Manila ketimbang Jakarta.&amp;nbsp;Selain  banyak memakai barang-barang dari Filipina, penduduk di sana juga  mendapat siaran televisi Filipina.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Seruan Ben Alotia segera saja  menyulut kontroversi di Sulawesi Sulawesi Utara. Kecaman tanpa melihat  substansi lebih jauh, segera saja berkobar.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Saya juga terkejut  pernyataan itu seperti ungkapan serius. Saya tidak bermaksud begitu.  Saya hanya bercanda menanggapi keluhan warga dan pemerintah di sana atas  kondisi mereka," ujar Ben Alotia di Manado, Jumat (14/5/2010). Menanggapi  Alotia itu, Sekretaris Komisi I DPRD, Jhon Dumais, menyatakan, seruan  koleganya itu bukanlah ajakan untuk makar. "Ia sudah jelaskan kepada  kami konteks ungkapan itu. Pernyataannya tidak serius dan terlontar  begitu saja. Yang pasti, Kepulauan Sangihe dan Talaud masih wilayah  Indonesia," katanya.Wakil Ketua DPRD Arthur Kotambunan  membenarkan, ketergantungan penduduk dua pulau itu terhadap Filipina  memang sering terdengar. Bahkan, sejumlah warga ada yang mengibarkan  bendera Filipina.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Itu dulu ketika daerah itu sungguh-sungguh  kurang mendapat perhatian pemerintah. Tapi sekarang tidak lagi.  Pemerintah pusat sudah mulai memberi perhatian khusus kepada mereka. Ada  fasilitas-fasilitas khusus yang akan diberikan, termasuk membangun  bandara di sana," jelas Arthur.Arthur juga memaklumi jika  penduduk di sana memang ada yang memasang bendera Filipina. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;"Kalau  cuma pasang bendera, itu sama saja seperti memasang bendera Brasil,  Argentina, Amerika, dan lainnya. Itu kan hanya aksesoris, tidak ada  unsur makar di situ," katanya. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;(Maximus geneva, Fernando Lumowa)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-3263315626251062480?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/3263315626251062480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/bendera-filipina-dikibarkan-di-sangihe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3263315626251062480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3263315626251062480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/bendera-filipina-dikibarkan-di-sangihe.html' title='Bendera Filipina Dikibarkan di Sangihe'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-7386161080703763940</id><published>2010-05-14T17:36:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T00:59:17.341-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beranda'/><title type='text'>Negara Bermental Orba</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pimpinan Satpol PP itu berkata dengan nada cukup tinggi kepada salah satu komisioner Komnas HAM,“Bapak bicara soal korban di antara penduduk, bagaimana jika korbannya justru di kalangan petugas?   &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Anggota Satpol PP yang bahkan  harus membayar dengan nyawanya?” Kejadian dalam sebuah diskusi  pascakerusuhan Koja itu sempat membuat pendengar maupun pembicara  terdiam sejenak. Pertanyaan itu tidak retoris, bahkan cukup  argumentatif. &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;Dalam kategori Komnas HAM,petugas Satpol PP memang tidak  tergolong pihak yang dilindungi atau dibela HAMnya. Hal yang tentu  memunculkan dilema tersendiri dari para penegak hukum,aktivis,wakil  rakyat, agamawan, atau siapa pun yang merasa bisa terlibat dengan urusan  “Koja”di atas. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Persoalan kerusuhan yang berawal dari  kekhawatiran akan dibongkarnya situs makam Mbah Priok itu merepresentasi  tidak hanya peran kritis dari satuan semacam Satpol PP, tapi juga  mewakili buruknya pendekatan sosiokultural dalam menciptakan koneksi  antara rakyat dan penguasa. Sebuah ilustrasi yang juga menggambarkan  bagaimana kultur politik dan pemerintahan kita dibangun selama ini. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Hal  itu dapat dilihat mulai dari satu fakta: yang menjadi korban dari  kerusuhan itu bukan penduduk setempat, bukan pula Satpol PP.Tapi  keduanya.Berdasarkan tiga alasan: pertama,menurut keterangan pimpinan  Satpol PP di atas, ternyata pihak penanggung jawab keamanan sebenarnya,  polisi, justru meninggalkan mereka atau dapat dikatakan “menumbalkan”  Satpol PP,bahkan sejak rapat perencanaan. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kedua, klaim bahwa  rakyat menjadi korban dalam setiap pertikaian dengan penguasa tentu  dapat diterima dengan baik oleh semua kalangan.Namun, hal pertama di  atas memberi tahu kita bagaimana Satpol PP ternyata hanya menjadi bumper  dari tradisi buruk pemimpin yang melarikan diri dari tanggung jawabnya.  Sebuah tradisi relatif baru yang kini menjalar di kalangan penguasa  sipil maupun militer. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Ketiga,tampilan Satpol PP yang secara  fisis dibalut uniform bergaya militer (entah dengan alasan apa) secara  langsung memperlihatkan betapa masih kuatnya arogansi kekuasaan. Satu  watak yang tumbuh dari tradisi lama warisan Orde Baru (Orba) bahwa  kekuasaan adalah (juga) senjata.Tentara adalah arsenal untuk  mempertahankan benteng kekuasaan dan mesiu untuk mengancam dan merepresi  rakyat sendiri. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Penggunaan uniform dan atribut-atribut  ketentaraan atau kepolisian ini juga banyak dilakukan satuan-satuan  keamanan sipil/swasta lainnya, baik ormas, orpol maupun satuan sejenis  Satpol, Banpol, Babinsa, dll. Mental militer gaya Orba ini masih menjadi  karakter penting pemerintah atau penyelenggara negara. Sebuah karakter  by design yang pada mulanya bertujuan psikologis,tapi ternyata kemudian  memberi dampak pada kultur yang terbangun di kalangan pamong praja dan  tentu satuan-satuan sejenis lainnya. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Satpol PP tidak lain  hanyalah bidak yang selalu dikorbankan di dalam praksis kultur  pemerintahan yang seperti itu. Disadari atau tidak. Karenanya, bukan  rasa segan atau takut bila kita berhadapan dengan satuan-satuan––swasta  maupun pemerintahan––semacam itu, tapi justru rasa iba dan kasihan––  kadang menggelikan––karena posisi mereka yang hanya menjadi pion moral  militer penguasa, jadi korban dari praksis pemerintahan.&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kontradiksi Etos&lt;/span&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Sesungguhnya  rancu, bahkan kontradiktif,apa yang ada di dalam “tradisi” Orba di atas.  Semangat ketentaraan yang diusung oleh penguasa tidak seiring dengan  etos ke-ksatria-an yang semestinya termaktub di dalam tradisi  itu.Bukannya muncul para ksatria dengan jiwa-jiwa yang digenapi oleh  kejantanan, keberanian, tanggung jawab, rela berkorban, kemampuan  menerima hukuman atau konsekuensi. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Namun yang justru kita  dapatkan adalah penguasa yang dengan mudah melemparkan tanggung jawab,  menipu negara, menindas rakyat,atau bersembunyi di balik ketiak bawahan  sendiri. Berbagai kasus yang terjadi belakangan ini, di berbagai segi  dan dimensinya, baik korupsi di berbagai skala, kolusi dalam pilkada  maupun manipulasi atau tipu daya di dalam olahraga, tak lain  memperlihatkan bagaimana kontradiksi itu berlangsung secara merata. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Kita  hidup dan bermasyarakat di bawah kendali penguasa yang sebagiannya  memelihara tradisi kekuasaan yang kerdil dan pengecut. Tradisi yang  melihat rakyat hanya sebagai perahan keuntungan dan kenikmatan pribadi.  Tentu saja, tradisi semacam ini bukanlah apa yang ada, lahir dan  berkembang di antara masyarakat kepulauan ini,pada subetnik mana pun,  sejak ratusan bahkan ribuan tahun lalu.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Tradisi perguruan,  kesantrian, kanuragan hingga keprajuritan atau kepamongprajaan bangsa  ini dipenuhi oleh etik dan norma yang menjunjung keluhuran adab manusia,  ketinggian akhlak dan integritas. Namun hidup yang menghamba pada dunia  yang hedonis dan materialistik menggerus––dalam kesan yang sangat  natural––keutamaan- keutamaan jiwa dan pikiran semacam itu. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Demi  selembar traveller cheque, seorang pejabat atau wakil rakyat––yang  dipilih dan hidup mewah atas biaya rakyat––bukan hanya mendustai, tapi  juga mengkhianati bahkan menjerumuskan rakyat yang menjadi tanggung  jawabnya sehingga makin tenggelam dalam kebodohan dan kemiskinan. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tradisi Klasik &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Maka, ketika  hukum formal dan aturan hidup modern tidak lagi mampu mengontrol  kecenderungan buruk di atas, sesungguhnya muncul alasan yang kuat untuk  mempertimbangkan kembali standar- standar kemanusiaan yang ada dalam  tradisi klasik kepulauan ini. Tradisi yang selama ini dialienasi,  dianggap kerdil, bahkan diharamkan oleh apa yang kita sebut dengan  modernitas, intelektualisme atau materialisme. &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Mengapa kita  begitu keras dan hebat mengeksplorasi logika-logika kekuasaan baru, yang  modern dan oksidental? Melahirkan ratusan profesor dan ribuan doktor  untuk itu. Menyediakan berjamjam tayangan televisi, head line, dan  berlembar-lembar koran serta majalah.Namun tak ada diskursus yang coba  menimbang bagaimana tradisi klasik itu melahirkan pribadi, integritas,  atau karakter macam Gajah Mada, Airlangga, Hang Tuah, Sultan Hassanudin,  atau berbagai ulama yang menjadi anutan publik melawan pemerintahan  kolonial di masa lalu? &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Betapa hebat nafsu kita untuk menjadi  “modern”dan “maju”,dengan cara yang tidak lebih sebagai pemuja dan  pengikut kultur atau tradisi yang hadir dan berkembang selama tidak  lebih dari 0,2 permil riwayat tradisi yang kita miliki sendiri. Apa  karena kita khilaf, silau, atau terbutakan oleh cahaya kultur  ekstravaganza yang penuh kilau dan selebratikal itu? Atau kita  sebenarnya sudah menjadi zombi sebagai sebuah entitas budaya? Hidup  bergaya, tetapi tewas kesejatian di dalamnya? Anda pula yang dapat  menjawabnya.(*) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Radhar Panca  Dahana&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Budayawan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;a href="http://www.seputar-indonesia.com/"&gt;(Opini dalam Harian Seputar Indonesia&lt;/a&gt;, 15 mei 2010)&lt;/b&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-7386161080703763940?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/7386161080703763940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/negara-bermental-orba.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/7386161080703763940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/7386161080703763940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/negara-bermental-orba.html' title='Negara Bermental Orba'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-1934873393700596514</id><published>2010-05-14T07:14:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T01:57:09.256-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><title type='text'>Bawaslu Usul Kamar Khusus Pengadilan Pilkada</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;JAKARTA - Tindak lanjut kasus pelanggaran pidana pemilu selalu  terbentur batasan waktu. Hal itu juga terjadi dalam pemilihan kepala  daerah. Agar proses peradilan efektif, Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu)  mengusulkan penambahan kamar khusus pengadilan spesialis pemilu yang  dicangkokkan di tingkat pengadilan negeri (PN).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;''Kalau sekiranya  pengadilan khusus pemilu berat, cukup diusulkan ditambah satu kamar  khusus saja,'' kata Wahidah Suaib, anggota Bawaslu, di Jakarta kemarin  (13/5).&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Menurut Wahidah, pelanggaran pidana dalam pilkada masih  marak. Di 15 pilkada yang sudah digelar saja, Bawaslu mencatat 114  dugaan delik pidana yang dilakukan pasangan calon maupun tim sukses.  Padahal, pengadilan pidana pemilu hanya memiliki tenggat waktu terbatas,  yakni dalam hitungan hari, tepatnya dua minggu. Lewat  tengat waktu  tersebut dianggap kedaluwarsa. ''Sistem pengadilan yang kami usulkan  bisa cepat, pengadilan pun bisa langsung menindaklanjuti,'' kata  Wahidah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Dalam hal pelanggaran administratif, Bawaslu juga  mengusulkan agar kewenangan eksekutorial diserahkan kepada panwas  (panitia pengawas) di tingkat daerah. Sebab, pelanggaran yang dilaporkan  panwas kepada KPU (Komisi Pemilihan Umum) di daerah tidak pernah bisa  membatalkan calon yang curang.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;''Kami meminta kewenangan  eksekutorial untuk membatalkan calon, tentunya dalam ranah pelanggaran  administratif,'' ujarnya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pelanggaran administratif oleh pasangan  calon kerap terjadi. Sudah terjadi 1.336 pelanggaran administratif  dalam 15 pilkada yang sudah digelar. Dalam persyaratan penetapan calon  misalnya, ada saja sejumlah syarat yang tidak bisa dipenuhi pasangan  calon. ''Padahal, syarat itu wajib dipenuhi berdasar ketentuan  undang-undang,'' kata Wahidah.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Panwas pilkada, kata Wahidah,  beberapa kali menemukan pelanggaran administratif itu. Panwas  merekomendasikan kepada KPU setempat untuk mencoret pasangan calon atas  pelanggaran itu. Namun, banyak temuan panwas yang hanya dianggap angin  lalu oleh KPU. ''Selama ini pelanggaran administratif belum tentu  ditindaklanjuti oleh KPU,'' ujarnya.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Karena itulah, Bawaslu  meminta Komisi II DPR mengalihkan kewenangan eksekutorial kepada lembaga  pengawas. Jika tidak, Bawaslu meminta komisi II menerapkan pasal yang  mengikat KPU untuk melaksanakan rekomendasi pengawas setempat. ''Jika  bukan kewenangan eksekutorial, paling tidak kami meminta instruksi  pengawas itu mengikat dan harus dilaksanakan KPU,'' terangnya. &lt;/b&gt;&lt;b&gt;(bay/c4)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-1934873393700596514?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/1934873393700596514/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/bawaslu-usul-kamar-khusus-pengadilan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/1934873393700596514'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/1934873393700596514'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/bawaslu-usul-kamar-khusus-pengadilan.html' title='Bawaslu Usul Kamar Khusus Pengadilan Pilkada'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-3281097992805440999</id><published>2010-05-14T07:06:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T07:06:22.974-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beranda'/><title type='text'>Penahanan Susno Mengalihkan Kasus Mafia</title><content type='html'>&lt;div class="bd"&gt;&lt;div class="content"&gt;Liputan6.com, Yogyakarta: Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD  menilai, penahanan Susno Duadji menjadikan kasus makelar kasus yang  dahulu pernah mencuat kini menjadi tidak fokus. Bahkan penahanan mantan  Kepala Badan Reserse Kriminal Mabes Polri tersebut dikhawatirkan dapat  mengalihkan isu utama terkait makelar kasus yang melibatkan institusi  kejaksaan dan Polri.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hal ini disampaikan Mahfud di sela-sela peluncuran bukunya tentang  Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada Jumat (14/5) siang di Yogyakarta.  Menurut Mahfud, kasus penahanan Susno dikhawatirkan sengaja dibelokkan  oleh pihak-pihak tertentu. Meski mendukung penegakan hukum terhadap  Susno, Mahfud mengimbau polisi untuk lebih transparan dalam mengungkap  kasus tersebut. "Agar pertanyaan besar terkait kebenaran adanya markus  di tubuh Polri dapat segera terungkap," kata Ketua MK.&lt;br /&gt;Mahfud menambahkan, pola penanganan kasus makelar kasus yang  dibelokkan ke Susno Duadji dan terorisme hampir sama penanganannya  dengan pemandu jihad saat akan berdirinya Negara Islam Indonesia dulu.  Yakni dengan cara membelokkan sasaran untuk menciptakan suatu stigma  terhadap suatu kelompok atau seseorang tertentu.&lt;br /&gt;Sementara terkait tindakan istri Susno, Herawati yang mengirimkan  surat kepada Ibu Negara Ani Yudhoyono, pria kelahiran Madura itu  menilainya sebagai sesuatu yang manusiawi. Meski tidak secara eksplisit  mendukung, Mahfud menilainya sebagai perjuangan untuk meringankan beban  Susno yang tengah tersandung kasus. "Saya berharap dengan bertemunya dua  wanita yang mempunyai sifat keibuan itu dapat menghasilkan penegakan  hukum yang lebih bersifat manusiawi," ujar Mahfud.(TES/AYB)&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-3281097992805440999?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/3281097992805440999/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/penahanan-susno-mengalihkan-kasus-mafia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3281097992805440999'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/3281097992805440999'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/penahanan-susno-mengalihkan-kasus-mafia.html' title='Penahanan Susno Mengalihkan Kasus Mafia'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-4676183476310803355</id><published>2010-05-14T07:01:00.000-07:00</published><updated>2010-05-14T07:01:14.913-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beranda'/><title type='text'>Kerusuhan Mbah Priok Karena Kesalahan Komunikasi</title><content type='html'>Jakarta (ANTARA) - Ketua Umum Palang Merah Indonesia Jusuf Kalla menilai kerusuhan yang terjadi di makam Mbah Priok beberapa waktu lalu disebabkan kesalahan komunikasi dan sosialisasi antara pemerintah DKI Jakarta dengan warga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalau tidak ada kesalahan komunikasi dan sosialisasi, pasti tidak akan ada bentrokan antara warga dengan Satuan Polisi Pamong Praja", kata Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Jusuf Kalla, ketika menyerahkan hasil tim investigasi kemanusiaan PMI masalah Priok kepada Gubernur DKI Jakarta, Jakarta, Jumat.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Kalla, kalau tidak ada kesalahan komunikasi dan sosialisasi, bentrokan antara warga dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang merugikan semua pihak tidak akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pemerintah Provinsi DKI harus meningkatkan fungsi koordinasi, komunikasi dan informasi secara berjenjang dalam melaksanakan tugas yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat melalui sosialisasi yang tepat dan pelaksanaannya sesuai dengan aturan UU yang berlaku", katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal serupa juga dikatakan Ketua Tim Investigasi PMI, Ulla Nuchrawaty, penyebab jatuhnya korban dalam bentrokan tersebut tidak terlepas dari beberapa kesalahan kedua belah pihak, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), Pemerintah Daerah dan aparat yang kurang melakukan sosialisasi tentang rencana untuk tetap memelihara makam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutnya, kekerasan itu menimbulkan luka fisik dan kerugian material yang dirasakan oleh sejumlah warga dan pemerintah DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dalam kekerasan itu, menyebabkan tiga orang meninggal dunia dan 231 korban luka yang terdiri dari 112 personil Satpol PP, 26 personil Polri, 90 masyarakat dan 20 diantaranya adalah anak-anak," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kerugian material, ungkapnya, sebanyak 24 unit truk hancur, kendaraan operasional Isuzu Panther 43 unit dan KIA 14 unit, kendaraan komando dan kendaraan Toyota Kijang masing-masing dua unit dan perlengkapan petugas lapangan sebanyak 575 unit beserta alat komunikasi radio dua unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai seluruh korban akibat kekerasan itu, katanya, wajib mendapat santunan dan perhatian yang sungguh-sungguh dari pemerintah khusunya Pemprov DKI Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan pihaknya meminta kepada PMI untuk melakukan kajian dan meneliti kasus Priok secara obyektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami yakin dan percaya PMI adalah lembaga kemanusiaan yang netral dan punya landasan serta prinsip kerja yang mengedepankan pendekatan kemanusian tersebut," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepuluh hari kedepan, kata gubernur, pihaknya akan memberikan pengumuman format santunan kepada seluruh korban termasuk didalamnya dalam bentuk biaya bagi mereka yang masih melakukan pendidikan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-4676183476310803355?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/4676183476310803355/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/kerusuhan-mbah-priok-karena-kesalahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4676183476310803355'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4676183476310803355'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/kerusuhan-mbah-priok-karena-kesalahan.html' title='Kerusuhan Mbah Priok Karena Kesalahan Komunikasi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-8290373783190558375</id><published>2010-05-10T20:03:00.000-07:00</published><updated>2010-05-18T00:33:24.760-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Pilkada Ngawi'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Struktur Pengurus'/><title type='text'>PERNYATAAN SIKAP PC PMII NGAWI | PILKADA NGAWI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pemilihan Umum Kepala Daerah Ngawi 2010 yang akan digelar hari rabu, 12 mei 2010 adalah ajang bagi rakyat Ngawi untuk menentukan pemimpin yang akan menentukan arah masa depan Ngawi selama lima tahun mendatang, dalam konteks ini kami Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Ngawi merasa perlu untuk bersama sama masyarakat&amp;nbsp; mengawal dan mensukseskan momentum &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Pemilukada&lt;/a&gt; ini dengan cara sebagai berikut :&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Berpartisipasi dalam &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Pemilukada Ngawi 2010&lt;/a&gt; dengan cara datang ke TPS dan mencoblos pasangan calon yang sesuai dengan harapan anda.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ikut berperan serta dalam mengawasi proses pelaksanaan &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Pemilukada&lt;/a&gt; agar berjalan sesuai dengan aturan dan melaporkanya jika ada pelanggaran.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Ikut berperan dalam menjaga ketertiban dan keamanan selama pelaksanaan &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Pemilukada&lt;/a&gt; berlangsung.&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Informasi seputar pelanggaran Pelaksanaan &lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Pemilukada&lt;/a&gt; dapat disampaikan melalui :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;sekretariat PC PMII NGAWI atau melalui (0351) 8065285&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;b&gt;Eamil : pc_pmiingawi@yahoo.co.id&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Ngawi, 11 mei 2010&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;PC PMII NGAWI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-8290373783190558375?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/8290373783190558375/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/pernyataan-sikap-pc-pmii-ngawi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/8290373783190558375'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/8290373783190558375'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/pernyataan-sikap-pc-pmii-ngawi.html' title='PERNYATAAN SIKAP PC PMII NGAWI | PILKADA NGAWI'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-4839307190014667852</id><published>2010-05-09T13:39:00.000-07:00</published><updated>2010-05-20T12:30:06.900-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galery'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Struktur Pengurus'/><title type='text'>PMII Ngawi in action</title><content type='html'>&lt;div style="visibility: visible;"&gt;&lt;object data="http://widget-bd.slide.com/widgets/slideticker.swf" style="height: 262px; width: 350px;" type="application/x-shockwave-flash" width="350" height="262"&gt;&lt;param name="movie" value="http://widget-bd.slide.com/widgets/slideticker.swf"&gt;&lt;param name="quality" value="high"&gt;&lt;param name="scale" value="noscale"&gt;&lt;param name="salign" value="l"&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;param name="flashvars" value="cy=ms&amp;amp;il=1&amp;amp;channel=2594073385399433405&amp;amp;site=widget-bd.slide.com"&gt;&lt;/object&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="white-space: nowrap;"&gt;&lt;a href="http://www.slide.com/pivot?cy=ms&amp;amp;at=un&amp;amp;id=2594073385399433405&amp;amp;map=1" target="_blank"&gt;&lt;img ismap="ismap" src="http://widget-bd.slide.com/p1/2594073385399433405/ms_t028_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-4839307190014667852?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/4839307190014667852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/pmii-ngawi-in-action.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4839307190014667852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/4839307190014667852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/pmii-ngawi-in-action.html' title='PMII Ngawi in action'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-8880816842221502833</id><published>2010-05-09T09:42:00.000-07:00</published><updated>2010-05-09T09:42:02.164-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='beranda'/><title type='text'>POSKO PEDULI PEMILUKADA NGAWI 2010</title><content type='html'>Dalam rangka menyikapi dinamika PEMILUKADA NGAWI 2010, Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Ngawi membuka &lt;b&gt;" POSKO PEDULI PEMILUKADA NGAWI 2010" &lt;/b&gt;sebagai media untuk menampung informasi masyarakat yang berkaitan dengan isu-isu seputar Pemilukada Ngawi 2010.&lt;br /&gt;Antara lain sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Menerima dan meneruskan laporan dari masyarakat tentang berbagai bentuk pelanggaran aturan dalam Pemilukada Ngawi 2010.&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Berpartisipasi dalam mengawasi jalanya tahapan - tahapan Pemilukada Ngawi 2010.&amp;nbsp; &lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Adapun informasi dapat disalurkan melalui :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt; POSKO PEDULI PEMILUKADA NGAWI 2010 PC PMII NGAWI&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;d/a&lt;b&gt;. &lt;/b&gt;Jln Raya Ngawi - Madiun Km. 1,5 Klitik (Pojok Pertigaan ke Dawu)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Line telepon : (0351) 8065285&lt;/li&gt;&lt;li&gt; Email : pc_pmiingawi@yahoo.co.id&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;Awasi dan Laporkan Tahapan - Tahapan Pemilukada yang sedang berlangsung. Pemilukada Jurdil, untuk kita semua......!!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-8880816842221502833?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/8880816842221502833/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/posko-peduli-pemilukada-ngawi-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/8880816842221502833'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/8880816842221502833'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/posko-peduli-pemilukada-ngawi-2010.html' title='POSKO PEDULI PEMILUKADA NGAWI 2010'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-225807339521425916</id><published>2010-05-09T06:28:00.000-07:00</published><updated>2011-11-19T17:53:44.472-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Berita'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='aswaja'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galery'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Struktur Pengurus'/><title type='text'>kontak pc pmii ngawi</title><content type='html'>&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;&lt;b&gt;PC PMII NGAWI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;Jln Raya A.Yani Gg Emprit Kaji No.16 Ngawi&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;( SDN Beran ke timur )&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;&lt;a href="http://pmiingawi.blogspot.com/"&gt;Telp. (0351) 8065285&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white; text-align: justify;"&gt;Email : pc_pmiingawi@yahoo.co.id&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="background-color: white;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3844522791711799899-225807339521425916?l=pmiingawi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://pmiingawi.blogspot.com/feeds/225807339521425916/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/kontak-pc-pmii-ngawi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/225807339521425916'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3844522791711799899/posts/default/225807339521425916'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://pmiingawi.blogspot.com/2010/05/kontak-pc-pmii-ngawi.html' title='kontak pc pmii ngawi'/><author><name>Admin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07305519610279416461</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://1.bp.blogspot.com/_NhZJWNIcXWY/SYIGgYXbbPI/AAAAAAAAAAo/9vW7OEszLjc/S220/SL381707.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3844522791711799899.post-8321620745565306085</id><published>2010-05-04T05:58:00.000-07:00</published><updated>2011-11-19T18:01:37.084-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Galery'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Struktur Pengurus'/><title type='text'>Struktur Pengurus PC PMII Ngawi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;style&gt;v\:* {behavior:url(#default#VML);}o\:* {behavior:url(#default#VML);}w\:* {behavior:url(#default#VML);}.shape {behavior:url(#default#VML);}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:WordDocument&gt;  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;  &lt;w:TrackMoves/&gt;  &lt;w:TrackFormatting/&gt;  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;  &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;AR-SA&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;  &lt;w:Compatibility&gt;   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;   &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;   &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;   &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;   &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;   &lt;w:CachedColBalance/&gt;  &lt;/w:Compatibility&gt;  &lt;w:BrowserLevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;m:mathPr&gt;   &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;   &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;   &lt;m:brkBinSub m:val="&amp;#45;-"/&gt;   &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;   &lt;m:dispDef/&gt;   &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;   &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;   &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;   &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;   &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt; &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;  &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt; &lt;/w:LatentStyles&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;&lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-para-margin:0cm; mso-para-margin-bottom:.0001pt; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; mso-fareast-theme-font:minor-fareast; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:Arial; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;SUSUNANPENGURUS CABANG&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;PERGERAKANMAHASISWA ISLAM INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;KABUPATENNGAWI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;MASAKHIDMAT 2011-2012&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;MAJELIS PEMBINA CABANG (MABINCAB)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Ketua&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;: KH. Khoirul Anam Mun’im, S.HI, M.HI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Sekretaris&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Syamsul Wathoni, S.HI,M.Si&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anggota&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: KH.Taufiq Nur Azis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;K. Muqorrobin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;KH.Wasiq Amnani&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;KH. Bisri Mustofa, M.PdI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Miftakhul Huda, S.Pd&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Fitriana Rahayu, S.Pd&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Auliya Rahman Fadli, S.PdI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abdul Azis Nuril Huda, S.PdI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Husaini Amar, S.PdI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;BADAN PENGURUS HARIAN(BPH)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Ketua Umum&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Agus Susanto&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;KetuaI&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;:Chozinul Anwar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;KetuaII&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Sa’roni&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;KetuaIII&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: AnsoriyahYulianti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Sekretaris Umum&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Samsul Arifin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;SekretarisI&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Eko Fatkurrasid&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;SekretarisII&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Abjudin WidyasNursanto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;SekretarisIII&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Jamhari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bendahara Umum&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: M.Agus Choiri&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;WakilBerndahara&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Syaiful Anwar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;DEPARTEMEN-DEPARTEMEN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Departemen Pengkaderan danPembinaan Kader&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Koordinator&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Alif Hidayat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anggota&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Siti Maryam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Roisul Masrukhan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Binti Kholineni&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Departemen Kajian dan AdvokasiKebijakan Publik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Koordinator&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Yazid Ubaidilah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anggota&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Zuwun Riska Rahmawati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kurniaturrahmah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Hamidah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Departemen Hub. Kerjasama OKP danOrmas &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Koordinator&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Totok Miftahudin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anggota&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Arifatul Khirayoh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Azhari&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Ana IinKusumawati&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;RistiYuliani&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Departemen Pengembangan Media danOpini Publik&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Anggota&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Dwi Wahyu Nur Fachrudin&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Siti Ramini&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bibit Teguh Rahayu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Anang Setyawan&lt;b&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang="IN" style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;Departemen &lt;strong&gt;PengembanganEkonomi dan Kewirausahaan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: left;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span lang="IN" style="font-size: 12pt;"&gt;Koordinator&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;: Anik Syamsiatun&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="
